
Keesokan harinya Niky kembali berangkat bekerja dengan semangat tinggi. Lelaki itu tampak duduk di kursinya dengan serius menatap layar laptopnya.
Joey yang berada di sampingmu Niky terlihat tersenyum setelah melihat Niky yang jadi ikut serius. sama seperti para staf yang ada di ruangan itu.
“Hey Niky...” panggil Joey dan tak ada respon.
“Hey Niky...” panggil Joey mengulangi lagi dan lelaki itu menoleh padanya.
“Ya Joey... ?” jawab Niky singkat dan menatap lelaki itu yang tampak tertawa lebar menatapnya.
“Ada apa... ?” tanya Niky kembali yang penasaran pada maksud senyum Joey padanya.
“Ya kau jadi serius sekarang seperti kami... tidak santai lagi.” ucap Joey kembali tersenyum lebar yang melihat reaksi Niky yang hanya menatapnya lalu kembali menatap layar laptopnya.
Niky mencoba untuk fokus dan mengerjakan ulang draft proyek Wonderland setelah dia melakukan revisi di beberapa bagian dengan menetapkan segmentasi secara jelas juga tujuan di dirikan proyek itu.
“tik... tik...” Niky menggerakkan jarinya dengan cepat di atas keyboard dan mengetikkan laporan yang di buatnya.
Satu jam kemudian dia selesai mengetik laporan yang dibuatnya dan segera mencetaknya.
“Emm... apa sebaiknya aku ke ruangan bu Sherli ini untuk menunjukkan ini padanya... atau menelponnya saja...?” gumam Niky menata berkas laporan yang sudah selesai di print dan di susunnya. Sejenak lelaki itu tampak berpikir dan akhirnya dia angkat kaki dari ruangan itu menuju ke ruang direktur accounting.
“tok... tok...” Niky mengetuk pintu ruang direktur accounting sampainya di sana.
“Ya masuk...” jawab Sherli dari dalam. Niky masuk dan menghadap direktur accounting dan menyerahkan berkas laporan yang barusan dibuatnya.
“Bu Sherli mohon maaf sebelumnya mengganggu waktu mu. Kemarin aku sudah bertemu dengan Bu Sisca dari Aurora Group dan beliau meminta detail proyek Wonderland yang baru pada ku.” ucap Niky menjelaskan maksudnya pada wanita itu.
Tampak Sherli menerima dan mulai membaca laporan yang dibuat oleh Niky. Wanita itu tersenyum saat membuka lembaran laporan.
“Jadi... kau merubah konsep dan tema awal dari proyek Wonderland ?” tanya direktur accounting setelah selesai membaca laporan dari Niky dam menaruhnya kemeja.
“Bagaimana menurut ibu... ?” balas Niky menanyakan pendapat dan persetujuan dari direktur accounting itu.
__ADS_1
Wanita itu melepas kacamata yang di kenakan nya dan menaruhnya kemeja.
“Niky... aku rasa kau memang jenius di usiamu ini. Kau menemukan kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan oleh staf sebelumnya dan memperbaikinya.” jawab Sherli melempar senyum pada Niky yang membuat lelaki itu tanpa sengaja membalas senyumnya.
“Jadi... maksud ibu... ibu menyetujui proposal ini ?” tanya Niky mengambil kembali laporan yang disodorkan padanya.
“Secara garis besar proposal yang kau buat ini berbeda total dengan proposal awalnya. Tapi tak masalah kita lihat saja perkembangannya.” ucap wanita itu menyetujui proposal yang diajukan oleh Niky padanya.
“Terima kasih bu...” ucap Niky lalu segera keluar dari ruangan direktur accounting dan kembali menuju ke ruang kerjanya.
“Sepertinya aku akan mudah naik jabatan dengan adanya dirimu Niky...” gumam Sherli yang tersenyum simpul setelah Niky pergi dari ruangannya.
Di tempat duduknya, Niky menyusun dan memeriksa kembali laporan proposal yang dibuatnya sebelum dia serahkan pada Aurora Group.
“Aku rasa sudah fix sekarang...” batinnya lalu berdiri. Niky mengambil proposal yang dibuatnya dari meja lalu keluar dari ruangan itu dan menuju ke tempat parkir.
“broom...” sesaat kemudian maserati putih milik Niky meluncur keluar dari kantor dan menuju ke Aurora Group.
Beberapa saat kemudian resepsionis itu menghampiri Niky setelah mendapatkan telepon dan mengantarnya ke suatu ruangan.
“kriek...” tak lama kemudian Sisca kemudian datang dan masuk ke ruang tamu menemui Niky.
“Halo Niky...” ucap wanita itu duduk di depan Niky. Tampak Niky terlihat menatap sosok wanita di depannya yang terlihat berbeda dengan sosok wanita yang ditemuinya beberapa hari sebelumnya saat di lapangan golf dalam balutan busana kerja.
“Jadi bagaimana apa kau sudah membawa detail laporan yang ku minta pada mu sebelumnya ?” ucap Sisca kembali bertanya pada Niky.
Niky mengeluarkan laporannya sudah dibuatnya dan menyodorkannya pada wanita itu.
“Ini nona Sisca... tolong dibaca dan dipelajari terlebih dulu.” Sisca menerima laporan yang diajukan oleh Niky dan segera membacanya.
“Huft....” Sisca menaruh kembali laporan sudah selesai dibacanya kemeja dan menatap Niky.
Tampak Niky kelihatan cemas menunggu jawaban yang akan diutarakan oleh Sisca.
__ADS_1
“Niky... dengan berat hati aku menolak proposal yang kau ajukan ini.” ucap Sisca sambil menyadarkan proposal milik Niky dan memintanya untuk membawa kembali.
Niky tampak shock seketika setelah mendengar jawaban dari wanita itu. Padahal dia sudah berharap banyak dan mengerahkan tenaga serta pikiran nya pada proposal yang diajukannya itu.
“Tapi... tapi apa alasannya... kenapa anda menolak proposal ini ?” tanya Niky yang merasa terima laporannya ditolak begitu saja.
“Simple saja sebenarnya. Memang proposal yang kau ajukan ini ini jauh lebih baik dari konsep proyek Wonderland sebelumnya. Namun aku hanya akan berinvestasi ketika para investor lain berinvestasi di sana.” jawab wanita itu dengan tegas dan lugas yang semakin memberikan pukulan pada Niky.
“Tolong pertimbangkan lagi Nona Sisca. Memang aku berniat mencari banyak investor pada proyek ini dan anda adalah salah satunya.” ucap Niky yang masih tak mau menyerah begitu saja.
Melihat Niky yang tampak gigih, wanita itu pun memberikan kesempatan padanya.
“Baiklah Niky... aku bersedia berinvestasi di proyek Wonderland setelah kau sudah mendapatkan investor lainnya.” ucap Sherli yang sebenarnya tertarik pada konsep buatan Niky namun dia tak mau ambil resiko jika proyek itu gagal dan dia harus kehilangan uang dalam jumlah besar.
“Baiklah...” jawab Niky setelah mengembuskan nafas dalam-dalam.
“Baik jika begitu aku tunggu kabar baik dari mu...” ucap Sisca mengakhiri pembicaraan dan pertemuan mereka.
“Secepatnya aku akan memberi kabar pada nona Sisca.” jawab Niky untuk meyakinkan wanita itu agar tidak menginvestasikan modalnya pada perusahaan lain.
Niky keluar dari ruang tamu setelah Sisca keluar dari sana. Dia berjalan dengan lemas menuju ke maserati putihnya terparkir setelah proposal pengajuan nya ditolak.
“Bagaimana caranya aku meyakinkan investor lainnya....” keluh Niky yang masih tidak percaya jika dirinya mendapatkan penolakan.
Dia segera keluar dari perusahaan Aurora group dan meluncur ke jalanan kembali ke kantor.
Di tengah jalan dia melewati sebuah taman hiburan lain yang terlihat ramai tak jauh dari tempatnya mengemudi sekarang.
“Ada taman hiburan lain di sini... dan terlihat ramai. Sepertinya itu adalah kompetitor Wonderland.” batinnya sambil memutar mobilnya dan menuju ke taman bermain yang ada di seberang jalan untuk memantau keadaan di sana.
“Mungkin saja aku mendapatkan petunjuk di sana.” batin Niky lagi. Dia memarkir mobilnya dan berjalan masuk ke taman hiburan itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1