
Cassia masih Berdiri di depan gedung perusahaan bersama Niky. Dia menggenggam erat tangan lelaki itu.
“Kakak... kenapa kau menjadikan namaku sebagai nama perusahaan ini...” tanya Cassia masih tak percaya menatap billboard di depannya.
“Anggap saja perusahaan ku ini juga perusahaan mu karena kau juga membantu pembangunan perusahaan ini.” balas Niky sambil tersenyum lebar lalu merangkul Cassia.
“Oh... kakak...” balas Cassia merasa tersentuh karena hal itu.
“Kau tak ingin masuk dan melihat bangunan ini ?” tanya Niky melepas pelukannya.
“Ya boleh kakak... ayo kita masuk sekarang. Aku juga penasaran.” balas Cassia setuju.
Mereka berdua kemudian masuk ke gedung perusahaan dan melihat-lihat di dalam.
“Ini ruangan para staf nanti...” ucap Niky menunjukkan beberapa ruangan untuk para karyawannya nanti.
“Ruangan kerja yang nyaman...” balas Cassia saat masuk dan mencoba duduk di sana dan meletakkan jemarinya di keyboard komputer yang sudah berjajar rapi di tiap meja.
“Ayo kita lihat tempat lainnya kak...” ucap Cassia lalu dia berdiri dan menuju ke ruangan lain yang ada di sana.
Niky membawa Cassia menuju ke ruangan lain.
“Ini ruang pantry nya...” ucap Niky menunjukkan pada Cassia dan mencoba untuk duduk sebentar di sana.
Cassia masuk dan menuju ke arah jendela. Dia lalu menarik tirai yang menutupi jendela.
“srak...” begitu tirai terbuka terlihat tempat parkir yang luas di sana.
__ADS_1
Niky berdiri dan menghampiri Cassia yang masih berdiri di dekat jendela dan memeluknya dari belakang.
“Sayang... terima kasih kau sudah membantuku di saat aku sangat memerlukan bantuan.” ucap Niky sambil membelai rambut Cassia.
Cassia berbalik dan hanya tersenyum saja.
“Ayo kita lihat tempat lain...” ajak Niky saat melepas pelukannya dan memegang erat tangan Cassia mengajaknya berkeliling ke setiap ruangan yang ada di sana.
“Lalu di mana ruang utamanya kak, maksud ku ruangan mu...” tanya Cassia setelah lama berkeliling.
“Itu... ayo aku tunjukkan padamu.” jawab Niky lalu mengajaknya naik masuk ke lift.
“tit...” Niky menekan angka 5 dan lift membawa mereka ke sana.
Niky dan Cassia keluar dari lift. di depan mereka terdapat sebuah ruangan.
“Apakah itu ?” tanya Cassia sambil menunjuk ke arah ruangan dan Niky mengangguk. Mereka kemudian masuk ke ruangan itu.
Cassia melihat kursi hitam yang ada di sana dan dia pun duduk sebentar untuk mengusir rasa penatnya setelah berkeliling.
Tiba-tiba Niky menghampiri Cassia dan memeluknya dari samping. Dia mengeluarkan kunci perusahaan itu dari balik terus aku bajunya.
“Sayang... terimalah ini...” ucap Niky membuka tangan Cassia dan memberikan kunci itu padanya.
Cassia tampak terkejut saat Niky memberinya sebuah kunci. Dia tidak tahu apa maksudnya lelaki itu.
“Bukankan kah ini kunci perusahaan ini ?” tanya gadis itu melihat kunci yang tadi di lihatnya saat di awal Niky menggunakan nya untuk membuka pintu.
__ADS_1
“Ya sayang kau benar. Kunci itu kau yang pegang.” jelas Niky sambil mengatupkan jemari Cassia yang memegang kunci tadi.
“Kakak... aku benar tidak tahu apa maksudnya...” jawab Cassia tersenyum aneh.
“Sayang... kau tahu jika aku bekerja. Tak mungkin bagiku berada di sini setiap hari. Sedangkan aku juga tak mau resign dari pekerjaan ku sekarang. Dan aku percaya pada kemampuan mu. Aku minta tolong padamu untuk membantuku menjalankan perusahaan ini.” ucap Niky lagi menjelaskan maksudnya.
Cassia masih tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Dia tak tahu harus senang atau kah terbebani karena hal itu.
“Kakak... aku tidak yakin.... bisa menjalankannya. Kau tahu itu aku masih kuliah juga...” balas gadis itu menjelaskan kondisinya saat ini.
“Kuliah mu sebentar lagi kan selesai sayang...dan kau bisa belajar di sini. Aku yakin kau mampu. Tolong bantu aku ya...” ucap Niky gadis itu dan memohon padanya.
“Ya baiklah kakak... tapi kakak juga sering ke sini dan aku tak bisa berada di sini setiap hari.” balas Cassia.
“Ya sayang tak apa...” balas Niky membungkukkan tubuhnya ke depan lalu mengecup kening Cassia.
Beberapa saat kemudian mereka keluar dari ruangan itu dan turun kembali ke lantai dasar.
“Kakak... aku merasa tersanjung sekali kakak mempercayakan semuanya padaku.” ucap Cassia setelah mereka berdua keluar dari gedung itu.
“Ya sayang kau sudah sepantasnya mendapatkan itu semua.” balasnya.
Niky melihat langit yang mulai tampak gelap dan Dia memutuskan untuk segera pergi dari sana.
“Cassia ayo kita pulang...” ajak Niky dan Cassia mengangguk.
Mereka berdua masuk ke mobil dan menuju ke rumah bersama milik mereka.
__ADS_1
Niky tersenyum dalam hati saat melihat Cassia yang tampak berbunga-bunga di saat misinya sudah dia mulai dari sekarang.
BERSAMBUNG...