Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 129 Resign


__ADS_3

Semakin hari Niky merasa semakin penat karena beban tugas di kantornya tempat bekerja saat ini semakin bertambah dari hari ke hari.


Niky Duduk diam dan termenung di depan monitor nya. Dia memikirkan ulang sesuatu yang telah direncanakannya agar tak salah dalam mengambil keputusan.


“Baiklah.... mungkin memang aku harus melakukannya dan sekarang adalah saat yang tepat...”batin Niky yang merasa mantap mengambil keputusan setelah mempertimbangkannya matang-matang.


Niky tampak menghela nafas panjang. Dia pun menyentuh keyboard yang ada di depannya dan kemudian mengetik surat pengunduran diri.


“tik...tik...tik...”Lima menit kemudian dia selesai membuat surat pengunduran diri dari pekerjaannya sekarang.


Niky mengambil amplop putih dari lacinya lalu melipat suratnya dan memasukkannya dalam amplop.


Dia pun segera berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar menuju ke ruang HRD.


“tok... tok... tok...”Niky mengetuk pintu sesampainya di depan ruang HRD.


Dia masuk ke ruangan setelah seseorang membukakan pintu.


Kebetulan sekali yang menemuinya saat itu adalah Adrian, orang yang merekrutnya dulu dan merupakan teman dari Naomi.


“Manajer Adrian... aku ke sini ingin menyerahkan ini.” ucapnya sambil memberikan amplop putih pada lelaki itu.


Adrian menerima surat Niky dan membaca isinya.

__ADS_1


“Apa kau yakin mau resign dari perusahaan ini... sedangkan jabatan mu sudah tinggi di sini...”jawab kalau gitu yang sangat menyayangkan keputusan Niky.


“Aku sudah yakin manajer Adrian. Ada sesuatu di luar sana yang mendesak dan membuatku harus mengambil keputusan ini.”jawan Niky tanpa keraguan pada keputusan yang telah diambilnya.


Adrian pun menerima surat pengunduran diri dari Niky dan akan segera memprosesnya. Dia pun sempat menanyakan kabar Naomi pada Niky, namun Niky sudah lama sekali tak mengetahui kabar wanita itu seperti apa sekarang.


“Terima kasih atas bantuan dari manajer Adrian selama ini.”ucap Niky kemudian menjabat tangan dan berpamitan pada lelaki yang pernah membantunya dulu.


Satu minggu berikutnya berita mengenai pengunduran Niki dari perusahaan itu sudah tersebar ke semua staf yang ada di sana. Semua pihak sangat menyayangkan keputusan Niky saat itu, namun dia tetap bersikeras ingin resign dari sana.


Di suatu sore sebelum pulang kerja dia pun berpamitan pada semua staf yang dikenalnya.


Niky masuk ke ruang kerjanya dulu dan berpamitan pada Joey, Jessi dan lainnya.


“Ya.... tentu saja kita semua agar tetap menjadi teman sampai kapanpun. Sampai jumpa semuanya...”ucap Niky kemudian berpamitan pada semua staf yang ada di sana dan keluar dari ruangan itu menuju ke ruang Selly serta berpamitan padanya.


Wanita itu meminta Niky untuk memikirkan ulang keputusannya itu namun Niky tetap pada pendiriannya dan Selly tak bisa berbuat apa-apa untuk mempertahankan Niky di sana.


Dua minggu berikutnya tepat di awal bulan Niky resmi keluar dari perusahaan Atmaja Group dan kali ini dia benar-benar fokus mengurus ketiga perusahaannya.


Niky tiba di perusahaan ketiganya, Firma Tech.


“tap.... tap... tap....”Niky turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju ke kantornya.

__ADS_1


Di depan kantor, Cassia sudah menunggu kedatangannya sedari tadi.


“Kakak... kau sudah datang...ayo kita segera masuk...”ucap Cassia mengulurkan tangan menyambut kedatangan Niky lalu memegang tangannya dan berjalan bersama masuk ke dalam.


Di dalam ruangan mereka duduk berdua dan berhadapan. Niky tampak diam dan merenung teringat pada tempatnya bekerja sebelumnya.


“Kakak... apa yang kau pikirkan... ?”tanya Cassia memegang tangan Niky untuk menyadarkannya dari lamunan.


“Oh... tidak ada sayang... aku hanya teringat pada perusahaan tempatku bekerja sebelumnya.”jawab Niky singkat.


Cassia bisa melihat jika kekasihnya itu ada perasaan menyesal melepaskan jabatannya dari perusahaan tempatnya bekerja.


“Kakak... satu perusahaan yang kau lepaskan itu tak usah kau pikirkan. Kau sudah mendapatkan gantinya tiga perusahaan dan hasilnya sudah melebihi dari sebelumnya kau dapat di sana.”ucap Cassia menghibur Niky dan menyemangatinya.


“Ya sayang....”balas Niky sambil tersenyum dan menggenggam erat tangan Cassia. Dia merasa tenang di saat dirinya sedang goyah dan kosong, Cassia selalu ada untuknya.


“Kakak... aku yakin suatu hari nanti kakak akan sukses dan sejajar dengan pebisnis kelas atas lainnya. Dan semua itu dimulai dari sekarang. Ayo kita berusaha keras agar kita bisa membangun beberapa perusahaan lagi.”ucap Cassia memberi semangat Niky lagi.


“Sayang... kau memang yang terbaik.”balas Niky kemudian memegang tangan Cassia dan menciumnya.


Niky pun membuang semua rasa yang masih tertinggal di perusahan sebelumnya dan fokus pada perusahaan barunya agar bisa masuk ke top chart beberapa pekan lagi.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2