
Tak terasa satu bulan sudah berlalu dan saat ini gedung yang dibangun Niky sudah selesai.
Suatu hari sepulang kerja Niky pulang ke rumah. Tak Berapa lama kemudian setelah dia masuk terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.
“brak...” suara pintu mobil tertutup.
“Pak Rahmat terima kasih sudah mengantarku.” ucap Cassia pada sopir pribadi keluarganya.
“Ya non...” balas lelaki itu kemudian mengemudikan mobilnya kembali di jalanan.
Cassia berjalan masuk ke rumah dan menoleh ke samping melihat mobil yang sudah terparkir di sana.
“Kakak Niky sudah di rumah rupanya...” gumam Cassia
Gadis itu mengeluarkan kunci dari dalam tasnya dan membuka pintu.
“Kakak...” panggil Cassia saat sudah masuk ke dalam dan melihat ke sekitar.
“Kog sepi.... lampu rumah juga belum dinyalakan. Kemana kakak Niky ?” gumam Cassia menatap ke sekeliling yang tampak gelap. Dia masuk ke kamar Niky dan di sana dia tak ada.
“Apa mungkin dia sedang di lantai atas ?” gumamnya lalu menaiki tangga ke lantai dua.
“Kakak... !” panggil Cassia lagi namun masih tak ada jawaban. Dia pun mengecek dua kamar yang ada di sana dan ternyata kosong.
Cassia berjalan ke balkon untuk mencarinya namun di sana dia juga tidak menemukan lelaki itu.
“Hmm... kemana ya kakak Niky berada ?” batinnya lagi berpikir sambil berjalan menuruni tangga kembali ke lantai satu.
“Apa mungkin dia ada di...” batin Cassia melangkahkan kakinya cepat membuka pintu yang menuju ke belakang rumah.
“kriek...” suara pintu terbuka.
__ADS_1
“Cassia.... ?” ucap Niky saat melihat gadis itu ada di balik pintu.
Cassia segera menghampiri Niky yang duduk lalu menariknya agar berdiri.
“Kakak... apa yang kakak lakukan di sini... ? Aku mencari mu ke seisi rumah dan ternyata kau di sini.” ucap Cassia menarik Niky dan mengajaknya masuk.
“Huft.... nanti aku ceritakan di dalam. Sebentar...” balas Niky bercangkok dan mengambil laptopnya yang ada di lantai kemudian mengikuti kasih yang masuk ke dalam rumah.
“klik... klik...” Cassia menyalakan lampu di sepanjang jalan yang dia lewati dan rumah sekarang menjadi terang.
Mereka berdoa kemudian duduk di sampah coklat tua ada di ruang tengah. Niky meletakkan laptopnya ke meja. Lelaki itu tampak kusut tak seperti biasanya.
“Kakak... ada apa denganmu ? Kenapa kau tampak sedikit kacau hari ini...” tanya Cassia duduk ke samping itu sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Niky.
“Aku ingin lihat apa reaksi Cassia...” batinnya menatap gadis itu lalu mengambil kembali laptop yang dia letakkan di meja dan memindahkan ke pangkuannya.
“Pembangunan perusahaan ku sudah selesai...” ucap Niky sambil membuka galeri foto dan menunjukkan beberapa foto bangunan yang sudah jadi pada Cassia.
“Itu dia masalahnya sayang... tabungan ku menipis dan masih kurang untuk menyiapkan yang lainnya.” ucap Niky tampak kecewa menatap semua foto bersama Cassia.
“Tapi sayang sekali kak jika tidak di segera beroperasi. Bangunan itu akan rusak karena tak terawat.” balas Cassia.
“Apa aku harus mengambil kredit di bank... ?” tanya Niky sambil menaruh kembali laptopnya ke meja.
“Jangan... jangan pinjam ke bank... !” ucap gadis itu tak setuju.
“Lalu apa yang harus ku lakukan....” ucap Niky lagi dengan wajah kusut dan lemas.
Cassia diam sejenak mendengar pertanyaan Niky. Dia merasa tergerak hatinya setelah mendengar cerita kekasihnya itu. Namun semua tak semudah yang dia pikirkan jika dia ingin membantu nya, dan dia tak berani berjanji padanya.
“Ehm... semoga saja kakak segera menemukan solusinya. Semoga saja aku bisa membantu kakak nanti.” jawab Cassia sambil Rasanya nggak membesarkan hati Niky.
__ADS_1
“Ya sayang... semoga saja aku menemukan jalan keluar atas permasalahan ku ini.” balasnya sambil membalas senyuman Cassia dan tampak murung.
Hari ini Cassia menginap di rumah karena ayahnya keluar kota selama satu minggu penuh.
Cassia melihat Niky yang masih tampak berpikir keras memecahkan masalahnya lalu melihat jam dinding yang menunjukkan jika waktu sudah malam.
“Kakak... sudah malam lebih baik kita tidur dulu. Pasti nanti ada solusi untuk masalahmu.” ucap Cassia menarik Niky ke tempat tidur.
Mereka berdua masuk ke kamar Niky dan duduk di tempat tidur.
“Kalau begitu kau pergilah tidur Casisa...” ucap Niky mencium kening Cassia.
Cassia tidak mau pergi dari kamar Niky dan dia memeluk Niky kemudian mencium bibirnya.
“Kakak... aku rindu sekali padamu.” ucap Cassia masih memeluk erat Niky.
Niky membalas ciuman Cassia dan tak berapa lama kemudian terdengar ******* panjang di sana.
Beberapa saat kemudian Cassia menarik pesan yang buat untuk menutupi tubuh mereka. Gadis itu tertidur pulas sambil memeluk Niky.
Beberapa saat setelah Cassia tertidur. Niky duduk dan mengenakan bajunya. Dia menatap kosong ke arah jendela.
Hingga larut malam dia pun tak bisa tertidur dan memutuskan untuk duduk di tepi jendela untuk menghirup udara segar.
“Apa lagi yang harus kulakukan... aku boleh berhenti sampai di sini. Aku harus segera mengoperasikan perusahaan itu...” gumam Niky menerawang jauh ke angkasa dan tanpa sengaja dia melihat bintang jatuh di angkasa.
“Tuhan... jika engkau masih menyayangiku... kumohon berikan aku petunjuk dan jalan keluar dari masalah ku ini.” ucap Niky memanjatkan doa sambil memejamkan mata.
beberapa saat kemudian lelaki itu turun dari jendela dan kembali ke tempat tidur dan memeluk Cassia.
BERSAMBUNG...
__ADS_1