OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Jangan menyembunyikannya karena aku


__ADS_3

"Selamat ya."Ucap Ana dengan senyum tulus."Nanti akan ku pastikan kalau mas Kaivan gak akan membuatmu lembur lagi supaya kamu jadi suami siaga untuk Anya."


Hari ini tiba - tiba Kaivan menjemputnya di kantor dengan supir dan sekretarisnya Dino.Karena hari ini Anya izin cuti,dan wanita itu tidak membalas pesan Ana yang khawatir kalau wanita itu kenapa - Napa.


Jadilah Ana penasaran dan bertanya lansung pada Dino yang tak lain adalah suami Anya.Sebenarnya Kaivan sudah tahu tapi ia tak ingin Ana sedih lagi mendengar kehamilan Anya.


Istrinya itu sudah jauh lebih baik tapi Kaivan tahu kalau Ana masih menyimpan rasa sedihnya.


"Terima kasih Bu."Jawab Dino dengan sungkan.Sebenarnya ia tak sengaja keceplosan dengan menjawab kalau Anya mual - mual.


Mereka mampir untuk makan malam di sebuah mall karena sekalian menemani Ana belanja bulanan untuk kebutuhan rumah.


Mereka bermaksud mengajak Dino makan malam sekalian mumpung disini Tapi pria itu menolak dan Ana tau alasannya.Sudah pasti istrinya lebih membutuhkan Dino di rumah.


"Jangan merasa sungkan denganku ya Din.aku tahu kalian peduli tapi jangan sampai menyembunyikan kebahagian kalian juga."Ana tidak ingin mereka menyembunyikan kabar bahagia ini karena memikirkan perasaannya.


Dino mengangguk mengerti."Kalau begitu saya izin pulang dulu,pak,Bu."


"Hati - hati Dino.titip salam untuk Anya."Pesan Ana sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Setelah Dino berlalu pergi,Kaivan menoleh pada Ana."Are you okay?"


"i'm okay mas,terlepas dari apa yang terjadi pada kita.Aku senang Anya akan menjadi seorang ibu."Ucap Ana lalu mengisi sela - sela jari Kaivan untuk mengisi kekosongan di tangan besar sang suami.


Mereka akhirnya makan malam berdua dengan berbagi cerita - cerita ringan tentang keseharian mereka.Sesekali Kaivan menyuapi Ana dan tanpa sadar membuat beberapa pengunjung restaurant menatap iri pada keduanya.


Namun mereka lebih fokus pada satu sama lain sehingga tak memperdulikan orang - orang sekitar yang menatap iri dan kagum.


Setelah selesai keduanya memasuki supermarket yang terletak di lantai bawah.Kaivan mengambil sebuah troli lalu mendorongnya berdampingan dengan Ana.


Mereka sesekali berhenti mengambil barang yang perlu di beli.Seperti cemilan kesukaan Ana atau sayuran favorit Kaivan.


Sebenarnya kegiatan ini selalu di lakukan oleh bibi Shopie,tapi semenjak ada Ana sebisa mungkin atau memiliki waktu luang ia akan melakukannya sendiri.


"Dia bakalan menikah bulan depan."Kaivan terkekeh pelan"akhirnya ada yang bisa menaklukan hati beku milik Jericho."


"oh ya ?" Ana memasukan sabun cuci piring kedalam troli."wah..akhirnya Trio The One yang terkenal brengsek itu sold out semua."


"kok aku gak suka dengan kata brengsek itu,ya."jawab Kaivan menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


Ana tertawa melihat ekspresi Kaivan yang sebenarnya malu itu."Serius mas,aku senang dengarnya."


Kaivan merangkul bahu istrinya dengan tangan kanan sementara tangan lainnya mendorong troli.Mereka kembali menyusuri lorong berisi produk - produk rumah tangga.Sesekali mereka berhenti mengambil barang atau Kaivan memasukan berbagai jenis es krim ke dalam troli yang mendapat pelototan dari Ana.


"Banyak banget mas."


"aku tau ini comfort food kamu kalau lagi sedih."Jawab Kaivan.Ana tersenyum mendapati Kaivan yang memperhatikan hal - hal yang ia sukai.


Ana merangkul lengan Kaivan dan menyandar manja di sana."thank you,sayang."


Kaivan sempat tertegun mendengarnya.Ia mencari - cari sesuatu di saku jasnya.


"Cari apa mas?"Tanya Ana bingung.


"handphone.Mau mas rekam yang kamu bilang tadi."


Ana memutar kedua bola matanya.Lalu meninggalkan Kaivan begitu saja mengundang tawa pria itu.Ia memang termasuk jarang mengatakan hal - hal manis seperti itu.


\=\=\=\=

__ADS_1


holla readers...


See you next episode


__ADS_2