
Beberapa hari kemudian Cassia mentransfer sejumlah nominal uang pada rekening Niky yang merupakan jatah bulanannya yang dia tabung selama bertahun-tahun lamanya.
Cassia saat itu ada di rumah Wardana karena ayahnya tidak keluar kota.
“Semoga saja kakak akan senang...” ucap Cassia tersenyum lebar menatap layar ponselnya setelah mengirim pesan pada Niky.
“Tak masalah aku akan menabung lagi mulai dari sekarang.” batin Cassia menatap rekening saldonya yang tinggal sedikit.
“Drtt...” suara nada pesan masuk.
Niky saat itu sedang ada di ruang meeting mengikuti meeting bersama para kepala bagian dari berbagai divisi dan mengalihkan ponselnya ke mode silent.
Meskipun bukan sebagai pemateri utama, dia tak berani bertindak sembarangan di sana karena presiden direktur juga mengikuti sesi meeting kali ini.
Niky mengeluarkan ponselnya dari balik saku bajunya setelah merasakan ponselnya bergetar.
“Pesan masuk dari Cassia...” batinnya setelah mengusap layar ponselnya. Namun dia tak berani membaca pesan itu dan segera menutupnya kembali lalu memasukkan ke dalam saku bajunya.
Di lain tempat Cassia yang saat itu sedang berada di kamar masih memegang ponselnya dan menunggu balasan dari Niky.
“Tumben kakak tidak langsung membalasnya... emm... mungkin dia sedang sibuk. Ya sudah kalau begitu.” gumamnya setelah lima belas menit menunggu dan tak ada balasan dia pun menaruh ponselnya ke meja lalu ke luar dari kamar.
Dua jam kemudian meeting di perusahaan Niky berakhir. Dia segera kembali ke ruangannya dan mengeluarkan ponselnya kembali untuk membaca pesan dari Cassia.
“Apa ini... ?!” gumam Niky saat menerima sebuah foto screen short.” Karena penasaran dia segera membuka gambar yang dikirimkan oleh Cassia.
__ADS_1
“Oh my God... aku tak percaya ini. Cassia benar-benar mau membantuku. Dia benar-benar rela mengeluarkan uang sebanyak ini...” ucap Niky yang tersenyum lebar dan tak percaya pada apa yang dilihatnya.
Untuk memastikannya Niki mengecek sendiri rekening saldonya dan ternyata benar ada sejumlah nominal yang masuk ke saldonya sebesar yang disebutkan oleh Cassia.
“Cassia... Aku benar-benar tak mengira ini...” ucap Niky kemudian duduk di kursinya.
Dia kemudian menelepon nomor Cassia.
“tuut... tuut... tuut....”suara telepon tidak tersambung.
Niky kembali mengulangi panggilannya sampai lima kali namun masih belum tersambung juga.
“Kemana ya Cassia... apa mungkin dia sedang repot...” batin Niky yang merasa kecewa karena dia ingin menyampaikan terima kasih secara langsung padanya.
“Sayang... terima kasih banyak sudah membantu ku. tapi sebenarnya kau tak perlu repot seperti ini.” ucap Niky membaca ulang tulisannya dan kemudian mengirim nya.
Niky terlihat berseri-seri setelah menerima bantuan dari Cassia. lelaki itu pun kini duduk dengan tenang di kursinya.
Dia membuka kembali catatan yang dibuatnya untuk perusahaannya dan mencari daftar nomor telepon supplier.
“Baik... sekarang aku akan mencoba menghubungi supplier XXX dan XXX...” ucap Niky bersemangat.
“Kring.... kring... kring...” Niky hubungi satu persatu daftar supplier yang terdapat pada catatannya.
“Halo benar ini dengan supplier XXX... ?” ucap Niky setelah telepon tersambung.
__ADS_1
“Ya benar pak...” jawab seseorang dari seberang telepon.
“Tolong hubungkan aku dengan bos kalian ?” ucap Niky yang ingin bernegosiasi langsung dengan pemiliknya.
“Baik mohon ditunggu sebentar.” jawab penerima telepon itu kemudian menghubungkan pada pimpinannya.
Beberapa saat kemudian Niky berbicara dengan pemiliknya secara langsung dan meminta untuk bertemu.
Setelah panggilan berakhir Niky mencoba menghubungi supplier lain dan melakukan hal yang sama dengan mereka.
“duk...” Niky duduk setelah selesai menelepon semua supplier yang ada dalam daftar catatannya.
“Masalah supplier sekarang beres. Dan aku belum memiliki memikirkan nama untuk perusahaan yang akan ku buka ini. kira-kira apa yang cocok....” batin Niky yang sama sekali belum menetapkan nama untuk perusahaannya itu.
“Tuk... tuk...” Niky menentukan jari-jari tangannya ke meja dan berpikir untuk mencari nama yang sesuai dengan perusahaan yang akan didirikannya itu.
Setelah berpikir lama dan tak menemukan satupun nama yang cocok dia pun memutuskan untuk mencari di internet sederetan daftar nama bagus dan menulisnya di sebuah catatan dan akan memilihnya nanti.
“Tak terasa hari sudah beranjak sore dan saatnya untuk pulang. Niky keluar dari ruangannya meskipun dia belum menemukan ide yang cocok untuk nama perusahaannya.
Beberapa minggu berlalu dan kini berbagai barang sudah ada di perusahaan Niky dan perusahaan itu siap beroperasi.
Niky mengirimkan beberapa foto perusahaannya pada Cassia, agar gadis itu bisa melihatnya dan ikut senang.
BERSAMBUNG...
__ADS_1