
Di lain tempat, Andy mulai bergerak mencari informasi tentang Niky setelah mendapatkan data dari Cassia.
Pagi hari Cassia merasa lidahnya terasa pahit padahal dia tidak sakit dan baik-baik saja. Gadis itu duduk di meja makan untuk sarapan pagi.
“Kenapa semua makanan pagi ini rasanya aneh, semua terasa pahit. Apa aku sakit ?”batinnya saat sarapan pagi.
Wardana yang duduk di depan Cassia sedikit heran pada putrinya kenapa gadis itu berhenti makan dan tidak menghabiskannya.
“Cassia... kenapa kau tidak melanjutkan makan mu ?”tanya Wardana.
“Entahlah ayah... aku merasa tidak mood saja dan rasanya sudah kenyang.”balas gadis itu sambil menaruh gelas ke meja.
“Ayah aku berangkat ke kantor dulu...”ucap Cassia berdiri dari tempat duduknya dan pamitan pada ayahnya.
“Ya... ayah juga akan berangkat setelah ini.”balas Wardana segera menyelesaikan makannya.
Cassia keluar dari rumah dan mengendarai mobilnya menuju ke Flower Corp. Dia pun berjalan menuju ke ruangannya.
Di sepanjang jalan tiba-tiba dia merasa Indra penciumannya menjadi sensitif.
“Bau pengharum ruangan apa ini... Kenapa baunya menyengat sekali ?”batin Cassia saat melewati sebuah ruangan yang sedang dibersihkan.
Karena merasa pusing jika menghirupnya dia pun mengambil saputangan dari saku baju dan menutupkan ke hidung nya sambil terus berjalan menuju ke ruangannya.
Setibanya di ruangan, Cassia segera duduk di kursinya karena dia merasa sedikit pusing.
“Kenapa aku merasa sedikit pusing... apa aku anemia...”batin Cassia menyadarkan tubuhnya ke kursi sambil memegangi kepalanya.
__ADS_1
Siang harinya Niky yang saat itu ada di Firma Tech keluar dari kantornya dan menunjukkan masa roti putih yang menuju ke Flower Corp untuk menemui Cassia.
Niky berjalan masuk ke kantor menuju ke lift dan tak lama kemudian tiba di depan ruangan Cassia.
“kriek...”Niky membuka pintu dan masuk. Di dalam dia melihat Cassia yang duduk bersandar di sofa dan tampak lemas.
“Kakak...”ucap Cassia saat melihat Niky berjalan ke arahnya.
Niky duduk di samping Cassia dan menatap wajahnya yang sedikit pucat.
“Sayang kau kenapa... apa kau baik-baik saja ?” tanya Niky sambil menyentuh kening Cassia untuk memeriksanya apakah dia masih demam dan ternyata tidak demam.
“Entahlah kakak... tiba-tiba hari ini aku merasa badanku tidak enak padahal aku tidak sakit.”jawab Cassia menoleh dan menatap pada Niky.
Niky memeluknya dari samping dan menyadarkan kepalanya ke bahu Niky.
Niky merebahkan tubuh Cassia di sofa. Dia berdiri dan mengecup kening nya.
“Sayang tidurlah dulu... biar aku yang melanjutkan pekerjaanmu hari ini. Nanti aku akan membangunkan mu saat pulang.
Niky menuju ke tempat duduk Cassia dan menatap layar monitor melanjutkan pekerjaan yang tadi dikerjakan oleh Cassia.
Sore harinya saniki sudah selesai mengerjakan pekerjaan hari ini dia menghampiri Cassia dan melihatnya masih tertidur.
“Sayang... bangun... sudah sore ayo kita pulang.”ucap Niky berdiri di samping Cassia.
Cassia membuka mata kemudian duduk dan menatap jam dinding kemudian beralih menatap Niky. Dia merasakan masih lemas saat dia akan berdiri.
__ADS_1
“Cassia kau tidak apa-apa... ?”tanya Niky melihat Cassia yang kembali duduk dan gadis itu menggeleng menatapnya.
“Baiklah aku akan membantumu berdiri.”balas Niky.
Niky membantu Cassia berdiri dan terus menggenggam tangannya erat saat keluar dari ruangan hingga ke luar kantor.
“Sayang... aku akan mengantarmu pulang hari ini.”ucap Niky saat berdiri di depan mobil Cassia.
Cassia yang merasa lemas pun menurut saja pada Niky. Dan dia masuk ke mobil Niky.
“brak...”Niky menutup pintu mobil setelah Cassia masuk. Dia pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Wardana.
Saat itu dia tidak memperdulikan jika dirinya mungkin saja akan bertemu Wardana. Tapi saat ini dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Cassia.
Tak berapa lama kemudian mereka tiba di depan rumah Cassia. Niky membantu Cassia turun dari mobil lalu berjalan menuju ke pagar.
Petugas security yang ada di sana segera membuka pagar saat melihat Cassia datang. Niky pun jalan masuk sambil menggenggam erat tangan Cassia.
“Kakak sudah sampai sini saja. Aku bisa jalan sendiri.”ucap Cassia setelah melewati pagar. Dia tak ingin ayahnya melihat Niky.
Niky diam dan tak menjawab. Tak lama setelahnya salah satu petugas security menghampiri mereka dan berniat mengantar Cassia masuk.
Saat Niky melepas tangannya dan akan berjalan dari dalam keluarlah Wardana yang menuju ke arah mereka berdua.
Cassia menatap Niky saat melihat ayahnya berjalan cepat menuju ke tempatnya sekarang berada. Dia bingung tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
“Apa mungkin memang sudah saatnya aku muncul di depan bajingan itu...”batin Niky. Dia sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berdiri sekarang dan kembali menggenggam tangan Cassia dengan erat, seolah bersiap untuk menghadapi Wardana.
__ADS_1
BERSAMBUNG....