
Kaivan memasuki ruangan Ana dengan perlahan.Ia duduk lemas di kursi besi yang di sediakan di samping ranjang Ana dan menghela nafas.
"sayang...kamu ngagetin saja."
Kaivan bergumam pelan sambil mengusap wajah Ana yang terdapat luka gores dan lebam akibat benturannya di mobil tadi.Kaivan kembali teringat perkataan dokter sebelum ia memasuki ruangan Ana.
"Dan Bu Dayana..mengalami benturan cukup keras di bagian kepalanya,tapi selebihnya tidak ada yang luka serius.Kami akan melakukan observasi terhadap kondisinya."
Kaivan sempat terduduk lemas sebelum mengurus administrasi dan menempatkan kedua orang itu ke suite room.
Kaivan juga sempat menghubungi keluarga Pak Dimas dan meminta mereka untuk tenang.Keluarga kecil itu sempat mengucapkan terima kasih karena telah menghubungi mereka.
Ia sempat melihat keadaan pak Dimas yang masih tertidur akibat efek obat sebelum beranjak menuju ruangan Ana.
Kaivan mengecup tangan Ana yang berada dalam genggamannya."kamu jangan kemana - mana dong,yang.Aku udah bayar mahal Loh untuk venue pernikahan kita."
"aku udah nyiapin kejutan untuk pesta pernikahan kita.Masa kamu gak mau lihat aku bakal di ketawain Auriga."Kaivan menghela nafas untuk yang kesekian kalinya.Kemudian merebahkan kepalanya di samping Ana yang masih tak sadarkan diri.
Satu air matanya lolos begitu saja.Ia begitu ketakutan saat mendapatkan kabar Ana kecelakaan dan itu mengingatkan pada kejadian yang menimpa kedua orang tuanya di masa lalu.
__ADS_1
"jangan tinggalin aku ya.Aku butuh kamu disini,di sisiku."
"cepat sadar ya,kembali padaku.aku kangen."
\=\=\=\=\=
"Bagaimana,kamu puas ?"
"sangat ."
Lelaki itu tersenyum senang saat melihat raut kepuasan di wajah wanitanya.
Yang berarti perempuan ini akan melakukan apapun yang di inginkan untuk memuaskannya.
Laki - laki itu memeluk wanita yang sedang membelakanginya tengah menatap foto kiriman anak buahnya "so...sesuai perjanjian kita...."
Laki - laki itu mendorong wanita itu menuju ranjang di kamar salah satu hotel dengan kegirangan.
Wanita itu memejamkan matanya menikmati sentuhan nakal tangan keriput laki - laki itu."aku bukan orang yang melanggar janjiku kok."Ujarnya pasrah.
__ADS_1
Segera wanita itu membalikan keadaan.Bagai macan yang siap menerkam mangsanya wanita itu mengungkung pria paruh baya yang kesenangan saat seorang wanita muda ini akan memenuhi semua fantasi terliarnya.
Tanpa ragu wanita tersebut menyerang benda kenyal beraroma nikotin itu dan di balas dengan sama semangatnya.
Tangan pria itu mulai melucuti pembatas di antara mereka dengan tergesa - gesa.
sang wanita mendesah puas,saat dengan ahlinya laki - laki tersebut menjelajah tubuhnya.Menyentuh semua titik sensitifnya yang sudah di kenali dengan baik karena seringnya mereka bercinta.
"Come on, enjoy my body all you want." ucapnya menggoda lalu menjilati belakang telinga pria itu yang semakin menggila.
"my pleasure,Putri."bisik laki - laki itu sebelum memasukinya dengan kasar dan cepat.Menuai jeritan dan ******* yang tak segan - segan wanita itu keluarkan.
Putri Hutama yang di kenal memiliki pribadi layaknya seorang Putri di hadapan orang lain tidak akan ada yang tau kalau ternyata ia bisa sangat liar bersama pria yang telah bersamanya selama ini.
Bahkan pria tua yang sudah memiliki cucu ini bertekuk lutut dan rela melakukan apa saja untuknya.
\=\=\=\=
holla readerss...
__ADS_1
see you next episode