Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 28 Pagi Yang Sepi


__ADS_3

Beberapa hari berikutnya Naomi kembali ke kantor tempat Niky bekerja. Dia menunggunya tak jauh dari kantor itu berada. Namun dia tak pernah melihat maserati putih milik Niky yang keluar dari sana meskipun dia sudah menunggu selama dua jam dan semua staf di perusahaan itu sudah pulang semua.


“Sudahlah... aku pulang saja. Mungkin besok aku akan kesini lagi.” ujar Naomi yang tampak kecewa karena lagi-lagi gagal menemukan Niky dan memutuskan untuk memacu mobil merahnya menuju ke rumah.


Di tempat lain terlihat Niky sedang mengendarai maserati putihnya mengambil rute jalan yang berbeda dari rute jalan yang biasa di lewati saat pulang menuju ke rumah agar Naomi tak menemukan dirinya.


Di tengah jalan dia berhenti saat melewati sebuah jalanan di mana di sana merupakan tempat proyek Wonderland di bangun.


“Taman hiburan Wonderland...” gumam Niky saat membaca sebuah papan besar di pintu masuk ke taman bermain itu.


Dia berjalan sebentar untuk melihat-lihat kondisi taman bermain yang di hentikan sementara pembangunannya karena suatu hal.


Tampak beberapa wahana yang sudah dibangun beberapa terlihat rusak karena tak dirawat juga terlihat beberapa bangunan yang setengah jadi yang terlihat tak terawat juga.


“Sayang sekali proyek besar ini harus berhenti di tengah jalan seperti ini...” gumamnya sambil duduk di salah satu wahana yang ada di sana dan masih menatap ke sekeliling.


Niky kembali berdiri dan berjalan sampai ke ujung batas wahana itu untuk memeriksa kondisinya. Dia menatap langit yang tampak mulai gelap dan memutuskan untuk keluar dari wahana itu karena di sana tak ada penerangan.


“broom...” Niky segera memacu Maserati putihnya ke rumah setelah masuk ke dalamnya dan beberapa lama kemudian dia tiba di rumahnya.


“Kakak.... !” teriak Fiona dan Devan saat mendengar suara mobil yang masuk ke rumahnya dan langsung berlari keluar.


“Hay... kakak punya sesuatu untuk kalian berdua.” ucapnya saat dua adiknya datang menyambut kepulangannya dan memberikan tiga tas yang berisi hadiah untuk Fiona, Devan dan ibunya.


“Memang yang paling enak adalah tinggal di rumah sendiri bersama keluarga meskipun hidup sederhana daripada tinggal di tempat mewah dengan seseorang yang tidak di harapkan...” gumamnya sambil tertawa lebar melihat rumah sederhana itu lalu masuk ke dalam dengan lega tanpa ada yang mengusiknya lagi setiap malam datang.


Malam berganti dengan pagi. Niky bangun tidur dan segar setelah tak ada yang mengganggunya semalaman.


“Masih jam 05:00 pagi rupanya...” ucap Niky saat terbangun dan melihat jam dinding di kamarnya yang masih menunjukkan terlalu dini baginya untuk bangun.


“Rasanya aku sudah bangun dari mimpi buruk ku ini...lebih baik aku bersiap sekarang.” ucapnya lalu bangun dan menuju ke kamar mandi.


Tak berapa lama kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan masih memakai handuk dan masuk ke kamarnya untuk berganti baju.

__ADS_1


“Hmm... aroma lezat apa ini...” gumam Niky saat mencium bau masakan yang menusuk hidung dan mengundangnya untuk berjalan menuju ke dapur.


Ternyata di dapur ada ibunya yang sudah bangun lebih awal darinya dan sedang memasak.


“Niky... masih pagi ini kalau sudah siap berangkat kerja ?” tanya ibunya saat mendengar suara seseorang masuk ke dapur dan ternyata itu adalah Niky.


“Ibu... jam segini sudah masak ?” tanya Niky menghampiri ibunya untuk melihat apa yang dimaksud ibunya.


“Hari ini Ibu sengaja bangun lebih awal untuk memasakkan mu, karena kau berangkat paling pagi dari yang lainnya.” ucap ibu sambil mematikan kompor dan menyajikan ayam goreng yang sudah selesai di masaknya ke meja makan.


“Sekarang makanlah... dengan menu seadanya...” ucap ibu mengambilkan sepiring nasi dan ayam goreng pada Niky.


“Terima kasih ibu... bagiku ini makanan mewah...” jawab Niky tersenyum sambil menerima piring yang diberikan oleh ibunya lalu duduk di depan meja makan dan mulai menyantap nya.


Tak berapa lama kemudian setelah selesai makan Niky berpamitan pada ibunya dan segera berangkat ke tempat kerjanya.


Satu jam berikutnya Niky tiba di tempatnya bekerja. Dia merupakan staf pertama yang datang di sana.


“srak...”


Tampak di dalam mobil Niky membaca kembali laporan mengenai proyek Wonderland yang dia bawa pulang untuk di pelajari.


“Hmm... proyek ini akan berjalan kembali seandainya beberapa investor besar tidak menarik modalnya dan mencari beberapa investor lain untuk menanamkan banyak modal di proyek ini...” gumam Niky setelah membaca laporan proyek Wonderland yang dipegangnya.


Lelaki itu terlihat berpikir mencari ide dan solusi atas permasalahan proyek yang mangkrak itu.


Satu jam kemudian Niky menutup kembali laporan yang dipegang dan keluar dari mobil setelah melihat Jessi memarkir mobilnya di tempat parkir.


“Hey Niky...kau sudah datang dari tadi rupanya.” ucap Jessi turun dari mobil dan menghampiri Niky yang juga baru keluar dari mobil.


“Ayo kita jalan bersama menuju ke ruangan. Aku akan segera membukanya.” ucap Jessi mengajak Niky berjalan bersama sambil mengeluarkan kunci ruangan dari balik saku bajunya.


“Ya... ayo...” jawab Niky pacaran di samping Jessi sambil membawa kembali laporan data proyek Wonderland bersamanya.

__ADS_1


“klik...” Jessi memutar kunci dan pintu terbuka. Baru mereka berdua yang masuk ke ruangan itu dan di sana tampak sepi.


Niky berjalan menuju ke tempat duduknya dan segera duduk. Karena jam kerja belum di mulai, lelaki itu duduk bersantai di mejanya dan memanfaatkan fasilitas wifi di kantornya sekedar untuk mencari informasi ringan mengenai tempat wisata yang bisa dia kunjungi bersama keluarga saat ada waktu.


Jessi yang sudah lama ada perasaan pada Niky memanfaatkan kesempatan yang ada saat itu.


Wanita itu melihat Niky yang tampak segar di pagi hari dengan wajah tampan bersinar membuatnya ingin mendekati lelaki itu.


“Niky...” panggil Jessi saat dia sudah berdiri di depan meja Niky dengan berpose manis dan menggoda untuk menarik perhatiannya.


“Ya Jessi...” jawab Niky datar dan beralih menatap wanita itu. Tiba-tiba tanpa ada sebab, Jessi menghampiri Niky dan semakin mendekat dengannya lalu wanita itu mengelus pipi Niky.


Niky seketika terperanjat pada sikap yang ditunjukkan oleh Jessi padanya barusan.


“Jessi ada apa...” ucapnya memegang tangan wanita itu dan menjauhkan dari pipinya. Namun wanita itu menarik tangannya dan sekarang duduk di meja Niky.


Tampak Jessi menarik dasi Niky sambil tersenyum.


“Niky... aku mau jujur padamu. Kau membuat ku tertarik. Apa kau punya kekasih ?” tanya Jessi to the point.


Niky menarik dasinya dan menggeser duduknya mundur menjauh dari wanita itu.


“Jessi... aku tidak punya kekasih dan saat ini aku tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun.” ucap Niky yang tahu kemana arah pembicaraan Jessy dan tak ingin memberinya harapan.


“Oh sayang sekali Niky... kau menyia-nyiakan seseorang yang berniat menjadi hubungan dengan mu.” ucap Jessi turun dari meja dan berbisik lirih di telinga Niky.


Tampak wanita itu tidak menyerah dengan penolakan Niky secara halus dan merangkul leher Niky.


“Jessi... apa yang kau lakukan padaku ?” tanya Niky merasa tak nyaman dan segera berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar ruangan untuk menghindari hal yang tak di inginkannya. Namun Ternyata wanita itu tetap mengejar Niky keluar.


Untung saja saat itu ada Joey yang masuk ke ruangan dan membuat Jessi berhenti mengejar Niky dan jadi salah tingkah lalu kembali ke tempat duduknya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2