
"Mas,tolongin dong."Ana menyerahkan satu bayi dengan bedong warna navy itu kepada Kaivan."pelan - pelan ya.Nanti kebangun."
Kaivan dengan senang hati menurutinya.Ia yang baru berani menggendong anaknya yang lahir tadi pagi itu,segera merengkuh bayi mungil itu secara lembut.Kemudian ia hirup wanginya dengan hidung.
"Mas jangan di ciumin.Dia baru tidur.Nanti kebangun lagi.adeknya juga ikut bangun."Protes Ana pada Kaivan yang masih betah mengendus pipi bayinya.
Ana telah melahirkan dua bayi laki - laki tadi pagi.Belum genap dua puluh empat jam,melalui operasi.Mau melalui mana pun jalan lahirnya,yang penting kesehatan ibu dan anak.Dan tetap tidak mengurangi rasa bahagia kedua orang tuanya.
Kaivan ingat saat ia baru selesai sarapan di temani sang istri.Ia akan berangkat ke kantor mendapati Ana yang masih menikmati sarapan tiba - tiba mengalami kontraksi hebat.
Hplnya masih beberapa minggu lagi tapi sang istri sempat bercerita telah mengalami kontraksi palsu sehari sebelumnya.Alhasil pagi itu juga dengan panik ia membawa Ana ke rumah sakit.
Setelah mempertimbangkan beberapa hal akhirnya dokter memutuskan untuk Ana operasi Caesar saja.
__ADS_1
Kaivan yang mendampingi sang istri melahirkan itu.Selalu memberikan support dengan mengecup dan kata - kata penyemangat untuk sang istri.Ia sempat membuat dokter yang membantu persalinan itu tertawa karena saat di minta untuk mengendong anaknya Kaivan menolak dengan alasan takut membuat Anaknya jatuh atau tulangnya patah akibat terlalu kuat ia gendong.
Tapi setelah belajar beberapa kali akhirnya ia berani dan jadi ketagihan.Bahkan ia sempat berdebat dengan suster yang ingin memandikan salah satu bayi mungil itu.
Kaivan yang kembali mencium pipi Anaknya sebelum di letakan pada box bayi yang di sediakan rumah sakit hanya nyengir lebar."wanginya enak sayang." sahutnya.
Siapa sih yang gak suka wangi bayi? Mereka bangun tidur aja wangi apa lagi ini - sudah mandi.
"mau makan sekarang,sayang?"Kaivan duduk di kursi tepat di samping ranjang Ana.Istrinya masih belajar duduk belum bisa turun dari ranjang.
"Masih sakit jahitannya,sayang?" Tanya Kaivan saat melihat Ana mengernyitkan alisnya.Pria itu sedang membuka plastic wrap yang membungkus makanan Ana.
"sedikit."Jawabnya jujur dan sambil tersenyum.
__ADS_1
"ayo buka mulutnya."
Ana tersenyum saat melihat Kaivan akan menyuapinya."Padahal yang sakit cuma perut aku loh,mas.Tangan aku udah gak di infus nih."ucap Ana tapi tak ayal tetap menerima suapan dari sang suami.
Memang tangannya sudah tidak di infus lagi,tapi masih ada bekas infusan atau abocath untuk jaga - jaga kalau butuh obat untuk masuk dengan segera.
"gak apa - apa.Tugas kamu selain menyusui dua jagoan kita ya menerima perhatian dari aku."Jawabnya enteng.
Ana kembali menerima suapan dari Kaivan dengan senang hati.Suaminya ini memang terlihat tak tersentuh dari luar tapi ia akan sangat hangat dengan orang - orang yang ia sayangi.
Ana sudah kenyang dengan princess treatment ala Kaivan.Pria itu selalu melakukan hal - hal kecil yang tanpa sadar ia lakukan.Seperti menggenggam tangannya di setiap kesempatan,membukakan pintu untuknya,atau bahkan membuka tutup botol minuman tanpa di mintai terlebih dahulu.
\=\=\=\=
__ADS_1
holla readerss...
see you next episode.