
Malam harinya Niky berendam lama di bathup yang sudah dia isi dengan air hangat dengan taburan banyak garam mineral untuk membantu meredakan memar pada tubuhnya akibat pukulan dari Daniel dan anak buahnya.
Dua jam lamanya dia berendam di sana dan baru keluar setelah air dalam bathup itu menjadi dingin. Seperti biasa dia keluar dengan mengenakan handuk di tubuhnya.
“Lumayan berkurang memar di tubuhku...” gumamnya saat masuk ke kamar dan melihat pantulan tubuhnya dari cermin.
Niky segera berganti baju dan duduk di tepi tempat tidur. Pandangan nya tertuju pada ponselnya di meja yang tampak bergetar.
“Siapa yang telepon ?” ucapnya lirih menatap dari kejauhan ponselnya. Karena masih terus bergetar dia pun berdiri dan mengambil ponselnya.
“Naomi... wanita gila ini....apa dia tak takut pada suaminya ?” batinnya menatap panggilan masuk dari Naomi di ponselnya dan tidak mengangkatnya.
“Jika aku mengangkat atau mengirim pesan padanya kali ini, pasti suaminya akan mendatangiku lagi.” gumamnya menatap ponselnya dimana Naomi terus menghubungi nomornya meskipun dia tidak mengangkatnya.
“klik...” seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya, Niky menekan tombol power di ponselnya dan menaruh ponsel itu kembali ke meja setelah mati.
Niky kembali duduk dan berpikir untuk memberitahu Naomi perihal hubungan mereka.
“Ah ya...” Niky berdiri setelah mendapatkan ide. Dia mengambil selembar kertas dan pena dari laci lalu duduk kembali. Terlihat lelaki itu mulai menuliskan sesuatu pada secarik kertas tadi.
Selesai menulis Niky melihat barangnya yang ada di rumah itu.
“Aku harus membereskan nya sekarang juga... aku malas berurusan lagi dengan suami wanita gila itu. Karena aku harus segera menyelesaikan masalah ku sendiri.” ucap Niky membereskan beberapa barangnya dan memasukkannya dalam koper. Setelah selesai berkemas dia kembali ke tempat tidur dan memejamkan matanya di sana.
Pagi harinya Niky segera bangun dan bersiap untuk berangkat kerja. Selesai mandi dan makan roti selai dia segera keluar dari rumah itu dengan membawa barang-barang dan memasukkannya ke bagasi mobil.
“broom....” Niky memacu maserati putihnya menuju ke tempat kerja. Di tengah jalan dia berhenti di sebuah counter yang menjual nomor perdana baru.
“Pak tolong nomor perdana yang ini.” ucapnya saat di depan counter dan memilih nomor baru.
Setelah membuang nomor lamanya mengaktivasi nomor baru dia kembali masuk ke maserati putihnya. Tak berapa lama kemudian dia tiba di tempatnya bekerja.
__ADS_1
“tap... tap...” Niky turun dari mobil dan berjalan masuk ke ruangan tempatnya bekerja dan duduk di kursinya.
“Hai Joey...” sapa Niky pada rekan yang ada di sebelahnya yang terlihat menatap layar laptopnya dengan serius seperti biasanya.
“Hai Niky... kenapa wajah mu sedikit bengkak begitu ?” jawab Joey setelah menoleh pada Niky dan mendapati wajah temannya itu sedikit bengkak.
“Ouh... ini... aku habis memukul seseorang yang mencoba merampok ku sepulang kerja kemarin.” jawabnya sambil tersenyum dan menyentuh pipinya yang terlihat sedikit bengkak.
“Ada-ada saja kau ini Niky...” balas Joey ringan dan kembali Menatap layar laptopnya melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai.
Hari ini merupakan hari ketiga setelah direktur accounting menawarkan pekerjaan baru untuknya dan hari ini orang itu menunggu jawaban dari Niky.
Niky beralih menatap layar laptopnya dan membuka e-mail untuk mengecek tugasnya dan Ternyata dia belum mendapatkan tugas sampai hari ini.
“kring... kring...” telepon di meja Jessi berdering. Wanita itu segera mengangkatnya sebelum deringan ke tiga.
“Halo dengan Jessi ada yang bisa dibantu ?” ucap wanita itu ditelepon sambil lucu beberapa laporan yang sudah masuk di email-nya. Dia berhenti menatap layar laptopnya setelah suara yang meneleponnya ternyata adalah
direktur accounting.
“Ya baik Bu Sherli...” jawab Jessi singkat tanpa bertanya lagi meskipun dia penasaran ada apa direktur accounting itu memanggil Niky ke ruangannya.
Jessi berdiri dari tempat duduknya setelah menaruh kembali gagang telepon di tempatnya menuju ke meja Niky.
“Niky... aku mendapat telepon dari Bu Sherli. Dia memintamu untuk segera ke ruangannya sekarang juga.” ucap Jessi dengan nada sedang dan membuat semua staf yang ada di sana seketika menatap Niky.
Niky tanpa bersuara dan menganggu segera berdiri dari kursinya lalu keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ke ruangan direktur accounting. Sementara staf yang ada di sana saling berpandangan meskipun tidak saling berbicara dan menatap Niky.
“Kenapa kira-kira direktur accounting memanggil Niky ya...” batin setiap staf yang ada di sana.
“tok... tok...” Niky mengetuk pintu ruang direktur accounting setelah tiba di sana.
__ADS_1
“Masuklah Niky....” ucap Sherli setelah mendengar pintunya diketuk dan yakin itu adalah Niky.
Niky masuk ke ruang direktur accounting dan segera menghadap ke Sherli.
“Pagi Bu Sherli... ada apa Ibu memanggil ku kemari ?” tanya Niky denhan sopan dan menatap lurus mata wanita itu.
“Sepertinya kau sudah tahu jika hari ini kau harus menjawab pertanyaan dari ku yang ku tanyakan pada mu tiga hari yang lalu.” ucapnya langsung inti permasalahan tanpa berbasa-basi.
Wanita itu melepas kacamatanya dan menaruhnya ke meja sambil menunggu jawaban dari Niky.
“Sudah ku duga pasti hal ini...” batin Niky yang masih diam dan mencoba merangkai kata untuk mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.
“Bu Sherli... aku sudah mempertimbangkannya dengan baik sebelumnya. Aku bersedia mengerjakan tugas yang Ibu berikan padaku. Aku tidak menjanjikan hasil baik pada ibu tapi ku akan berusaha semampuku.” jawab Niky setelah menyusun kata-katanya.
Tampak wanita itu tersenyum lebar menatap Niky mendengar jawaban darinya.
“Ku harap kau tak akan mengecewakan aku.” ucap wanita itu lagi pada Niky.
“Baiklah kau duduk dulu di sana dan tunggu sebentar. Aku akan mencetak dan memberikan laporan proyek Wonderland itu padamu untuk kau pelajari.” ucap wanita itu pada Niky. Dia lalu segera me-ngeprint data-data yang terkait dengan laporan proyek wonderland yang mangkrak.
Tak lama kemudian dia selesai mencetak semua data dan laporannya.
“Niky tolong ke sini sebentar.” ucap Naomi memanggil Niky.
“Baik bu Sherli.” jawab Niky singkat dan segera berdiri dari tempat duduknya lalu kembali menghadap wanita itu.
“Bawa ini.... kau pelajari dulu. Ku harap minggu depan kau sudah mulai mengerjakannya.” ucapnya sambil menyerahkan data-data setumpuk terkait proyek Wonderland pada lelaki itu.
Niky menerima dokumen itu dan menelan ludah saat melihat tumpukan dokumen yang di bawa nya.
Niky kembali ke ruangan dengan membawa setumpuk dokumen data-data proyek Wonderland dan manaruhnya ke meja.
__ADS_1
Dia membaca satu persatu data yang ada di meja itu.
BERSAMBUNG...