OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Kangen kamu itu kewajibanku


__ADS_3

"permisi pak." di iringi suara ketukan pintu membuat Kaivan menegakkan kepalanya dari sandaran kursi."Pak Petra ada di sini."


Kaivan berdiri untuk menyambut pamannya.Setelah di persilahkan Didin, paman Kaivan masuk dan memeluk ponakannya.


"aahh kamu jarang sekali menemui paman mu ini,nak."Kaivan mempersilakan pamannya duduk.


"Paman tahu sendiri bagaimana tanggung jawabku."Satu - satu keluarga sebelah ibunya yang selalu Kaivan hormati hanyalah paman seorang.


Ayahnya hanya memiliki satu saudara kandung dan itu pamannya, Petra Hutama.Dia yang mengambil tanggung jawab atas Kaivan setelah di tinggalkan orang tuanya.


Pamannya ini memiliki usaha kuliner di beberapa tempat dan baru saja membuka cabang di Bogor.


Ia tidak pernah meminta posisi di perusahaan peninggalan keluarga Kaivan.


Maka sebagai gantinya Kaivan menerima Putri Hutama, anak semata wayang pamannya untuk bekerja bersamanya.


"Kamu selalu saja sibuk nak.Luangkan waktu untuk dirimu sendiri."Paman menepuk bahu Kaivan.


"aahh sebenarnya paman ingin meminta sedikit waktumu.Apa kamu sibuk ?"


"Hari ini aku sedikit longgar paman,hanya beberapa berkas yang perlu aku tinjau nanti."Kaivan mendekatkan Cangkir kopi yang baru saja di antar Didin kepada pamannya.


Pamannya mengangguk"Paman pusing dengan tingkah adikmu."


Apa lagi yang di perbuat Putri Hutama.Pikir Kaivan."Dia ingin menikah dengan pacarnya.Padahal mereka belum lama jalan."


Kaivan menaikan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Apa yang salah dengan Axel?"Ia menyuarakan isi kepalanya.


"Paman merasa pria itu 'kurang tepat' untuk Putri."Pamannya terlihat menghela nafas pelan."terlihat manipulatif."ujarnya lagi.


Pamannya ternyata juga merasakan apa yang Kaivan rasa.Beberapa kali Ia bertemu dengan kekasih Putri tersebut.Pria itu terlihat seperti playboy dan licik.


Kaivan sempat membicarakannya dengan Putri saat hubungan mereka masih 'baik'.Tapi dengan santainya Putri berucap kalau ia tidak serius dengan pria itu.Sehingga Kaivan tidak lagi memperdulikannya.


Pamannya memperhatikan kotak di dekat paper bag di atas meja kerja Kaivan."Apa itu sebuah...."


Kaivan lansung berlari menyembunyikan apa yang di lihat pamannya.


"Tolong rahasiakan ini dari siapa pun."Kaivan menatap penuh permohonan pada pamannya.


Paman Kaivan tertawa cukup keras "Apa dengan wanita yang kamu bawa saat makan malam itu."Paman tersenyum jahil.


"akhirnya kamu mau berubah nak.Paman pikir sampai paman mati nanti kamu memilih melajang."Pamannya mengetahui sedikit banyak betapa brengseknya Kaivan selama ini minus 'hubungannya' dengan Putri.Bisa - bisa lansung serangan jantung pamannya ini.


"Do'a kan aku berhasil ya,paman."


\=\=\=\=


"An,ibu minta Lo nginep." Ana mengalihkan kepalanya dari layar komputernya.ada apa??Anya seakan mengerti tatapan Ana "ibu kangen katanya."Anya kembali fokus setelah mendapat pesan dari ibunya.


Dayana G:mas,hari ini gak usah jemput ya.


Sebelum Ana menjelaskan alasannya balasan dari Kaivan datang.

__ADS_1


Kaivan H: loh,kenapa sayang? mas kangen.


Ana tersenyum dengan balasan Kaivan tersebut.


Dayana G: kangennya di tunda dulu ya.


Dayana G: ibu minta aku nginap jadi aku pulang bareng Anya.


Kaivan H : Mana bisa kangennya di tunda.


Kaivan H :kangen kamu itu sudah jadi kewajiban aku.


Dayana G : Mas.....gombal mu itu gak mempan.


Kaivan H: loh,kok gombal.Mas beneran kangen ini.


Dayana G : Zzzz...


Kaivan H: i Miss you too,sayangku.


Ana terkekeh geli dengan balasan Kaivan ini.Pria itu memiliki Tingkat kepedean setara tinggi gedung perkantoran miliknya.


\=\=\=\=


holla readerss


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2