OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Dinner with you


__ADS_3

Denting lift menyadarkan Kaivan dari lamunannya.Ia memang memesan tempat di sebuah restaurant di salah satu gedung tertinggi Jakarta.Kaivan tahu selain pemandangan pantai dan laut Ana juga menyukai pemandangan kota di malam hari.


Untung saja ia tidak terlambat karena kedatangan Putri tadi.Ana sempat menghubunginya ternyata wanita itu terjebak macet.


Sesaat Kaivan menduduki meja yang ia pesan.Belum sempat pramusaji mendatangi mejanya untuk membuat pesanan Ana tiba.


Kaivan menyambutnya dengan senyum dan pelukan hangat.Mereka duduk dan mulai memesan makanan untuk di santai.


"mas, udah lama ya ?"tanya Ana saat pramusaji telah beranjak.


Kaivan menggelengkan kepala "gak juga,aku baru aja duduk saat kamu tiba."


Ana tersenyum lega,saat di perjalanan tadi ia merasa bersalah karena terlambat di sebabkan macet.


Makan malam mereka berjalan lancar seperti biasa.Ana yang banyak mendengus karena mendengar Kaivan menggombal atau menceritakan lelucon.


"belajar menggombal dari mas Auriga ya."tebak Ana yang di sambut tawa beserta anggukan dari Kaivan.


"dia bilang aku terlalu datar.nanti kamu cepat bosan."ungkap Kaivan jujur.Saat ia meminta saran untuk membuat Ana menyukainya,ia di roasting habis - habisan oleh sahabatnya karena dulu hanya wanita yang effort nya lebih saat ingin bersama dirinya.


Kaivan mahh jangan di tanya.Dia diam saja para wanita sudah rela bertekuk lutut.Makanya ia banyak menggali ilmu pada sahabat terbrengsek yang sekarang terlihat bertaubat itu.


Ana tertawa renyah mendengar penuturan pria itu."maksih ya mas,sudah berusaha."Ana menyelipkan rambut ke belakang telinganya karena di terbangkan angin."kamu yang seperti 'kamu' aja aku udah senang kok."maksud Ana Kaivan yang lempeng dan lebih sering bicara apa adanya.

__ADS_1


Kaivan tersenyum tanpa bisa mengalihkan pandangannya pada Ana yang terlihat cantik malam ini.


"mas ketoilet dulu ya."Kaivan mengusap rambut Ana yang di balas anggukan oleh perempuan itu.


Kaivan harus melewati beberapa meja yang di huni oleh kebanyakan orang berpasangan.Tapi ada satu meja yang berjarak 2 meja darinya berisi cewek - cewek seperti anak - anak konglomerat yang lagi nongkrong.


"Eh.eh liat cowok pakek kemeja biru itu,ganteng banget ya?"


"Banget,ya liat dong ceweknya secantik apa."


Ana tersenyum sendiri mendengar pembicaraan wanita - wanita tersebut.Namun sebuah notifikasi pada ponsel Kaivan yamg tertinggal di atas meja membuat Ana penasaran.


Kaivan Hutama:@valarieKusuma started following you.


Ana tak sadar kalau Kaivan sudah kembali dari toilet dan menatap tingkah kekasihnya itu.


"Kenapa dengan ponsel mas,sayang?"


Ana yang terkejut segera memundurkan tubuhnya.Kaivan tersenyum lebar dan mengambil ponselnya.


Ana pikir Kaivan akan marah karena mengetahui Ana melihat ponselnya,nyatanya pria itu membuka passcode ponsel dan membuka aplikasi sosial media lalu menunjukan pada Ana.


"ini ya?"Kaivan memperlihatkan kalau seseorang baru saja mengikuti akunnya.

__ADS_1


"kamu mengenalnya ?"tanya Kaivan lagi.Ia melihat gelagat aneh yang Ana tunjukan.


Ana menggeleng saja.Mungkin itu hanya kebetulan saja pikirnya.Lagi pula Ana tidak ingin Kaivan mengetahui kalau ia pernah di beri tahu siapa yang akan di jodohkan dengan pria itu.


Tiba - tiba Kaivan berpindah duduk di dekat Ana.Ia mengatur letak kameranya hingga pencahayaan yang cukup.


"mas,mau foto?"


"iya ."Kaivan menunduk "boleh gak?"


"boleh ."Ana tentu saja tidak keberatan.


Kaivan dengan senyum jahilnya mendaratkan bibirnya pada puncak kepala Ana tepat sebelum menekan tombol klik.


Ana yang di perlakukan seperti itu kontan saja menepuk bahu Kaivan."iihh...kok cium - cium sih?"


"ingin saja"Jawab Kaivan santai.Kaivan kembali ke tempat duduknya sambil mengotak - Atik ponsel tersebut.


Ana hanya bisa menggelengkan kepala.Mereka kembali ngobrol santai menikmati pemandangan malam kota ini.


\=\=\=\=


holla readersss...

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2