Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 24. Memantau Naomi


__ADS_3

Niky mulai membalik halaman berkas yang dipegangnya lalu membaca satu demi satu halaman yang berkas.


“Apa ini sebenarnya... ?” katanya sambil mengerutkan dahi saat membaca berkas itu sekilas dan menemukan suatu masalah di sana.


“Maaf Bu Sherli... berkas ini...” ucapnya menyerahkan kembali berkas pada direktur accounting jangan banyak pertanyaan yang berjejal di kepalanya.


“Kau menemukan suatu masalah di sini... ?” tanya wanita itu sambil menunjuk berkas yang di terimanya.


“Ehm... iya... apa ada yang bisa ku bantu, bu ?” tanya Niky yang semakin tidak mengerti pada Apa yang dimaksud direktur accounting yang sedang tersenyum padanya itu.


“Jadi begini... sayang sekali proyek besar ini di hentikan sementara karena ada masalah di dalamnya. Dan aku bermaksud meneruskan proyek ini. Mungkin saja kau berminat... karena aku merasa kau berpotensi...” ucap direktur accounting Itu menjelaskan panjang lebar pada Niky.


Niky tampak diam sejenak dan berpikir untuk mempertimbangkannya.


“Jika aku berhasil membantu menyelesaikan masalah proyek ini mungkin aku akan mendapatkan posisi, namun jika aku gagal apa yang akan terjadi....” batinnya menimbang-nimbang konsekuensi.


“Terima kasih Bu Sherli sudah mempercayaiku dan memberiku kesempatan atas proyek ini. Tapi aku tidak tahu apa aku bisa melaksanakannya sesuai dengan harapan ibu....” ucap Niky menjelaskan keraguannya pada wanita itu.


Sherli melihat ketakutan dalam mata Niky di mana dia juga pernah mengalaminya saat masih sebagai staf baru.


“Kau tak perlu takut jika gagal melaksanakannya. Aku tidak akan memberimu hukuman dan saran ku ambil saja untuk pengalaman kerja mu.” ucap wanita itu meyakinkan Niky agar tidak takut melangkah ataupun takut pada bayangannya sendiri.


“Aku akan memikirkannya dulu, Bu Sherli.” ucap Niky tersenyum lega setelah mendengar tak ada hukuman untuknya jika dia gagal mengerjakannya.


“Ya... baiklah aku akan memberimu waktu untuk berpikir tiga hari dan aku tunggu jawabanmu.” ucap wanita itu lagi dengan tegas.


“Sekali lagi aku ucapkan terima kasih atas kebaikan dan tawaran dari ibu.” jawab Niky lalu berpamitan dan keluar dari ruangan itu kembali ke ruangannya.


Sore harinya setelah pulang kerja Niky memutuskan untuk pulang ke rumah bersama keluarganya daripada tinggal di rumah yang disewakan oleh Naomi untuknya.


Tak lama kemudian dia tiba di rumahnya dan segera masuk ke rumah setelah turun dari maserati putihnya.


“Niky... akhirnya kau pulang juga.” ucap ibunya yang mendengar suara mobil masuk lalu keluar. Wanita itu tampak senang melihat putranya yang pulang setelah beberapa hari berada di luar kota.

__ADS_1


“Ibu... bagaimana keadaan ibu ?” tanyanya saat masuk ke rumah.


“Seperti yang kau lihat, nak. Ibu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya berkat uang yang kirim untuk berobat selama ini.” jawab ibunya tersenyum.


Dari dalam keluar Devan dan Fiona yang berebut membawakan tas kerja kakaknya.


“Tak usah berebut, kakak bisa membawanya sendiri. Kalian akan tetap dapat uang saku dari kakak.” ucap Niky duduk di kursi sofa dan menyandarkan bahunya. Niky lalu mengambil dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang lalu memberikannya pada dua adiknya.


“Waah... banyak sekali kakak... terima kasih kak Niky.” jawab Devan dan Fiona bersamaan saat menerima uang dari Niky dan tersenyum lebar lalu memijit bahu kakaknya dan obatnya mengantuk lalu tertidur di kursi.


Di lain tempat tampak Naomi yang keluar dari rumahnya mengendarai mobil merah menuju ke rumah yang di sewanya untuk Niky.


Tanpa Naomi ketahui ada seorang lelaki yang mengendarai mobil hitam mengikuti dirinya setelah dia berada sepuluh meter dari rumah.


“ckiit... ”


Naomi menginjak rem dan segera mematikan mesin nya saat tiba di depan rumah yang di tuju nya.


Tak berapa lama kemudian mobil hitam yang tadi mengikuti Naomi juga sampai di tempat itu namun dia berhenti agak jauh agar tidak di curigai.


Di dalam rumah Naomi mencari keberadaan Niky.


“XL... aku datang. Kau di mana ?” teriaknya memanggil-manggil Niky karena tak melihatnya saat melihat ruang tengah.


Tak ada jawaban. Naomi pun masuk ke kamar Niky dan ternyata dia tak melihat lelaki itu di sana. Lalu dia mencari ke setiap ruangan yang ada di rumah itu namun masih tak menemukan nya juga.


“Huh... kemana dia... apa dia... ?” gumamnya yang kesal lalu duduk. Dengan cepat Noni mengeluarkan ponsel jadi balik tasnya dan mulai menelepon lelaki itu.


“kring....kring...kring...”Ponsel Niky berdering.


Niky yang merasa lelah dan tertidur tidak mendengar ponselnya berdering.


“kring... kring...” ponsel Niky terus berdering hingga membuat ibu keluar dari kamar dan menghampiri Niky.

__ADS_1


“Niky... bangun... ponsel mu berdering dari tadi” ucap ibunya Niki membangunkan anak itu sambil menepuk-nepuk bahunya.


“Aah... ibu... ada apa ?” jawabnya setelah bangun dan melihat ibunya berdiri di sampingnya.


“Ponsel mu...” ucap ibu lagi sambil menuju ponsel yang terus berdering lalu duduk di samping Niky.


“Ah iya...” jawabnya lalu duduk dan mengambil ponsel dari sakunya lalu mengangkat tanpa melihat siapa yang menelponnya.


“XL... aku ada di rumah dan tak menemukanmu. Kau ada di mana sekarang ?” ucap Naomi sambil keluar dari gambar Niky dan duduk di kursi.


“Ah... kau rupanya Naomi. Aku pulang hari ini.” jawab Niky singkat setelah mengetahui peneleponnya adalah Naomi.


“Aku ada urusan satu minggu kemarin dan baru selesai hari ini. Kapan kau pulang ?” ucap Naomi berbohong karena tak mau membuat lelaki itu marah padanya jika sebenarnya dia bersama suaminya.


“Mungkin besok.” jawab Niky singkat.


“Baiklah kalau begitu sampai ketemu besok, sayang...” ucap Naomi mengakhiri panggilan.


“Dasar wanita gila, Semakin hari kau semakin gila saja dan memanggil ku seperti kekasih Mu saja.” batin Niky yang terlihat kesal pada panggilan sayang dari Naomi untuknya dan segera menaruh kembali ponsel ke saku bajunya.


Ibunya yang sedari tadi duduk di sana dan mendengar percakapan iki dengan seorang wanita menjadi penasaran.


“Niky siapa wanita yang barusan menelpon mu... apa kau sudah punya kekasih sekarang ini nak ?” tanya ibunya menyelidik.


“Ouh... dia hanya temanku saja. Aku tidak punya kekasih dan belum memikirkan hal itu saat ini, Bu.” jawabnya gugup dan panik saat ibunya mendadak bertanya seperti itu.


“Ya sudah kalau begitu nak... kau pasti lelah setelah perjalanan dari luar kota. Beristirahatlah di kamar.” ucap ibunya lalu bangkit dari duduknya dan kembali ke ruang dalam. Niky pun ikut bangkit dari kursi dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat sejenak.


“klik...” Tiga puluh menit kemudian Naomi keluar dari rumah dan mengunci pintu rumah kembali. tibanya di luar Dia segera masuk ke mobil merahnya dan memacu mobil merahnya menuju ke tempat spa, karena dia merasakan seluruh tubuhnya lelah.


Sepuluh menit setelah mobil Naomi keluar dari kawasan itu, mobil hitam tadi kembali melajukan mobilnya melintasi jalanan yang di lalui Naomi sambil melakukan panggilan pada seseorang di dalam mobil.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2