Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps 105 Balasan Untuk Cassia


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian datang lah seorang petugas yang memasang billboard di perusahaan Niky.


Beberapa lelaki menurunkan billboard besar kendaraan bermuatan di depan perusahaan Niky.


“Bos... ini ditaruh di mana dulu ?” tanya seorang lagi pada bosnya sambil membawa billboard berat bersama beberapa orang lainnya.


“Bawa ke sana saja...” jawab si bos menunjuk ke suatu arah. Dan beberapa orang tadi membawa Billboard itu ke arah yang ditunjuk si bos.


“duk...” jam berapa orang tadi menurunkan billboard di dekat pintu.


“Istirahat dulu guys... berat...” ucap salah satu lelaki pada tiga temannya. Dan keempat orang itu pun akhirnya duduk sebentar di kursi yang ada di depan kantor sekedar untuk minum air mineral dan menghapus keringat mereka.


Tiga puluh menit kemudian datang lagi beberapa orang yang membawa berbagai peralatan menuju ke tempat billboard tadi di turunkan.


“Bagaimana apa kalian sudah siap untuk memasangnya sekarang ?” tanya salah satu orang pekerja yang mengenakan helm pelindung dan membawa tali panjang berkait pada ujungnya.


“Ya apa saja kami siap !” jawab salah satu lelaki.


“Ayo kerja sekarang jika memang sudah siap semuanya.” ucap lelaki lain berdiri.


Sepuluh orang pekerja itu pun segera memasang billboard nama perusahaan.


Setelah dua jam, pemasangan pun akhirnya selesai. Para pekerja yang saat ini ada di atas dengan ketinggian lebih dari 10 meter akan turun dari sana.


“Kami sudah selesai... tolong turunkan kami !” teriak salah satu pekerja pada pekerja lainnya ada di bawah dan menunggu mereka.


Para pekerja yang ada di bawah kemudian menyalakan mesin dan membuat mereka turun dari pijakan yang membawa mereka sebelumnya dengan perlahan hingga menginjak lantai dasar.


Ke sepuluh orang itu pun kemudian mendatangi bos mereka yang berdiri di luar pagar.


“Bos pekerjaan kami sudah selesai. Apa ada yang bisa kami kerjakan lagi ?” tanya salah satu pekerja mewakili yang lainnya.


Si bos melihat dari luar pekerjaan para pekerjanya.


“Ya bagus kerja kalian. Sebagian dari kalian boleh pulang dan sebagian lagi tunggu dulu di sini.” jawab si bos tampak puas telah melihat hasil kerja para pekerjaannya.

__ADS_1


Lelaki itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan memberikan nya pada salah satu pekerjanya.


“Tolong fotokan billboard tadi...” ucap si bos memerintahkan.


Salah satu pekerja menerima ponselnya kemudian Kembali ke lokasi dan memotretnya.


“Ini bos... silahkan dilihat kira-kira kurang gimana... ?” tanya pekerja tadi sambil menyerahkan ponsel bosnya.


“Ya terima kasih.. sudah bagus...kalian boleh pergi sekarang.” jawab si bos setelah melihat hasil jepretan foto pekerjanya.


Para bekerja jadi kemudian pergi meninggalkan lokasi.


“Aku akan mengirim hasil pemasangan ini sekarang.” gumam lelaki itu lalu mengirim beberapa foto tadi pada Niky.


“Ding...” suara pesan masuk.


Niky sedang berada di kantor dan habis keluar dari ruang meeting dan baru saja duduk di kursinya.


“Pesan dari siapa....” gumam Niky mengambil ponselnya yang ada di meja dan segera membukanya.


“Halo Pak Dento... aku sudah menerima fotonya. Bagus sesuai dengan yang ku pesan. Terima kasih.” ucap Niky saat telepon sudah tersambung.


“Ya Pak Niky... senang sekali jika anda merasa puas dengan pekerjaan kami. Kami tunggu pesanan anda berikutnya.” balas lelaki itu.


Setelah percakapan nya dengan Pak Dento selesai, Niky menelepon Cassia.


“kring... kring...” suara dering telepon yang belum diangkat dan Niky menunggu dengan tidak sabar.


“Halo... kakak Niky...” jawab Cassia setelah membuka matanya di tempat tidur.


“Sayang... kau ada di mana sekarang ?” tanya Niky pada Cassia.


“Aku ada di rumah ayah kak...ada apa ?” balas Cassia sambil rebahan dan menatap ke atas.


“Sore nanti kau ke rumah kita tidak ?”

__ADS_1


“Hari ini aku tidak ada jadwal ke sana kak. Tapi aku akan pergi ke sana jika kakak memintaku.” balas gadis itu kemudian duduk dan menapakkan kakinya ke lantai.


“Aku berharap kau bisa datang sore ini tapi jika kau berhalangan hadir tak masalah.” ucap Niky tidak mau memaksa.


“Ada acara apa kak... atau kakak mau mengajakku ke mana... ?” tanya Cassia penasaran.


“Aku ada sedikit kejutan untukmu sayang...” balas Niky singkat sambil tersenyum.


“Baiklah aku akan ke sana nanti sore.” balas Cassia lalu merebahkan dirinya kembali setelah percakapan mereka berakhir.


Sore harinya Cassia sudah selesai bersiap dan berdandan dengan cantik keluar dari rumah menaiki mobil yang dipesannya secara online menuju ke rumah tempanya tinggal bersama Niky.


Tak Berapa lama kemudian gadis itu tiba di depan rumah.


“klik...” Cassia membuka pintu dan Niky segera menyambutnya.


“Sayang... aku sudah lama menunggumu.” ucap Niky menarik Cassia masuk.


“Kakak... sebenarnya ada apa... ?” tanya Cassia mengajak Niky duduk di sofa.


“Sebentar lagi kau akan tahu. Hari ini kau luar biasa cantik Cassia...” ucap Niky memandangi kekasihnya dan merasa gadis itu benar-benar berbeda hari ini.


“Sayang... aku rindu pada mu...” bisik Niky di telinga Cassia. Dia lalu mencium bibir Cassia dengan lembut.


“Kakak... lebih baik kita pindah ke kamar sebentar...” balas Cassia berdiri dan menarik Niky masuk ke kamar lalu mengunci pintu rapat-rapat.


“Kakak... aku selalu merindukan sentuhan mu setiap waktu...” ucap Cassia di dalam kamar dan memeluk tubuh Niky yang berada di atas tubuhnya dengan erat.


Satu jam kemudian mereka keluar dari kamar dan Niky menggandeng tangan Cassia masuk ke maserati putihnya.


Niky melajukan mobilnya menuju ke perusahaan yang dibangunnya. Dan tak lama kemudian mereka tiba di sana.


“Lihat itu...” ucap Niky menunjuk billboard yang terpasang di perusahaannya.


Cassia tampak terkejut dan senang sekali melihat namanya terpasang di sana. Dia merasa Niky benar-benar mencintainya, tanpa dia ketahui Niky sudah memikirkan semuanya secara matang.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2