
Saat Ana dan Kaivan turun,mereka di sambut oleh ketiga teman Ana yang masih menggunakan pakaian kerja.
"Oh,Anya,Mila,Iyan"Sapa Kaivan"silahkan duduk."
"maaf pak,kita ganggu waktu istirahatnya.."
"gak apa - apa,Nya.."Kali ini Ana yang bicara.Walau suaranya masih serak dan lemah."Ayo duduk dulu."
Ana mencoba tersenyum pada teman - temannya yang tak luput dari pandangan Kaivan.Seakan tau ia di tatap Ana akhirnya bicara pada Kaivan"Mas lebih baik kamu ke makan dulu."
Sebelum sempat Kaivan menjawab deringan telepon mengintrupsi lebih dahulu.
"Tunggu sebentar,Din."Jawab Kaivan setelah telepon tersambung.
"sayang,mas ke ruang kerja dulu,"tunjuk nya pada sebuah ruangan yang terletak di dekat tangga."kalau ada apa-apa panggil mas aja,dan mas mau makan bareng kamu nanti."
"Iya Mas,tenang aja.Lagi pula ada mereka yang bisa aku pergunakan."Canda Ana sambil melirik teman - temannya.
"Iya pak,kita siap kok di salah gunakan oleh Ana."Celetuk Mila dan di sambut tawa semua orang.
__ADS_1
"Oke,saya titip Ana sebentar ya."Setelah mengusap kepala Ana dengan sayang Kaivan beranjak ke ruang kerjanya.
Setelah Kaivan menghilang dari balik pintu.Iyan mengeluarkan sebuah Tote bag yang tadi ia bawa.
"Bawa apaan ?"
"paket Mcspicy nya McD nih.."Iyan nyengir lebar."Kangen banget makan beginian,Mumpung gerainya gak jauh dari rumah Lo,tadi mampir sekalian deh."
Ana memutar bola matanya.Tak percaya dengan tingkah teman tulang lunaknya ini memakan paket McD di ruang tamunya,di hadapannya pula.
"An.."
Panggilan dari Anya mengalihkan perhatian Ana dari Iyan yang tengah menepuk punggung tangan Mila karena mencuri kentang gorengnya.Mereka memang selalu ribut seperti Tom and Jerry tapi jadi hiburan tersendiri bagi Ana.
"lo punya Pak Kaivan,seseorang yang bersedia berbagi seluruh kesedihan lo.Jangan di pendam sendiri ya.I know you can get through this all."
Persahabatan mereka selalu seperti ini.akan ada si waras yang menyadarkan jika salah satu dari mereka dalam keadaan 'tidak waras'.
Dan tingkah absurd Mila dan Iyan menjadi pelengkap,penghibur mereka walau dalam keadaan gundah.Dan tetap perhatian walau omongan yang keluar dari mulut mereka membuat tepok jidat.
__ADS_1
"Masalahnya...."Ana tercekat,karena ia merasa ada sesuatu yang menggumpal atau menyumbat tenggorokannya.
"gue takut membebani dia,gue tahu Mas Kaivan sangat sedih tapi mencoba kuat di hadapan gue."
Anya menggeleng tidak setuju.Ia menggenggam tangan Ana."Sebagai partner,hal seperti itu tidak akan membebaninya.bukannya suami - istri partner dalam segala hal."
"Lagi pula..."Mila akhirnya bersuara"Pak Kaivan pasti mau Lo berbagi atau bercerita tentang kesedihan Lo sama dia."
"Malahan kalau kalian saling menyembunyikan kesedihan masing - masing,gue takut bakalan jadi bom waktu.Lagi pula sebagai pasangan pasti salah satu harus bertindak sebagai penguat pasangannya."Tambah Iyan.
Ana terdiam,kesedihan kembali datang menghampirinya membuat tubuhnya gemetar.Anya yang menyadari hal itu lansung memeluk Ana dengan erat.
"It's oke to be not oke,An."Bisik nya dalam dekapan.
Iyan dan Mila menyusul saling memeluk hingga mereka berempat saling berpelukan.Seakan menyampaikan kalau mereka semua akan selalu ada untuk Ana.
"Kita tahu Lo kehilangan tapi kita juga mau Lo gak berlarut - larut tenggelam dan melupakan untuk bahagia.Ada Pak Kaivan,ada kita juga yang senantiasa ada buat Lo."
\=\=\=\=
__ADS_1
Holla readers...
see you next episode