
Niky hanya melirik saja ponselnya yang berdering. Dia mempercepat laju mobilnya menuju ke rumah. Sesampainya di sana dia segera berganti baju.
“kring... kring...” Ponsel Niky kembali berdering saat dia keluar dari rumah dan masuk ke mobil. Dia pun mengangkatnya sambil menyalakan mesin mobil.
“Ya halo Kimi... aku sedang dalam perjalanan.” jawab Niky pada seorang wanita yang sedari tadi terus meneleponnya.
“Oh... begitu... ku kira kau tidak bisa. Baiklah aku tunggu di alamat yang sudah kirimkan padamu.” jawab gadis itu sambil tersenyum.
“Oke...” balas Niky singkat kemudian mematikan telepon dan melajukan maserati putihnya menuju ke alamat yang yang ditunjukkan oleh wanita itu.
Tak beberapa lama kemudian lelaki itu tiba di depan sebuah hotel berbintang lima.
“brak... !” Niky menutup pintu mobil kemudian masuk ke hotel dan berjalan menuju ke sebuah kamar.
“tok... tok...” Niky mengetuk pintu dan seorang wanita membukakan pintu sambil tersenyum lebar padanya.
“Ah... kau sudah datang rupanya...” ucap seorang wanita dengan tersenyum lebar lalu segera menarik Niky masuk ke dalam kamar dan menutup kembali pintu nya.
Niky hanya mengangguk saja kemudian duduk di kursi yang ada di kamar itu.
Kimi yang sudah berganti baju seksi kemudian menghampiri Niky yang masih duduk dan tampak merenung.
“Apa seharusnya aku berhenti saja sekarang ini... bagaimana dengan Cassia nanti...” batinnya yang teringat pada Cassia saat Kimi mulai menggodanya.
“Tapi jika aku berhenti sekarang... aku tak bisa melawan Wardana.” gumamnya lagi merasa dilema dan sama sekali tak menanggapi Kimi.
Wanita itu merasa ada yang aneh dengan Niky karena lelaki itu sama sekali tak meresponnya.
“Niky... ada apa dengan mu...apa kau sedang ada masalah... ?” tanya Kimi duduk di sebelah Niky.
Niky menoleh ke samping dan menatap wanita itu sambil menggeleng. Dia tak ingin orang lain mengetahui masalahnya.
“Jika tidak ada masalah... maka ayo kita mulai saja...” ucap Kimi tersenyum kecil lalu kembali menggoda lelaki itu.
Niky menghela nafas berat setelah beberapa saat dan akhirnya dia mengikuti permainan wanita itu.
__ADS_1
Niky berada di tempat tidur bersama Kimi. Wanita itu memeluknya erat dan menciumi Niky. Tak berapa lama kemudian terdengar ******* di sana.
Dua jam setelahnya Niky segera memakai bajunya dan keluar dari kamar hotel itu setelah berpamitan pada Kimi.
“broom...” Niky melajukan mobilnya dengan cepat, secepat pikirannya yang berputar cepat saat ini.
Tak beberapa lama kemudian dia tiba di rumah. Lelaki itu membanting tubuhnya dengan keras ke sebuah sofa dan memegang kepalanya yang terasa berat.
“Adakah cara tercepat untuk membalaskan dendam pada si brengsek itu ? Harus dengan usaha apa lagi agar aku bisa membalasnya... ?” gumamnya yang merasa kacau sekali.
Dia menyandarkan punggungnya ke sofa kemudian berpikir mencari cara lain agar segera bisa menemukan cara untuk membalas dendam, namun pikirannya buntu dan tak menemukan jalan keluar sama sekali.
Hingga lewat tengah malam lelaki itu duduk di kursi sofa merenung hingga akhirnya dia ketiduran setelah berpikir berat dan tak bisa menahannya lagi.
Dua bulan berlalu dan pembangunan Wonderland sudah pada tahap akhir. Suatu pagi di lokasi Wonderland terlihat banyak orang yang merupakan staf dari Atmaja Group. Mereka tampak memenuhi taman hiburan itu sebelum resmi akan di buka tiga hari lagi ke depan.
“Wah... kurasa yang ini sudah sempurna.” ucap Presiden Direktur saat melihat beberapa wahana sudah selesai pembangunannya.
Lelaki itu kemudian berjalan melihat ke wahana lain ditemani oleh Sherli yang mengikutinya seperti seorang bodyguard kemanapun lelaki itu pergi.
"Bapak Presiden direktur bagaimana dengan wahana yang ada di sana ?” tanyanya sambil menunjuk sebuah wahana.
Tak disangka-sangka ternyata di depan wahana itu adanya Niky yang juga ikut melihat wahana itu sebelum resmi dibuka untuk umum. Dia mendengar ada suara derap langkah kaki yang bergerak menuju ke arahnya.
Karena penasaran dia pun menoleh dan melihat direktur accounting bersama dengan Presiden direktur sudah berdiri disampingnya.
“Bapak presiden direktur dan bu Sherli...” ucap Niky menyapa dan bergeser mundur memberikan tempat untuk mereka berdua sebagai penghormatan.
“Hey... kau tak perlu seperti itu pada kami. Tetaplah berdiri di tempatmu. Ini semua juga usaha keras mu.” ucap Presiden direktur memberi perintah pada Niky.
“Terima kasih bapak presiden direktur...” jawab Niky sopan dan tetap berada di belakang presiden direktur.
Selesai melihat wahana itu presiden direktur kembali berkeliling melihat wahana lainnya dan mengajak Niky ikut serta bersamanya.
“Kurasa semua sudah selesai dan bagus. Aku tak sabar dengan grand openingnya nanti.” ucap Presiden direktur setelah selesai berkeliling melihat semua wahana yang ada di sana dan tampak puas.
__ADS_1
Lelaki itu tampak berkeringat setelah berkeliling melihat seisi wonderland. Seorang staf yang melihat hal itu segera berlari dengan membawa satu kardus penuh air mineral.
“Bapak presiden direktur silakan minum dulu.” ucap lelaki itu membuka kardus dan menyerahkan beberapa botol air mineral kepada Presiden direktur.
“Terima kasih...” jawab presiden direktur menerima botol air mineral yang diberikan oleh stafnya dan segera menenggaknya sampai habis.
Sherli yang juga merasa lelah mengajak lelaki itu untuk duduk sebentar.
“Bapak presiden direktur sepertinya perlu duduk sebentar...” ucap Sherli menatap staf yang tadi membawakan satu kardus air mineral.
"Baik bu... aku akan segera kembali.” jawab lelaki tadi lalu segera pergi dari sana membawa kardus air mineral kemudian mencari beberapa kursi.
Tak beberapa lama kemudian datanglah beberapa orang lelaki membawa beberapa kursi menuju ke arah presiden direktur.
“Bapak presiden direktur, bu Sherli silahkan duduk di sini.” ucap seorang lelaki setelah menata kursi sedemikian rupa di sekitar presiden direktur.
“Terima kasih...” jawabnya singkat dan segera duduk di sana. Setelah presiden direktur duduk, Sherli pun ikut duduk.
Sherli menoleh ke samping dan melihat Niky yang masih berdiri.
“Niky... masih ada kursi kosong... duduklah.” ucap wanita itu mempersilahkan Niky untuk duduk. Namun lelaki itu hanya tersenyum dan tetap berdiri.
Presiden direktur ikut menoleh ke samping dan mendapati Niky masih tetap berdiri di tempatnya.
“Niky... duduklah sebentar...” ucap President direktur memerintahkan. Niky pun tak berani menolak dan dia pun akhirnya duduk di sebelah Sherli dan terlihat sedikit canggung karena suatu penghormatan bisa duduk dengan Presiden direktur.
Presiden direktur kemudian menanyakan berbagai persiapan lainnya kepada Sherli.
“Bagaimana dengan departemen advertising ?”
“Departemen advertising sudah bergerak dan gencar melakukan promosi di berbagai media.” jawab Sherli.
“Lalu bagaimana dengan tiket dan lain sebagainya... apakah sudah siap ?” tanya presiden direktur kembali.
“Masalah itu sudah beres semua bapak presiden direktur. Kita tinggal menunggu saja hari-H nya dan melihat keramaian di sini.” balas Sherli sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Presiden direktur tampak puas dengan pekerjaan para staf nya dan tak sabar menantikan hari dibukanya Wonderland.
BERSAMBUNG....