Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 27 Kehilangan Niky


__ADS_3

Di tempat duduknya sekarang tampak Niky menarik nafas dalam-dalam lalu membaca satu persatu file data tentang proyek Wonderland.


Lelaki itu terlihat serius membaca tumpukan file di mejanya hingga mengundang tanda tanya beberapa staf lainnya yang ada di ruangan itu saat mereka semua tengah terlihat santai setelah menyelesaikan deadline laporan mereka.


Jessi dari kejauhan mengamati Niky yang sedang sibuk sendiri disaat yang lainnya sedang santai dan terlihat santai di ruangan.


“Angel... kau biasanya staf yang paling dermawan di antara staf lainnya.” celetuk Joey yang meneteskan air liur saat melihat gadis itu makan cokelat dan kue lainnya yang tampak menggoda.


Angel langsung paham maksud dari perkataan Joey.


“Oh... maksudmu kau mau ini ?” jawab Angel menunjuk sebuah kue yang ada di mejanya. Dan Joey tampak mengangguk menatapnya.


“Ah sayang sekali Joey... ini tinggal satu dan ini bukan untuk mu...” jawab Angel tersenyum lebar menatap lelaki itu.


“Lalu buat siapa jika aku tak boleh memintanya ?” tanyanya kembali yang menjadi penasaran.


Angel langsung berdiri membawa kue itu dan berjalan menghampiri Niky yang masih tampak serius dengan tumpukan dokumen di meja.


“Niky... taruh dulu dokumen yang kau pegang itu.” ucap Angel mengambil dokumen dari tangan Niky dan meletakkannya kemeja.


“Angel... apa yang kau lakukan aku masih...” ucapnya berusaha mengambil kembali dokumen yang di letakkan oleh Angel ke meja namun gadis itu memegang tangannya dan menaruh sebuah kue di tangan Niky sambil tersenyum.


“Kau curang Niky, itu seharusnya bagian ku.” ucap Joey tiba-tiba saat menatap Niky yang terpaku menatap kue pemberian Angel.


“Oh... kau mau ini.. ambillah kalau kau mau.” Niky menyerahkan kue itu pada Joey. Namun dengan gerakan sikap Angel mengambil kembali kue itu dan langsung menyuapkan pada Niky.


“Hem... enak sekali...” ucap Niky saat mengunyah kue yang sudah masuk ke mulutnya.


“Cie...” ucap beberapa staf lain yang ada di ruangan itu saat melihat apa yang dilakukan oleh Angel pada Niky barusan.


“Sepertinya ada yang mau menyatakan sesuatu di sini...” sorak salah satu staf menatap Angel yang menjadi salah tingkah dan tampak malu.

__ADS_1


Mendengar ruangan yang jadi berisik, Jessi pun angkat bicara.


“Angel cepat kembali ke tempat duduk mu !” ucap Jessi yang seketika membuat ruangan itu kembali hening seperti sebelumnya dan membuat Angel langsung kembali ke tempat duduknya sebelum lady killer itu melakukan sesuatu padanya.


Terlihat staf lain yang masih berbisik dan tertawa menatap Jessi dan mengira wanita itu cemburu pada Angel.


“Ayo... semuanya kembali bekerja.” ucap Jessi lagi setelah melihat beberapa staf yang masih tertawa. Saat kalian sudah kembali tenang seperti sebelumnya giliran Jessi yang bertanya pada Niky.


“Niky dokumen apa itu yang kau bawa keluar dari ruangan direktur accounting ? Kenapa banyak sekali ?” tanya Jessi saat pandangannya tertuju pada tumpukan dokumen di meja Niky.


Niky mengambil lagi dokumen dari mejanya dan membukanya lagi.


“Oh ini maksud mu... ini file data mengenai Wonderland.” jawab Niky singkat sambil menatap Jessi.


Tak hanya Jessi yang terlihat terkejut mendengar perkataan Niky. Tapi staf lain ada disana juga ikut terkejut saat mengetahui direktur counting langsung yang menunjuk lelaki itu untuk mengerjakan laporan salah satu proyek besar di perusahaan itu, meskipun itu hanya proyek yang mangkrak.


“Jika begitu... kami semua akan menunggu traktiran mu nanti Niky saat kau berhasil menyelesaikan tugas pertama mu itu.” ucap Jessie menimpali Niky.


“Wah... ya benar... kami semua menunggu traktiran dari mu Niky.” ucap para staf yang ada di ruangan itu dan membuat tempat kerja mereka kembali ramai seperti sebelumnya. Sementara Niky hanya tersenyum mengangguk menatap mereka semua dan kembali menatap laporan yang masih menumpuk di mejanya.


“Hari cepat sekali berlalu...” gumamnya saat keluar dari ruangan kerjanya dan masuk ke maserati putihnya.


“Mulai hari ini aku bebas tanpa ada gangguan dari wanita gila itu lagi.” ucap nya tersenyum simpul merasa senang karena hari ini dia akan pulang berkumpul kembali dengan ibu dan dua adiknya.


Sementara itu di lain tempat. Tampak Naomi yang meluncur dari rumahnya mengendarai mobil merah menuju ke rumah yang khusus disewanya untuk Niky.


Tak berapa lama kemudian wanita itu tiba di depan rumah dan segera masuk ke sana.


“Ah...dia belum pulang rupanya. Baiklah aku akan menunggunya dulu.” gumam Naomi yang melihat rumah itu dalam keadaan sepi dan duduk di sebuah kursi menanti kedatangan Niky.


Dua jam sudah wanita itu menunggu dan ternyata yang ditunggunya tak kunjung datang juga. Dia pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor telepon Niky.

__ADS_1


“tut... tut... tut... nomor yang anda hubungi sedang ada diluar service area.”


“Apa... XL mematikan ponselnya ?” ucapnya tak percaya dan mengulangi panggilannya berkali-kali namun tetap saja teleponnya tak tersambung.


“Ah kemana dia, apa dia pulang? Tapi kenapa dia tidak bilang padaku ?” gumamnya yang merasa kesal pada Niky karena mendadak tak bisa dihubungi.


Dia pun berdiri dan menatap ke sekitar ruangan yang terlihat aneh di mana ada beberapa barang di sana yang tidak ada di tempatnya.


Naomi masuk ke kamar Niky dan betapa terkejutnya dia saat melihat ruangan itu kosong.


“Kosong... kemana sebenarnya dia ?” batinnya lagi lalu berjalan ke arah almari di sudut ruangan dan membukanya dimana dia mana itu ternyata tak ada satupun baju miliki di dalamnya.


Naomi seketika tanpa apaan dia pun kembali berjalan ke meja yang ada di kamar itu dan melihat ada selembar kertas yang tergeletak di atasnya. Dengan rasa penasaran dia pun membaca surat yang ternyata memang di tulis oleh Niky dan ditujukan untuk nya.


“Apa... XL... kau pergi dari sini tanpa memberitahu ku dan menghilang begitu saja ??” gumamnya yang tampak syok menyadari lelaki itu telah meninggalkannya meskipun dia telah berkorban banyak uang untuk nya.


“Tidak... ini semua pasti ulah Daniel !!” teriak wanita itu yang tampak histeris dan menyobek surat yang di tulis oleh Niky.


“Mungkin aku masih bisa bertemu dengan XL hari ini. Aku akan mencarinya ke kantor tempat dia bekerja.” gumamnya yang merasa tak rela harus kehilangan Niky dari hidupnya. Dia pun segera keluar dari rumah itu.


Di luar rumah itu Naomi terlihat terkejut saat melihat mobil hitam yang barusan melintas di luar rumah itu.


“broom...” Naomi segera memacu mobilnya lainnya dan mengejar mobil hitam yang dikenalnya itu. Dia menambah kecepatan dan menyalip mobil hitam itu lalu membuatnya berhenti.


“Jadi kau mengikuti ku dan melaporkan semua aktivitasku pada Daniel ?!” ucap Naomi marah dan menarik keluar pengendara mobil hitam itu.


“Maaf Nyonya... aku hanya menjalankan perintah tuan Daniel saja.” ucap lelaki itu menjelaskan pada Naomi.


“Pergilah... ingat jika sampai aku melihat mu membuntuti ku lagi, kau akan tahu akibatnya !” ucap Naomi melepaskan anak buah Daniel.


Tanpa banyak bicara lagi lelaki yang merupakan anak buah dari Daniel itu segera memacu mobil hitamnya kembali meninggalkan Naomi.

__ADS_1


“Sial.... !!” tampak Naomi yang kesal dan sudah masuk kembali ke mobilnya dan melaju mobil merahnya menuju ke rumah.


BERSAMBUNG...


__ADS_2