Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 145 Kembali Ke Awal


__ADS_3

Wardana tidak tahu apa harus dia lakukan lagi. berbagai upaya sudah ditempuhnya untuk mengembalikan agar perusahaannya bangkit seperti sedia kala namun semua usahanya nol, dan sia-sia belaka.


Dia hanya bisa mempertahankan dua perusahaannya untuk tetap survive sedangkan sisanya kolaps.


Di lain tempat Niky saat ini sedang berada di puncak kesuksesannya. Dia pun membangun kembali rumah utama milik ayahnya yang dulu pernah dibakar oleh Wardana.


“Ibu... Devan...Fiona... sudah saatnya kita kembali ke rumah.”ucap Niky saat berada di rumah yang ditinggali ibunya sekarang di luar kota.


Ibu dan dua adiknya merasa senang sekali melihat kesuksesan kakaknya yang bisa mengembalikan kejayaan ayahnya dan membangun kembali tempat tinggal mereka.


“Baik kita berangkat sekarang...”jawab ibu tersenyum senang setelah mengemasi semua barang-barang mereka.


Keempat orang itu masuk ke maserati putih kemudian meluncur ke jalanan menuju ke rumah mereka dulu.


Kedatangan mereka menggemparkan para warga sekitar yang mengira mereka sudah meninggal. Namun mereka ikut tersenyum bahagia melihat warga itu kembali berkumpul meskipun tidak lengkap.


“Akhirnya kita bisa kembali lagi ke sini... seandainya saja Ayahmu masih ada...”ucap ibu berdiri di depan rumah sebelum masuk ke dalam sambil menangis terisak.


Setelah berhasil mengembalikan ibunya ke rumah induk, Niky membangun kembali perusahaan ayahnya yang sudah lama ditinggalnya. Niky membangun kembali Sun Group dan perusahaan itu akan beroperasi beberapa bulan ke depan.


Beberapa waktu berlalu suatu hari di kantor Niky sedang duduk di sebuah sofa di ruangannya. Dia duduk termenung menetap ke luar jendela.


“Ayah....aku sudah memenuhi semua janjiku padamu. Aku berhasil mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikmu. Semoga di sana kau bisa melihatnya.”ucap Niky seolah berbicara pada ayahnya dengan tersenyum lebar menatap gumpalan awan putih di luar sana.


Lama lelaki itu memandangi langit setelah tersenyum lebar dia merasakan hatinya kosong. Harusnya dia merasa senang dengan pencapaiannya saat ini namun dia merasa semua usahanya tak memberikan kebahagiaan untuk dirinya.


“Cassia... dimana kau berada saat ini.... apa kau masih mengingat ku ?”ucap Niky mengingat kembali kekasihnya dengan tersenyum pahit.


Di suatu tempat di pusat kota.


Saat ini Cassia sedang hamil tujuh bulan. Meskipun sendiri dia menjalani kehidupannya dengan bahagia. Dia yakin suatu waktu akan bertemu dan kembali bersatu dengan Niky.


Di sore yang cerah Cassia yang jarang keluar rumah kali ini ingin menghirup udara segar di luar. Dia mengeluarkan mobil nya dari garasi kemudian mengemudikannya menuju ke jalanan.


“Sayang... kali ini ibu akan mengajakmu melihat pemandangan indah di luar. Semoga saja kau senang.”ucap Cassia sambil mengelus perutnya yang besar.


Di tengah jalan dia melihat sebuah sungai yang tambah bersih dan segar. Dia pun menepikan mobilnya untuk melihat sungai dan berjalan melewati jembatan yang berada di tepi jalan.

__ADS_1


“Benar-benar segar udara di sini...”ucapnya sambil tersenyum lebar berdiri di tepi jembatan menatap sungai yang ada di bawah jembatan.


Sepulang kerja Niky tak langsung pulang ke rumahnya. Entah kenapa hari ini dia ingin sekali melihat sungai yang ada di pusat kota. Niky pun melajukan mobilnya ke tempat itu.


Jalanan di sana ramai sekali. Tak lama kemudian dia tiba di sana dan mencari tempat parkir untuk menepikan mobilnya.


Setelah menemukan tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat parkir Niky menyeberang jalan menuju ke jembatan. Dari kejauhan dia melihat sosok gadis yang dikenalnya.


“Cassia... apa itu benar kau...”gumam Niky yang melihat Cassia sedang berada di tepi jembatan menatap sungai.


Dia merasa senang sekali bisa melihat kekasih dan mendapati perutnya yang besar.


“Cassia... ternyata kau bisa menjaga anak kita...”ucap Niky tersenyum lega melihatnya karena sebelumnya dia mengira Wardana sudah membunuh anaknya.


Niky berjalan cepat untuk menghampiri kekasihnya. Namun dari sisi timur jalan ada sebuah truk oleng yang melaju dengan kencang dan akan menghantam jembatan.


“Tidak... Cassia dalam bahaya.”batin Niky saat melihat truk itu akan mengenai Cassia.


Dia pun berlari sekencang dan secepat yang dia bisa. Ketika dia sudah dekat dengan Cassia dia segera menarik tubuhnya.


“Cassia.... !!!”teriak Niky saat berhasil menarik tubuh Cassia dan menjauhkan nya dari truk yang sudah dekat.


“buk...”truk yang rem nya blong itu tidak bisa berhenti dan akhirnya menabrak jembatan tepat dimana Niky berdiri.


“Tidaaak.... kakak... !!”teriak Cassia histeris saat melihat Niky jatuh dari jembatan.


Sebelum jatuh ke dalam air Niky menatap Cassia dalam-dalam. Dia baru menyadari jika dia tak bisa jauh dari Cassia.


“Cassia.... jagalah anak kita baik-baik !”teriak Niky tepat sebelum dia jatuh ke dalam sungai dalam.


“blep... blep...”dari dalam air Niky masih bisa mendengar teriakan Cassia yang histeris dan terus memanggil namanya dengan menangis terisak.


Di ujung kesadarannya dia pun meminjamkan mata saat merasa tubuhnya lemas dan tak bisa bergerak lagi untuk naik.


“Tuhan.... Seandainya aku diberi kesempatan yang kedua aku tak akan pernah meninggalkan Cassia dan aku akan memperbaiki semuanya....”doa Niky dalam hati kemudian dia tak sadarkan diri.


Waktu berjalan mundur dan semuanya kembali ke masa dimana Niky masih berada di Australia, satu bulan sebelum ayahnya meninggal.

__ADS_1


“ckiiit..... din... din... !!!”suara mobil di tengah jalan yang mengerem mendadak dan membunyikan klakson dengan keras.


Niky yang saat itu berada di tengah jalan seketika tersadar dan langsung minggir ke tepi jalan saat mobil tadi hampir menabraknya.


“Bukannya aku jatuh ke sungai... kenapa aku ada di sini ?”gumam Niky yang melihat kembali berada di Australia.


Dia pun melihat tanggal saat ini di ponselnya dan menyadari jika dia kembali ke waktu satu bulan sebelum ayahnya meninggal.


“Tuhan benar-benar memberi kesempatan kedua. Aku harus pulang sekarang...”ucap Niky berlari menuju ke rumah kontrakan. Dia pun mengamati semua barangnya dan berangkat ke airport menuju ke Indonesia.


Dia langsung menuju ke rumah ayahnya begitu tiba di sana dan semuanya masih lengkap.


“Ayah... aku memutuskan untuk membantu ayah menjalankan perusahaan dan melindungi keluarga ini.”ucap Niky begitu tiba di rumah. Dia langsung memeluk ayahnya dengan erat dan tersenyum lebar.


Satu bulan berlalu di saat hari dimana Wardana menyerang keluarganya dan perusahaannya, Niky bisa mencegahnya dan keluarganya selamat serta perusahaan ayahnya tidak bangkrut.


Di suatu sore Niky berjalan kaki di sebuah taman. Dia berjalan melewati banyak orang dan ada seseorang yang membentur bahunya. Dia berhenti dan melihat sosok Cassia di depannya.


“Maaf... aku tidak sengaja...”ucap Cassia pada Niky. Gadis itu tertegun menatap sosok lelaki di depannya. Entah kenapa dia merasa pernah bertemu dengannya dan mempunyai hubungan yang mendalam dengannya tanpa sebab.


“Tidak apa... sebaiknya kita menepi sebentar sebelum kita tertabrak oleh orang lainnya.”ucap Niky mengajak Cassia menepi ke jalan.


Mereka berdua kemudian duduk di sebuah kursi panjang yang ada di taman untuk mengobrol. Niky tersenyum lebar bisa kembali bertemu dengan pujaan hatinya dalam kondisi baik.


TAMAT.....


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Terima kasih atas dukungannya selama ini meskipun banyak yang membaca di sini namun tidak meninggalkan komentar.


Next kita akan bertemu lagi kisah yang lebih seru dari ini.


Baca juga karya lain berjudul Darah Campuran ya... 😊


Salam


Bagi yang suka serial detektif bisa mampir kesini, sambil nunggu karya baru penulis. Seru pokoknya!!!

__ADS_1



__ADS_2