
Tak lama kemudian Niky dan Cassia tiba di lokasi tempat pembangunan perusahaan kedua Niky yang berlokasi 30 km dari Cassia Group.
Niky menghentikan mobilnya di dekat lokasi pembangunan. Tak lama setelahnya dia dan Cassia turun dari mobil lalu berjalan bersama menuju ke lokasi pembangunan yang sedang berlangsung.
“Sudah 30% dalam tahap pembangunan rupanya...” Ucap Cassia saat berada tepat di depan bangunan.
“Iya sayang... mungkin dua bulan ke depan sudah selesai.” balas Niky yang berdiri di samping Cassia dan menoleh padanya sambil tersenyum.
“Sayang... ayo kita lihat lainnya...” ucap Niky mengajak Cassia untuk melihat berkeliling di area lokasi pembangunan saat ini.
Setelah dua jam lamanya mereka melihat-lihat dan memantau kondisi di sana, mereka duduk sebentar bersandar pada sebuah pohon besar untuk mengeringkan keringat mereka di tengah terik matahari yang menyengat.
“Sayang lalu bagaimana dengan urusan lainnya... ? tanya Niky pada Cassia menanyakan persiapannya.
“Tenang saja kak... aku sudah menghubungi semuanya dan semua sudah beres.” balas Cassia menatap Niky yang berdiri di sampingnya.
Niky menatap Cassia dengan hangat dan tersenyum lebar padanya. Dia melirik jam tangannya kemudian kembali menatap kekasihnya.
“Cassia... setelah ini kau mau ke mana ?” tanya Niky yang rencana akan pergi dari lokasi pembangunan.
“Kakak... aku masih rindu padamu, sejak ada Cassia Group kita jarang bertemu. Bagaimana jika kita pergi ke pantai atau ke gunung sebentar ?” ucap Cassia yang masih tak rela jika Niky pergi meninggalkannya.
“Baiklah kita pergi ke Pantai ***** yang ada di dekat sini saja...” balas Niky menyetujui usulan kekasihnya.
“Kakak tahu tempat wisata itu di daerah sini ?” tanya Cassia heran pada Niky yang bisa mengetahui tempat wisata di daerah itu padahal Niky tinggal di luar kota.
Niky sedikit gelagapan namun dia bisa menutupinya.
“Ya tahu saja sayang... tempat itu terkenal jadi siapa saja pasti mengetahuinya...” balas Niky dan berharap semoga gadis itu tak curiga padanya jika dia berasal dari sekitar wilayah itu.
__ADS_1
Cassia yang sama sekali tak menaruh rasa curiga dan juga tidak tahu secara mendetail identitas Niky merasa senang mendengar Niky akan mengajak dirinya ke Pantai *****.
“Tunggu apa lagi kak... ayo kita berangkat sekarang mumpung hari masih panjang.” ucap Cassia bersemangat dan segera menarik lengan Niky untuk berjalan.
“Oke... ayo kita berangkat sekarang.” balas Niky yang menjadi bersemangat karena Cassia.
Mereka berdua sudah duduk di dalam mobil dan Niki segera mengemudikan mobilnya menuju ke Pantai *****.
Selama perjalanan Cassia tampak senang dan senyum lebar saat melihat liburnya pepohonan di sepanjang jalan menuju ke Pantai *****.
Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di pantai itu. Cassia segera menggenggam tangan Niky dan mengajaknya ke tepi pantai.
“Argh... !” teriak Cassia saat Niky bermain air dan membasahi tubuh Cassia. Gadis itu lalu membalas Niky dan membuat tubuhnya basah. Mereka berdua bermain di pantai hingga sore hari.
Sebelum gelap mereka memutuskan untuk kembali pulang.
Karena di sekitar lokasi tempat pembangunan itu tampak ramai, maka Niky dan Cassia pun melihat ke arah itu.
“Aku baru tahu ada gedung baru di sini...” gumam Cassia dari kejauhan saat melihat bangunan yang menjulang tinggi.
“Iya... aku juga baru melihatnya. Kira-kira milik siapa perusahaan itu... apa itu akan menyaingi perusahaan baru kita...” balas Niky yang juga tak tahu mengenai bangunan gedung baru tadi.
Cassia penasaran dengan bangunan yang barusan dilihatnya itu.
“Kakak... maukah Kakak berhenti sebentar aku ingin melihatnya ?” tanya Cassia dan Niky mengangguk.
Tak berapa lama kemudian Niky menghentikan mobilnya di dekat bangunan tadi. Mereka berdua turun untuk melihat-lihat sebentar dari luar.
Saat Niky berjalan bersama Cassia dia melihat sebuah mobil yang melintasi mereka berdua keluar dari lokasi pembangunan.
__ADS_1
Niky sempat melihat sosok lelaki yang berada di mobil tadi.
“Lelaki tadi kelihatan mirip seperti Wardana... apa benar itu memang dia ?” batin Niky yang melihat sepintas.
Cassia yang juga melihat mobil yang barusan melintas adalah salah satu mobil ayahnya seketika terkejut.
“Kenapa Ayah ada di sini... dan lagi Bahaya jika sampai ayah tahu aku pergi ke sini bersama dengan kakak.” batin Cassia dengan wajah pucat pasi.
Setelah melihat mobil ayahnya benar-benar menghilang gadis itu segera mengajak Niky untuk pulang.
“Kakak... ayo kita pulang sekarang.” ucap Cassia mengajak Niky pulang karena hari hampir gelap.
“Kakak... kita jalan memutar saja.” ucap Cassia untuk mengulur waktu agar mereka tidak bertemu dengan ayahnya. Tanpa banyak tanya ini menuruti perkataan Casisa.
Niky tiba dua puluh menit setelah Wardana tiba duluan. Dia segera menurunkan Cassia di depan rumah Wardana dan segera kembali.
“Kakak aneh sekali hari ini. Kenapa dia pergi dengan terburu-buru tak seperti biasanya...” batin Cassia saat turun dari mobil dan melihat Niky melajukan mobilnya dengan cepat.
Cassia berjalan masuk dan bertemu dengan ayahnya.
“Kau barusan dari mana... ? tanya Wardana.
“Aku barusan keluar bersama teman, ayah...” jawab Cassia lalu buru-buru masuk ke rumah.
Sementara itu Niky lihat dari kaca spion mobilnya Wardana berjalan kembali masuk ke rumah.
“Huft.... untung saja aku segera pulang jika tidak aku pasti bertemu dengan nya.” gumam Niky yang tampak lega setelah berada jauh dari rumah Wardana.
BERSAMBUNG....
__ADS_1