
"hai sayang..." Kaivan duduk di sebelah Ana setelah mencium pelipis wanita itu.
Ana tersenyum sambil menawarkan Kaivan suapan Zuppa soup nya yang dengan senang hati lansung di terima pria itu.
"Thank's Jer. udah Nemani cewek gue."
"no need." Jericho terlihat asik menatap ke arah pelaminan.
"kamu gak di isengi 'kulkas' ini kan sayang ?" Kaivan menatap Ana yang terlihat sedikit melamun.
haa kulkas?? Ana menatap Kaivan yang memajukan dagunya ke arah Jericho yang terlihat cuek bebek.
"ooh.. gak kok mas.Mas Jericho baik kok."
"emang gue mau ngapain cewek Lo,sementara mata Lo selalu menatap ke arah dia."Jericho tahu Kaivan selalu menatap Ana walaupun Ia belum bisa mendekat tadi.Bahkan Kaivan lah yang meminta Jericho menemani Ana selagi Ia menyelesaikan 'urusan' mendadak tadi.
Kaivan yang tersenyum karena Ana memicingkan mata nya."nanti aku jelasin" seakan mengerti tatapan Ana.
tiba - tiba seseorang menabrak kursi yang di duduki Jericho dan membuat pria itu mengumpat "Damn...."
"sorry pak sorry.saya tidak sengaja."Seorang wanita berkemeja hitam meringis sambil terus menggenggam walkie talkie yang terus berisik.
"gunakan matamu dengan benar."Ucap Jericho tajam.Wanita itu melotot terlihat kesal namun ia kembali pada mode ramah lalu meminta maaf sekali lagi dan berlalu pergi.
Jericho menatap punggung kemeja wanita itu terlihat gambar sayap dan bertuliskan Flame Wedding Planner di sana.
"mau ngucapin sesuatu ke pengantin?" tawar Kaivan mengalihkan pandangan Jericho.
"boleh.Mas Jericho ikut kita atau mau nunggu pasangannya ?" Ana bertanya dengan wajah polos.
__ADS_1
"hahaha dia jomblo abadi sayang." Kaivan terkekeh melihat wajah keki Jericho.
Mereka beranjak dimana kedua pengantin berada.
"Selamat bro."Kaivan menjabat tangan Auriga dengan sedikit kuat hingga Auriga meringis.
"Thank's bro"
Kaivan beralih kepada Istri sahabatnya yang terlihat sedikit tertekan karena berdiri di dekat Auriga.
"Selamat ya."Kaivan menyalami wanita itu.
Terima kasih."ucapnya pelan.
"Selamat atas pernikahannya,mas Auriga.Semoga langgeng sampai akhir hayatnya."Ana berucap tulus.
Ana menatap Auriga tak percaya.Ia tidak tau kisah kedua orang ini tapi jika sudah sampai pada sebuah pernikahan bukankah seharusnya mereka memiliki komitmen yang kuat.
Ia menoleh ke arah istri dari sahabat Kaivan yang terlihat berusaha tegar walau dari matanya ingin menangis saat itu juga.
"selamat ya."Ana bukan menyalami melainkan memeluk Istri Auriga tersebut.
"Terima Kasih."
Dan di urutan ke 3 diikut oleh Jericho yang lebih banyak diam karena dia memang selalu begitu.
"Siapa wanita itu mas."Ana lansung menembak Kaivan ketika mereka sudah duduk di dalam mobil setelah pesta pernikahan Auriga berakhir,lebih tepatnya pria itu yang pergi entah kemana meninggalkan istrinya.
"wanita yang mana??" Kaivan tidak mengerti.
__ADS_1
"Mas..serius iihhh."Ana gemas sekali Kaivan terus saja mendusel - disel padanya.
Ana malu karena mereka sedang bersama sopir saat ini.
"Dia,wanita yang Mariska usahakan untuk mendekatiku."Kaivan memeluk Ana dari samping.
Ana sempat menegang dan Kaivan bisa merasakannya.
"tidak ada yang perlu kamu khawatirkan,aku hanya memilihmu."Kaivan mencuri satu kecupan di bibir ana.
"Mass..... aku malu."Ana menutup bibirnya karena Kaivan ingin mencuri satu kecupan lagi.
Kaivan tertawa riang."Dengar pak,wanita pertama yang mengatakan malu saat aku cium di mobil ini."
Pak supir tertawa pelan."iya Tuan,pantas tuan menggunakan mobil ini.tenang non,saya tidak melihat apapun."
Ana menutupi wajah nya yang sudah semerah tomat karena malu dengan tingkah Kaivan itu.
\=\=\=\=
holla readersss
aku tau Auriga itu brengsek.tapi mungkin....
mungkin ini awal perjalanannya menuju bucin'.
dan Jericho ini clue untuk novel aku yang entah kapan akan terbit heheheh
see you next episode
__ADS_1