OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Konsekuensi Pekerjaan


__ADS_3

"jadi ??"'Ana menodong Anya saat mereka sudah sama - sama berbaring.Di rumah sederhana ini sebenarnya ada 3 kamar tapi Ana menolak punya kamar sendiri dan Anya juga menginginkan Ana tidur di kamarnya.


Hitung - hitung selama ini ia kesepian dan ingin merasakan tidur bersama saudarinya.Jadi lah tiap Ana menginap ke rumah ini akan selalu tidur di ranjang Anya.


"Apa ??"Anya pura - pura tidak mengerti.


"gue tau Lo dekat dengan Didin.Tapi tidak menyangka sudah 'sedekat' itu."Anya membelalakkan matanya.Bukan kah ia sudah bermain rapi.hell....Dimana letak ketahuannya.


Ana tertawa geli "semua sudah terlihat jelas di wajah Lo yang kasmaran setiap hari itu."Anya memegang kedua pipinya.Apa iya???


"Bukannya gue gak mau cerita.Gue takut Didin gak nyaman kalau ketahuan sama Pak Kaivan."Anya menjelaskan kekhawatirannya.


"Hhaa kejam banget Mas Kai kalau sampai melarang anak buahnya punya hubungan."


Anya meringis,iya juga ya.Tapi ia hanya khawatir kalau Didin tak nyaman saat atasannya mengetahui hubungan mereka.


"ya udah,gue akan tutup mulut Sampai Didin sendiri yang mengatakannya pada Mas Kai."Ana tersenyum melihat raut lega di wajah sahabatnya itu.


"Bagaimana orangnya."Ana menyenggol bahu Anya yang salah tingkah.


"hhmmm.."Anya terlihat berpikir sejenak."gak nyangka pria yang terkesan serius itu ternyata family man banget."


Didin pernah menjemputnya dengan taksi karena mobil pria itu di pinjam oleh adik nya untuk pergi rapat himpunan di kampusnya.

__ADS_1


Dan ternyata Didin lah yang membiayai kuliah sang adik karena ibunya seorang single parent yang memiliki toko roti sederhana.


Anya pernah di ajak dan di perkenalkan dengan ibu pria itu.Wanita yang masih cantik di usianya saat ini begitu ramah dan keibuan.


Bukan ingin membandingkan dengan mantannya sebelum ini tapi Didin seperti pria yang selama ini Anya inginkan.


walau memiliki kesan serius pria itu cukup peka dan peduli dengan sekitarnya.Bertanggung jawab dan yang pasti punya pekerjaan tetap walau kadang keteteran juga dengan tingkah bosnya.


Ana tertawa mendengar cerita Anya yang sebal pada Kaivan karena pernah saat baru memesan makanan di sebuah resto Kaivan menghubungi dan menyita waktu kencan Anya padahal hari itu libur.


Didin meminta Anya menikmati makanannya terlebih dahulu.Hingga makanan Anya tandas dan makanan pria itu telah dingin pria itu masih setia melayani panggilan bosnya dengan sabar.


Lalu pria itu tetap menikmati makanannya walau sudah dingin.Didin bilang pria itu sudah terbiasa seperti ini karena bonus yang Kaivan berikan tidak main-main.Ini lah konsekuensinya kalau bekerja sebagai sekretaris merangkap asisten pribadi.


Ana tidak menyangka seberat itu beban pekerjaan Didin.Bagaimana dengan beban pekerjaan Kaivan.Pantas saja saat dahulu Didin pernah bercerita kalau Kaivan akan kembali ke kantor bahkan tidur di sana setelah mengajaknya ngedate.


Deringan telepon Anya menyadarkan Ana pada lamunannya.


"hallo..."Anya menoleh ke arahnya.


"tunggu sebentar...."Anya melirik Ana.


"gue keluar sebentar ya."Ia beranjak menuju pintu keluar.Ana yang tak memiliki kecurigaan apapun memilih membuka novel untuk melanjutkan bacaannya.

__ADS_1


"aku udah di teras belakang."Anya memberi tahukan posisinya."Kenapa Ana tidak boleh dengar."


"......."


"kerja sama apa?Ana gak ulang tahun untuk di bikin rencana kejutan."


"........"


"pulau seribu,mauuuuu..."ia melonjak antusias


"…......"


"oke.aku akan tutup mulut."


Setelah telepon di matikan ia melompat bahagia.


Sahabatnya itu akan........


"apa pun hasilnya yang penting,LIBURAN GRATIS"


\=\=\=\=


holla readersss...

__ADS_1


aku yakin kalian sudah bisa menebak..


see you next episode


__ADS_2