Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 134 Cinta Mati


__ADS_3

Cassia yang masih berada di rumah makan segera menghabiskan makan dan meminum obat setelahnya. Dia diam dan merenung memikirkan perkataan wanita tadi.


“Kakak Niky... bagaimana sebenarnya masa lalu mu ? Apa benar yang dikatakan oleh wanita bernama Selly tadi jika kau dekat dengan banyak wanita yang berusia di atas mu ?”batin Cassia menerawang pikirannya memikirkan Niky.


Antara percaya dan tidak percaya, Cassia memikirkan segala kemungkinan masa lalu Niky hingga memikirkan hal terburuk ya mungkin terjadi pada kekasihnya.


“Lalu kenapa dekat dengan wanita di atas usianya... apa hanya sekedar berteman saja... apa itu karena ada hubungannya dengan pekerjaan... atau... kakak Niky menjadi sugar baby... ?”batin Cassia lagi sambil menelan ludah setelah memikirkan kemungkinan terburuknya.


“Tapi aku tidak percaya dan tidak mungkin jika kekasih ku dulunya adalah sugar baby para wanita dewasa...”batin Cassia lagi yang larut dalam pikirannya sendiri.


Gadis itu merasa syok dan mukanya seketika pucat tak bisa menerima apa yang dia pikirkan dan masih tenggelam dalam lamunannya.


Seorang pramusaji datang menghampiri Cassia dan membersihkan meja tempat Cassia makan.


“Permisi nona... apa sudah selesai makan ?” hanya seorang lelaki meminta izin terlebih dulu sebelum membersihkan meja.


Cassia segera tersadar dari lamunannya dan menatap lelaki tadi.


“Oh... ya silakan dibersihkan...”jawab Cassia menatap lelaki tadi. Dia pun merasa nyaman dan tak perlu berlama-lama di sana dan memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya saja.


“tap... tap... tap...”Cassia berjalan keluar dari rumah makan menuju ke mobilnya.


Cassia mengendarai mobil menuju ke rumahnya dengan pikiran yang masih kacau tentang identitas Niky.

__ADS_1


Gadis itu segera masuk ke kamarnya setelah tiba di rumah. Di kamar dia mengambil ponselnya yang ia taruh di meja dan memeriksanya.


“Tiga puluh panggilan dari kakak Niky... ?”gumam Cassia yang terkejut saat memeriksa daftar panggilannya.


Cassia berniat menelepon balik Niky namun dia mengurungkan niatnya setelah mendengar apa yang dikatakan Selly tentang Niky.


“kring... kring... kring...”ponsel Cassia kembali berdering dan dia hanya menatapnya saja sampai ponselnya berhenti berdering. Namun ternyata Niky mengulangi panggilannya sampai beberapa kali sehingga membuatnya menerima panggilannya.


“Halo kakak...”ucap Cassia setelah mengangkat telepon.


“Sayang...kau dari mana... ? Aku khawatir sekali padamu. Aku mencarimu ke kantor tapi tidak ada.”tanya Niky merasa lega setelah beberapa kali menelepon akhirnya diangkat juga.


“Aku memang tidak ke kantor hari ini kak. Aku barusan dari apotek untuk membeli obat. Aku demam...”jawab Cassia sambil duduk dan bersandar ke dinding.


“Sayang... kau demam... ?Kau sudah makan belum... ?”tanya Niky yang mencemaskan keadaan Cassia.


“Sayang... apa sebaiknya kau ke rumah sakit saja aku akan mengantarmu sekarang. Setelah ini aku akan menjemputmu.”ucap Niky yang masih mencemaskan keadaan kekasihnya.


“Kakak... aku barusan minum obat. Ku rasa tidak perlu mengantarku ke rumah sakit. Sepertinya aku hanya kelelahan saja dan hanya butuh istirahat.”jawab Cassia menolak ajakan Niky untuk pergi ke rumah sakit.


“Baiklah kalau begitu kau istirahat saja dulu sayang. Semoga lekas sembuh, aku sayang padamu Cassia.”balas Niky kemudian mengakhiri panggilan.


Cassia menelepon ponselnya ke meja lalu merebahkan diri di tempat tidur.

__ADS_1


“Kakak... aku lebih menyayangimu. Aku harap apa yang aku pikirkan tentang dirimu semuanya salah. Dan kau benar-benar mencintai diriku apa adanya....”gumam Cassia yang selalu lemah dan terbuai oleh kata sayang dari Niky.


Cassia merasa matanya teramat sangat berat setelah minum obat dan dia pun memejamkan matanya.


Keesokan harinya Cassia di pagi hari bangun. Dia merasakan tubuhnya sudah tidak demam lagi dan sudah merasa baikan. Dia pun bersiap untuk berangkat ke kantor.


Satu jam berikutnya dia keluar dari rumah dan menaiki mobil kuningnya menuju ke Firma Tech.


Di depan kantor Dia tiba bersama dengan Niky yang juga memarkirkan mobilnya di samping kantor.


“Sayang....kau sudah sembuh ?”tanya Niky setelah keluar dari mobil dan menghampiri Cassia. Dia juga memegang dahinya secara langsung untuk memastikan kondisinya dan ternyata sudah tidak demam.


“Iya kakak....”jawab Cassia singkat menatap Niky dalam-dalam.


“Kakak Niky begitu perhatian padaku. Apa pun masa lalunya semua sudah berlalu dan aku bisa menerimanya.”batinnya menepi semua anggapan buruk tentang Niky.


“Sayang kenapa kau menatapku seperti itu...apa ada sesuatu di wajahku ?” tanya Niky yang merasa aneh dengan tatapan kekasihnya saat ini dan dia tak bisa menerjemahkan apa maksudnya.


“Ah... tidak ada kakak... aku hanya merindukanmu saja. Satu hari tak bertemu denganmu rasanya seperti setahun tidak bertemu denganmu.”jawab Cassia tersenyum lalu memanggang dengan Niky dan mengajaknya berjalan masuk ke kantor.


Selama berjalan Cassia bercerita pada Niky dan hanya ingin tahu saja bagaimana reaksinya.


“Kakak... apa Kakak punya teman bernama Selly ?”tanya Cassia saat mereka berada di lift.

__ADS_1


Niky seketika tersentak kaget mendengar pertanyaan dari Cassia. Dia diam menatap kekasihnya dan semakin memegang tangannya dengan erat.


BERSAMBUNG....


__ADS_2