Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 118 Bertemu Wardana


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Niky tampak sibuk menghubungi beberapa nomor terkait dengan perusahaan baru Cassia yang akan beroperasi.


“kring... kring... kring...” suara ponsel Niky yang berdering.


Setelah dia menyelesaikan beberapa panggilan dengan beberapa supplier, dia mendapatkan telepon balik dari beberapa supplier yang tadi belum tersambung.


“Ya halo...” ucap Niky saat menjawab panggilan teleponnya. Dia berbicara lama dengan para supplier nya untuk menegosiasikan beberapa hal hingga tercapai suatu kesepakatan di antara mereka.


“Huft...akhirnya selesai juga... ” ucap Niky setelah selesai menerima beberapa panggilan. Dia pun merasa haus dan berjalan menuju ke sudut ruangan untuk mengambil air dari dispenser.


“glug... glug... glug...” Niky menghabiskan satu gelas air minum dan menaruhnya kembali ke meja.


“Agar semua rencana balas dendam yang ku rencanakan sebelumnya berjalan dengan lancar aku memang harus ekstra sabar agar semuanya tidak berantakan...” gumam Niky bersandar pada dinding menghadap keluar jendela mengingat misinya agar tidak terbuai dan terlena pada situasi saat ini.


Satu bulan berikutnya. Di suatu pagi di akhir pekan Niky mengendarai maserati putihnya seorang diri menuju ke perusahaan barunya.


“tap... tap... tap...” Niky melangkahkan kakinya keluar dari mobil berjalan menuju ke lokasi kantor barunya.


Niky berhenti di depan bangunan tinggi itu dan menatap ke atas.


“Ternyata pembangunan nya sudah selesai...” ucap Niky saat melihat pengecatan di gedung itu sudah selesai.


Niky kembali berjalan untuk melihat-lihat seluruh bangunan. Tak ada para pekerja di sana. Lokasi di sekitar area bangunan juga tampak bersih dan asri.

__ADS_1


“Mungkin bulan depan aku sudah bisa mengoperasikan perusahaan ini....” gumam Niky berhenti di depan kantornya dan menatapnya lagi sambil tersenyum.


Niky sama sekali tak menyangka jika dirinya bisa mendirikan perusahaan yang kedua. Dalam hati dia merasa berhutang budi dan berterima kasih pada Cassia. Berkat bantuan gadis itu semuanya bisa seperti ini.


Beberapa minggu setelahnya perusahaan itu mulai terlihat ramai. Di suatu pagi banyak para pelamar kerja memadati kantor Niky.


“Pelamar nomor 250 silakan masuk...” ucap Niky memanggil peserta berikutnya melalui microphone dari sebuah ruangan.


Di ruangan sebelah ada Cassia yang juga melakukan hal yang sama dengan Niky. Dia memanggil peserta tes untuk membantu Niky.


Dua minggu berikutnya Global Corp, perusahaan kedua Niky resmi beroperasi. Di awal-awal pembukaan, Cassia sering ke sana namun setelah beberapa pekan dia kembali dan aktif di Cassia Group. sedangkan iki sesekali memantau ke perusahaan barunya saat Cassia tidak mengantar di sana.


Satu bulan berikutnya setelah semuanya sudah siap, perusahaan Cassia yang merupakan pemberian dari ayahnya resmi beroperasi.


Karena Niky memberi Cassia kesempatan untuk mengurus dua perusahaan nya, dia pun melakukan hal yang serupa pada Niky. Cassia meminta Niky ikut serta menjalankan perusahaan miliknya Kiki hanya beberapa kali saja datang ke sana bisa dia senggang.


Suatu pagi di akhir pekan Niky pergi ke Flora Corp atas permintaan Cassia walaupun Sebenarnya dia merasa berat hati karena khawatir jika sewaktu-waktu dia bertemu dengan Wardana. Sedangkan dia belum ada persiapan sama sekali untuk menghadapinya secara langsung.


“brak...” Niky keluar dari mobil dan menutup pintunya kemudian masuk ke kantor Cassia.


“Kakak... ayo ikut dengan ku...” ucap Cassia penyebab kedatangan di pintu masuk lalu segera mengajaknya naik ke lantai utama di mana ruangan nya berada.


Cassia mengajak Niky duduk di ruangannya dan duduk bersebelahan di kursi.

__ADS_1


Niky tampak gelisah dan tidak tenang selama berada di sana. Dia sering melihat di sekitar dan waspada jika semakin waktu Wardana datang ke sana.


“Kakak... apa ada yang mengganggu pikiran kakak ?” tanya Cassia yang melihat Niky seolah tidak kerasan berada di ruangannya.


“Tidak ada sayang... em... hanya saja aku tak bisa menemanimu lama di sini karena aku akan pulang ke rumah Ibuku setelah ini.” ucap Niky beralasan agar bisa segera pergi dari sana.


Cassia hanya diam saja dan sama sekali tak merasa ada yang di sembunyikan oleh lelaki itu darinya. Dia pun mengalihkan pembicaraan agar Niky bisa tenang selama berada di sana.


“ckiit...” di luar kantor Wardana memarkir mobilnya.


Dia datang untuk melihat Cassia bekerja.


Sementara itu Cassia yang saat itu sedang berdiri dan membuka tirai jendela terlihat terkejut saat melihat ayahnya barusan datang dan sekarang berjalan masuk menuju ke ruangannya.


“Ayah datang...” ucap Cassia berjalan dan berdiri di samping Niky dengan cemas.


“Ayah mu datang...” ucap Niky mengulangi perkataan Cassia dan tampak terkejut tak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.


BERSAMBUNG...


Dear all readers...


baca juga karya lainnya berjudul Darah Campuran.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya selama ini... 😍😍🙏


__ADS_2