
Selama di jalanan Niky tampak tidak tenang. Dia mempercepat laju mobilnya agar segera tiba di rumah.
Setibanya di rumah dia membanting tubuhnya duduk ke sofa dengan keras dan menyandarkan bahunya.
Saat duduk bayangan para wanita yang selama ini bermalam dengannya kembali terngiang dalam pikirannya dan membuatnya tidak tenang.
Di tengah keheningan malam, terdengar suara nada pesan masuk yang memecah kesunyian kala itu.
“Ding...”
Niky mengeluarkan ponsel dari balik saku bajunya setelah mendengar nada pesan masuk.
“Siapa malam-malam begini mengirim pesan padaku...” gumamnya sambil mengusap layar ponselnya dan melihat pesan yang masuk.
Niky mulai membaca pesan itu dan tampak berkeringat setelah selesai membacanya. Baru beberapa menit ada beberapa pesan masuk lagi.
“Ah siapa lagi...” keluh Niky kembali mengusap layar ponsel dan membaca lima pesan masuk untuknya dari pengirim yang berbeda.
“Huft... bagaimana ini... para wanita ini masih menghubungi dan meminta bertemu denganku besok. Aku tak ingin meladeni mereka lagi...tapi bagaimana caranya ? Aku mau fokus dengan rencana ku saat ini...” gumam Niky merasa terganggu dengan pesan dari para wanita yang biasa bermalam dengannya.
“Baiklah aku beritahu saja mereka...”
Niky membalas satu persatu pesan yang masuk tadi dan menyampaikan pada mereka jika dia memutuskan untuk berhenti dan tak bisa melayani mereka lagi.
“Ding...” Niky menerima pesan balasan untuknya. Dia membuka pesan itu dan membacanya.
“Kenapa para wanita ini tak setuju jika aku berhenti dan mereka malah menaikkan tarifnya...” gumam Niky yang merasa kesal. Dia pun membalas lagi pesan tadi namun pesan terus masuk setelah dia membalasnya.
“Aku tak bisa membiarkan terus seperti ini...”
__ADS_1
Niky semakin merasa kesal dan dia pun menonaktifkan ponselnya. Tak sampai di situ saja, dia pun mengeluarkan micro chipnya dan mematahkannya lalu membuangnya ke tempat sampah.
Di lain tempat tampak beberapa wanita yang mencoba menghubungi nomor Niky setelah pesan mereka tidak terkirim.
“Tuut... tuut...” suara panggilan telepon yang tidak terhubung.
“Ahh....kenapa Mr. Big tidak membalas pesanku dan sekarang dia mematikan ponselnya ? Harusnya dia bilang jika ingin menaikkan tarifnya. Berapa saja aku mau membayarnya, bukan seperti ini.” ucap seorang wanita yang tampak kesal dan mengakhiri panggilan lalu melempar ponselnya kemeja.
Di lain tempat juga terjadi hal yang sama. Beberapa orang wanita tampak setelah mencoba menghubungi nomor Niky dan ternyata tidak aktif.
“Kenapa sih Niky berhenti... apa dia pindah ke luar kota... atau ada apa...?” ucap seorang wanita dengan wajah kesal setelah menaruh ponselnya dalam tas.
Niky yang tak mau ambil pusing dan memikirkan hal itu segera masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di sana.
“Perusahaan apa yang harus ku dirikan setelah ini...” batin Niky mencoba mengalihkan pikiran yang mengganggunya dengan memikirkan proyek rencananya ke depan.
Di lain tempat Cassia yang sudah sampai di rumah satu jam yang lalu saat ini berada di kamar. Gadis itu mengunci pintu kamarnya dan membuka lemari bajunya.
“Ahh... ini...” Cassia melihat seluruh tubuhnya yang masih terdapat ciuman Niky yang masih membekas dan belum hilang meskipun sudah tiga hari.
“Kakak... kau membuatku semakin rindu padamu.” gumam Cassia saat menyentuh bekas ciuman Niky di tubuhnya.
Cassia segera memakai baju dan duduk bersandar di tempat tidurnya.
“Sayang ku sedang apa ya sekarang ?” gumamnya sambil membayangkan apa saja yang telah mereka lakukan.
“Kakak... aku sangat-sangat sangat merindukanmu sekali...” ucap Cassia merasa tak bisa menahan rindunya. Dia pun mengambil ponselnya dari meja dan menelepon nomor Niky.
“tuut... tuut...” suara telepon yang tidak tersambung.
__ADS_1
Cassia mengulangi panggilannya lagi dan tetap tidak tersambung.
“Apa mungkin dia sedang mengecas ponselnya dan mematikannya ? Baiklah kalau begitu aku akan meneleponnya lagi nanti.” gumamnya lalu menaruh kembali ponselnya ke meja dan rebahan di tempat tidur.
Satu jam kemudian Cassia mengambil kembali ponselnya.
“Mungkin sekarang sudah terisi penuh ponselnya dan mungkin saja sudah aktif kembali...”
Cassia menelepon nomor Niky namun ternyata ponselnya belum aktif. Dia pun mencoba mengulangi meneleponnya tiga kali namun masih belum tersambung juga.
“Atau mungkin dia ketiduran...” gumamnya lagi lalu memutuskan untuk menelepon kembali dua jam kemudian.
Dua jam berikutnya kasihan mengambil ponselnya dan menelepon Niky.
“Kenapa kog masih belum aktif juga... aneh sekali... tak biasanya kakak seperti itu...” ucapnya lirih dan mulai merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada Niky.
Cassia mencoba tenang dan berharap tidak terjadi apapun pada lelaki itu. Dia pun memutuskan untuk meneleponnya lagi satu jam kemudian.
Satu jam berikutnya Cassia menghubungi kembali nomor Niky dan masih tidak tersambung.
“Kakak... sebenarnya kenapa nomormu tidak aktif... kau juga tidak memberitahuku sebelumnya. Atau jangan-jangan saat ini kau sedang bersama wanita lain dan tak ingin terganggu... makanya kau tidak mengaktifkan lagi ponselmu ?” ucap Gadis itu yang akhirnya punya pikiran buruk pada Niky.
Gadis itu semakin cemas dan bingung sendiri. Dia pun mencoba mengorder layanan mobil online.
“Jika jam segini aku keluar maka sudah pasti ayah akan marah pada ku...” ucapnya saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
Cassia membatalkan orderan layanan mobil online dan memutuskan menunggu pagi tiba baru akan pergi ke tempat Niky berada.
Gadis itu mencoba memejamkan mata namun tak bisa. Pikirannya masih tidak tenang dan terus memikirkan Niky yang saat ini tertidur pulas tanpa beban.
__ADS_1
BERSAMBUNG......