OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Satu Tahun itu hanya sebentar


__ADS_3

Suara ketukan pintu menginterupsi Kaivan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.


"Masuk." teriaknya tanpa mengalihkan perhatian dari laptop.


"permisi pak,paman anda menghubungi menanyakan keberadaan anda karena anda tidak mengangkat telepon dari beliau." Didin mengucapkannya sambil menundukkan kepala.


Akhir - akhir ini emosi Kaivan sulit di tebak.Terkadang ia bisa diam seharian atau bisa marah - marah tidak jelas.Semua pekerjaan karyawannya selalu salah di matanya.Bahkan ia jarang pulang ke penthousenya.Ia bekerja tanpa mengenal waktu.


"Bilang saja aku sangat sibuk." ujar Kaivan datar.


"ta....tapi pak, beliau....."


Didin lansung menciut melihat tatapan tajam dari Kaivan."ba..baik pak.saya permisi."


Setelah Dino alias Didin menutup kembali pintu ruang kerjanya Kaivan menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata.


Sudah satu tahun ini ia berusaha keras melupakan sosok Dayana Greesa tapi semakin ia berusaha semakin rindu hatinya akan gadis itu.


Tangannya kembali menggulir layar laptopnya pada file yang ia beri nama birth of 27.Senyumnya terbit melihat foto candid Ana dengan berbagai ekspresi.Ia masih sering mengirim seseorang mengikuti Ana untuk tau kegiatan gadis itu.


Kadang bahkan ia hampir menerobos masuk ke apartment Ana hanya karena ada seorang pria yang mengajak Ana berkenalan.


Ia berjalan menatap jendela kaca besar dengan pemandangan kota di dalam ruangannya.Ia sudah berulang kali konsultasi ke dokter psikolog untuk menanyakan apa yang ia rasakan saat ini.Jawaban dokter itu selalu ia ragukan karena tidak mungkin yang ia rasakan ini cinta karena rasa cintanya sudah ia kubur bersama jasad kedua orang tuanya.


Suara gadgetnya menginterupsi lamunan Kaivan,di sana tertera nama sahabatnya.

__ADS_1


"hhhmmm.."


"........"


"gue sedang sibuk."


"......."


baiklah,gue ke sana."sambil menghela nafas ia beranjak setelah mematikan teleponnya.


Mengambil kunci mobil dan jas yang terhanger di samping meja kerjanya.Ia berjalan keluar yang sudah sangat sepi menuju lift.Semua orang sudah pulang karena ini sudah pukul 9 tepat.


\=\=\=\=


Lautan manusia di dance floor tidak membuatnya terganggu.Ia menuju meja bar dan memesan minuman kepada bar tender.


sambil menunggu minumannya di racik ia memperhatikan sekitar dimana orang - orang menggila di dance floor.Ada yang menari tanpa memperdulikan orang di sekitar,ada yang tertawa menikmati musik menghentak keras,bahkan ada beberapa pria mengelilingi satu wanita yang terlihat mabuk.


"selamat menikmati bos." Ucap bartender sambil menyodorkan minuman yang Kaivan pesan.Semua karyawan di club' memang memanggil nya dan Jericho bos seperti mereka memanggil Auriga karena mereka menjadi investor club' yang Auriga dirikan ini.


Mengangkat gelasnya sebagai ucapan terima kasih,Kaivan beranjak ke lantai dua menuju ruang VIP club' yang biasa ia dan sahabatnya gunakan.


Saat ia membuka pintu matanya di suguhkan dengan pemandangan yang membuat nya menggelengkan kepala.


Auriga tampak bersandar dengan perempuan di kanan dan kirinya tengah bergantian mencumbu pria itu.Sedangkan Jericho merokok sambil mengamati tabletnya.

__ADS_1


"hai Kai, kapan Lo nyampe ?" Jericho menyadari kedatangan Kaivan.


Kaivan duduk di sebelah Jericho yang masih asik dengan tabletnya itu." jangan hiraukan sibrengsek itu,dia lagi butuh pelampiasan setelah kakeknya marah besar."


" apa lagi masalah yang bocah itu perbuat ?" Kaivan sudah lelah dengan tingkah brengsek sahabatnya.


"tiba - tiba ada seorang gadis mendatangi kakek Auriga dan mengaku hamil anaknya."Jericho berucap santai.


Kaivan bahkan hanya bisa ternganga di buatnya.


"terus gimana keadaan kakek nya ?" Kaivan sedikit tau kalau Auriga cucu kesayangan kakeknya."syok sudah pasti.dia menyuruh Auriga bertanggung jawab atau semua usaha Auriga dia tutup paksa."


"apa benar anak yang di kandung perempuan itu anaknya Auriga ?"Kaivan melirik ke arah Auriga yang tengah tertawa setelah ia memaksa salah satu perempuannya minum hingga tersedak.


"setelah di selidiki ternyata Auriga lelaki pertama perempuan itu dan dia tidak pernah bersama lelaki manapun."


Kaivan hanya menggelengkan kepalanya.Ternyata Auriga lebih parah darinya.Apa ia dan sahabatnya akan hidup terus seperti ini sementara umur mereka sudah semakin tua.


\=\=\=\=


holla readerss....


ayo bantu jawab tentang apa yang di pikirkan Kaivan itu.


othor mah cuma bisa makan seblak level ngos-ngosan.

__ADS_1


__ADS_2