
Tiga bulan berlalu. Niky mengerahkan semua tenaga dan pikirannya pada perusahaan barunya. Dia ingin perusahaannya stabil seperti Cassia Group dan Global Tech yang saat ini sudah menempati kedudukan di top chart perusahan skala nasional pada urutan 17 dan 19.
Niky sedang duduk di depan monitor dan menatapnya dengan serius. Dia pemeriksa laporan yang masuk padanya juga melihat realita di lapangan saat ini. Dia terus mengembangkan terobosan baru untuk selalu lebih unggul dari lainnya.
“Bagaimana survei lapangan minggu kemarin...”gumamnya setelah dia teringat jika beberapa pekan sebelumnya dia meminta salah satu stafnya untuk melakukan survei kecil-kecilan di lapangan.
Niky membuka laporan hasil survei dari salah satu stafnya kemudian membacanya. Dari survei itu menunjukkan banyak yang menyatakan puas dengan kinerja tim IT dari Firma Tech.
“Ada masukan dari beberapa customer...”gumam Niky saat membaca halaman lainnya dan menemukan beberapa saran untuk perusahaannya.
“Hm...”Niky diam dan berpikir setelah membaca semua masukan dan saran dari para customernya.
“Jadi aku akan melakukan perbaikan dan peningkatan di bagian ini...”gumamnya lagi setelah menemukan alternatif dan solusi untuk peningkatan performa kualitas para staf IT nya.
Satu bulan berlalu setelah Niky menerapkan terobosan baru pada perusahaannya yang melayani customer dengan sepenuh hati dan menyelesaikan masalah sampai tuntas, permintaan customer yang menggunakan jasa IT dari Firma Tech meningkat dari waktu ke waktu.
Mengetahui hal itu Niky sama sekali tidak pernah lengah dan terus meningkatkan kinerja perusahaannya hingga membuat perusahaannya tetap stabil dan meningkat secara berkala.
Beberapa bulan berikutnya di Firma Tech. Tampak Niky sedang duduk di ruangannya menatap monitor di depannya. Dia melihat neraca keuangan perusahaannya kali ini.
“tap... tap... tap...”suara langkah kaki menuju ke ruangannya.
__ADS_1
“kriek...”suara pintu ruangan itu yang dibuka. Niky menoleh dan menatap ke arah pintu yang terbuka.
“Sayang...”ucap Niky saat melihat Cassia yang masuk ke ruangannya.
Cassia menutup kembali pintu ruangan keputihan duduk di samping Niky.
“Kakak... apa yang sedang kakak kerjakan ?”tanya Cassia padanya sambil menaruh tasnya ke meja.
“Aku sudah melihat hancur neraca keuangan perusahaan ini sayang... lihatlah...”ucap Niky sambil menari gadis itu untuk lebih mendekat dan menunjukkan neraca yang dilihatnya.
Cassia yang merasa tak nyaman berjongkok kemudian menarik kursinya mendekat dengan Niky lalu duduk untuk melihat laporan tadi.
Gadis itu tersenyum saat melihatnya karena Niky mendapatkan banyak laba.
“Aku akan mendukung kakak. Aku juga berencana membuka perusahaan kedua.”jawab Cassia tersenyum lebar kemudian menyadarkan kepalanya ke bahu Niky.
Dua bulan berikutnya terdapat dua perusahaan baru lagi di daerah itu. Satu perusahaan milik Niky yang bergerak di bidang jasa ekspor dan impor, dan satu lagi perusahaan milik Cassia yang bergerak di bidang event organizer.
Beberapa bulan kemudian dua perusahaan itu resmi dibuka. Dan tenyata dua perusahaan itu mampu bersaing dan stabil di tengah persaingan ketat bisnis yang sedang terjadi saat ini.
Waktu terus berlalu,Cassia dan Niky bekerja keras untuk membuat perusahaan mereka survive. Dari hasil kedua perusahaan baru mereka yang berdiri, Cassia dan Niky sepakat untuk membangun lagi satu perusahaan sebagai milik bersama.
__ADS_1
Suatu pagi Cassia dan Niky sedang berada di depan sebuah bangunan baru yang sudah 80% dalam proses pembangunan.
“Kakak... aku tak menyangka kita bisa membangun lagi satu perusahaan...”ucap Cassia yang berdiri di samping Niky melihat ke atas menatap bangunan tinggi di depan mereka.
“Ya sayang.... mungkin kita akan mempunyai perusahaan baru lagi setelah ini...”balas Niky menatap Cassia sambil memeluk pinggangnya.
“Ah... kakak... ku rasa kita akan semakin sibuk setelah ini...”balas gadis itu tersenyum kecil pada Niky.
Mereka berdua kemudian berjalan-jalan melihat ke lokasi pembangunan untuk memeriksa beberapa bangunan hingga siang hari mereka memutuskan untuk pulang.
Cassia dan Niky berjalan masuk menuju pemasaran di putih dan meluncur di jalanan.
“Sayang...ku rasa aku perlu rumah baru di sekitar tempat kerja agar aku tidak pulang setiap hari keluar kota.”ucap Niky di tengah jalan.
Cassia bisa mengerti dan merasakan bagaimana lelahnya mengurus banyak perusahaan selain itu juga lelah di perjalanan ke luar kota menyetujui keinginan Niky.
“Baiklah kakak... kita akan mencari rumah setelah ini.”balas Cassia singkat kemudian menatap ke jalanan.
Tak lama kemudian mereka menuju ke sebuah kawasan perumahan yang ada di sekitar lokasi perusahaan mereka. Niky dan Cassia turun dari mobil setelah masuk ke lokasi tadi.
“Ayo kakak aku bantu mencarikan rumah yang nyaman untuk kau tinggali.”ucap Cassia setelah turun dari mobil.
__ADS_1
Mereka berapapun kemudian menuju ke lokasi perumahan dan melihat-lihat rumah yang ada di sana.
BERSAMBUNG....