
Ana berniat berangkat kerja sedikit lebih pagi karena hari ini hujan cukup deras.Jalanan akan macet akibat banjir karena hujan semalaman.
"kamu mau berangkat sekarang?"
"loh,mas udah bangun?"Ana yang baru selesai menggunakan riasannya menoleh ke arah ranjang.
Kaivan menoleh pada jam dinding yang terdapat di kamar mereka itu,masih setengah enam dan istrinya sudah rapi dan cantik saja.Ia baru kembali dari luar kota pukul dua pagi tadi.
Di luar hujan masih cukup deras,jelas terlihat dari jendela kamar yang cukup besar.Ana yang telah selesai beranjak duduk di sisi ranjang mendekati sang suami.
"walau rambut kayak singa begini kamu tetap ganteng,ya."ucapnya sambil merapikan rambut Kaivan yang mencuat kesana kemari.
"baru sadar ya suaminya ganteng ?"Kaivan terkekeh.
Ana menggeleng "Bukan baru sadar,tapi baru sempat bilang."Kaivan mencibir mendengar alasan Ana.
"aku hari ini ada rapat pagi ini,jadi aku mau berangkat agak lagian supaya gak terlambat."
Kaivan mengusap wajahnya,yang sebenarnya masih ngantuk tapi tidak rela kehilangan Moment dengan sang istri.
"Di antar sopir kan?"ucap Kaivan memastikan.ia tak ingin Ana ada apa - apa di perjalanan nantinya.
Ana mengangguk pelan.Sebenarnya ia bisa mengemudikan mobil tapi Kaivan tidak membiarkannya membawa mobil sendiri apa lagi semenjak beberapa kejadian lalu yang menimpanya.
__ADS_1
"oke kalau begitu,mas antarin ke depan ya."
"gak usah,kamu istirahat aja."
"tapi..."
Ana lansung mencium bibir Kaivan ketika pria itu hendak membantah.Setelah ciuman itu selesai Ana lansung berdiri mengambil tasnya.
Tapi bukan Kaivan namanya kalau ia kan terlena dengan sebuah ciuman.Pria itu tetap beranjak dari tempat tidur dengan piyama satin berwarna navy.
"ayo,aku antar sampai ke depan."Ujar Kaivan dengan tatapan memelas yang ia tahu akan selalu membuat Ana luluh.
Ana menghela nafasnya.Suaminya ini tahu sekali dengan Tatapan itu jelas Ana tidak bisa menolak
Kaivan tersenyum lalu merangkul bahu Ana dan berjalan keluar kamar mereka.
"Padahal hujan gini enaknya anget - angetan sama kamu."Keluh Kaivan saat mereka sudah sampai di depan pintu rumah.
"Nanti ya mas,weekend nanti kamu bebas anget - angetan."ucap Ana terkekeh "Tapi sama guling."
"Jahat banget."tutur Kaivan sambil membukakan pintu bagian belakang untuk istrinya.
Sebelum masuk Ana sempat mencium pipi sang suami "aku punya lingerie baru, and I know you like red."Bisik nya yang membuat senyum Kaivan terbit di bibirnya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
"cewek kiw kiw."
Panggilan itu membuat Ana yang baru keluar dari mobil menoleh,mendapati Iyan Dan Mila sudah berdiri tak jauh darinya.
"baru pada nyampe nih?"Tanya Ana saat sudah bergabung dengan teman - temannya.
"Yoi,lagi nungguin kang bubur depan nganterin pesanan."Jawab Iyan."loh udah sarapan? kalau belum sekalian aja pesan."
Ana menatap sekitar,keadaan masih gerimis dan bapak tukang bubur cukup jauh dari mereka.Bagaimana cara ia memesannya?
"PAKK.. PESAN 1 LAGI YA.KERUPUK SAMA SAMBELNYA BANYAKIN."Teriak Iyan menyebutkan pesanan Ana yang sudah ia ketahui.
"Busettt... itu lambe apa toa masjid,gede banget."ejek Mila.
"Berisik.lambe ini yang selalu membuat Lo gak pernah ketinggalan gosip ya."Jawab Iyan tak mau kalah.
Ana hanya menggelengkan kepala.Tom and Jerry ini selalu saja bertengkar tapi juga selalu nempel kemana pun mereka pergi.
\=\=\=\=
Holla readerss..
__ADS_1
see you next episode.