
Meeting dengan divisi finance memang selalu menguras banyak tenaga.Ana mencoba mendinginkan kepalanya di pantry dengan minuman susu fermentasi yang katanya baik untuk lambung.Memang tidak ada hubungan dengan kepalanya yang panas tapi setidaknya meredakan sedikit karena minumannya dingin
Ia dan Dara sempat adu urat karena tim marketing sudah mengirim campaign tapi cash advance nya belum turun sementara sudah di tagih - tagih.Dengan sedikit 'ngegas' seperti biasa Dara selalu menjawab bersabar karena nominalnya besar padahal sudah diapproval CEO dan exposure nya besar.
Timnya dengan tim finance memang terkenal dengan 'ketidak' akuran mereka.Karena setiap ada penagihan tim finance selalu menghindar dengan alasan finance punya jadwalnya sendiri.
Tetapi selalu berakhir dengan ancaman penarikan campaign sehingga tidak ada pemasukan.
Setelah sudah merasa lebih baik, ia beranjak ke ruangannya berada tapi saat di pintu masuk ia hampir bertabrakan dengan manager keuangan Indra Sutomo.
"aah maaf,saya terlalu fokus dengan ponsel."ucap pria itu sambil mengangkat ponselnya.
Ana hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Tiba - tiba Anya menerobos masuk dan mengambil minuman dingin dan meminumnya dengan sedikit terburu - buru.
"gilaaa pedes banget." sambil memanjangkan lidahnya seperti mencoba mengeluarkan rasa pedas.
"An nanti siang lunch di luar yuk." tanpa menghiraukan orang di sekitarnya.
Belum sempat Ana menjawab suara seseorang mengejutkan Anya.
"boleh gabung gak? treat on me"
__ADS_1
"wahh,beneran nih pak" sahut Anya dengan mata berbinar."kita makannya banyak Loh pak." sambil melirik Ana yang hanya diam kaku.
"iya,gak apa-apa.pilih aja mau makan dimana."
"asikkk...boleh deh pak.nanti kita kabari."Sambil menarik tangan Ana keluar.
"Permisi pak" pamit Ana di sambut senyum teduh oleh pria itu.
"fix itu orang suka sama Lo An." Anya terus berjalan sambil menggandeng tangan Ana.
"haaahh..gimana ceritanya ?"Ana yang bingung dengan ucapan Anya barusan.
"Lo tau gak.Itu orang jarang banget mau ngobrol sama karyawan kayak kita selain masalah kerjaan.Dan ini dia ngajak lunch bareng.lo dengar LUNCH BARENG."Anya mendramatisir perkataannya.
"Ayo taruhan kalau dia beneran suka sama Lo."
"Gue transfer 2 juta gajian bulan ini kalau Anya salah."Mila nyengir lebar saat ia tak sengaja mendengarkan pembicaraan kedua sahabat Lo.
"heh Lo gak di ajak ya "Anya sewot "eehh nanti siang kita di traktir pak Indra lunch.ayo pilih resto paling enak nan mahal."Anya melupakan taruhannya lalu menarik Mila untuk berselancar di sosial media mencari tempat makan yang enak.
Ana menggeleng saja melihat tingkah teman - temannya.
\=\=\=\=
__ADS_1
Kaivan tengah memilih bunga di florist langganannya "Mau bunga yang seperti apa pak?"seorang karyawan melayaninya
"buatkan buket yang cantik yang penting ada mawar birunya untuk pacar saya."Kaivan menatap bunga - Bunga segar di sekelilingnya.
"Baik pak.mohon tunggu sebentar."
Kaivan duduk di kursi dan sebuah meja yang di sediakan.Floris yang terdiri dari 2 lantai ini memberikan kesan nyaman untuk pelanggannya.
Sebelum ke florist Kaivan sempat mampir membelikan Ana beberapa cemilan yang Kaivan tau perempuan itu sukai.
Ia akan mengajak Ana lunch hari ini.
Setelah menerima dan membayar buketnya Kaivan melanjutkan langkahnya menuju mobil untuk berangkat ke kantor Ana.
Semoga wanitanya tidak memiliki janji atau apapun yang membatalkan rencananya.
\=\=\=\=
Holla readers,,,,,
Kaivan memiliki saingan.orang dalam lagi hihihih
gak apa-apa lah ya.masa mulus - mulus aja.
__ADS_1
see you next episode