
Setelah Cassia mengetahui fakta kotor di balik kisah kesuksesan ayahnya, selama berhari-hari gadis Itu tampak bersedih dan merenung. Namun sayang dia tak bisa melakukan apapun untuk memperbaiki apa yang telah dilakukan oleh ayahnya.
Cassia bangkit dari kesedihannya. Dia tak ingin larut terlalu lama dalam kesedihan. Dia berjanji pada dirinya sendiri jika dia tak akan menjadi seperti ayahnya saat berbisnis. Dan dia mengubur rasa itu jauh di dalam lubuk hatinya.
Satu bulan berikutnya perusahaan Niky resmi beroperasi. Sejak kantor itu berdiri, gadis itu sering mencurahkan waktunya untuk membantu Niky mengurusi Global Corp. Dia membantu Niky dengan tulus karena memang mencintai lelaki itu dan juga sebagai penebusan rasa bersalah atas apa yang telah ayahnya berbuat pada keluarga Niky.
Tiga bulan berlalu. Saat ini Cassia sedang berada di Global Corp persamaan iki duduk berdua di ruangan utama.
“Kakak... bukankah hari ini adalah saatnya trisemeseter jurnal perusahaan baru keluar... ?”ucap Cassia saat melihat kalender meja yang ada di depannya.
Niky yang saat itu masih serius menatap monitor dan memeriksa semua laporan perusahaannya tak begitu memperhatikan waktu dan tanggal berapa saat ini.
“Ya sayang... aku akan coba memeriksanya. Tunggu dulu.”balas Niky menatap gadisnya lalu segera menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit.
“Klik... klik...klik...” Niky menutup laporan kerjanya dan membuka buletin tri semester perusahaan nasional.
Dia men-scroll dan mencari urutan daftar perusahaan baru pekan ini. Dia membaca pelan dan berharap semoga perusahaan satunya ini juga masuk ke daftar urutan teratas.
“Sayang ke sini sebentar...”panggil Niky dan Cassia yang duduk di depannya dan mengerjakan laporan segera berdiri lalu berdiri di samping Niky.
“Coba lihat ini...”ucap Niky sambil menarik Cassia duduk di sampingnya dan menunjukkan buletin perusahaan dalam skala nasional pada Cassia.
Cassia menatap monitor Niky. Dia melihat daftar urutan top chart perusahaan baru pekan ini dan mendapati perusahaannya dan perusahaan iki masuk dalam top ten.
__ADS_1
“Kakak... aku sama sekali tidak menyangka. Flower Corp ada di urutan kedua dan Global Corp menempati posisi ketiga.”ucap Cassia tersenyum lebar dan tak percaya pada apa yang dilihatnya.
“Aku juga tak percaya Global Corp bisa menempati posisi ketiga hanya dalam tiga bulan.”ucap Niky yang juga senang dengan pencapaiannya kali ini yang bisa mengungguli perusahaannya sebelumnya.
Cassia dan Niky kemudian pindah ke kursi lain yang lebih nyaman. Mereka duduk bersebelahan di kursi panjang. Niky yang merasa lelah setelah menyelesaikan beberapa tugasnya di akhir pekan, menyandarkan kepalanya ke bahu Cassia sambil memeluk pinggangnya sekedar untuk melepas lelahnya.
Sementara Cassia diam dan merenung, pikirannya menerawang jauh ke depan membaca peluang yang ada. Dia ingin menebus kesalahan ayahnya pada Niky dan membuat lelaki itu senang.
“Kakak... sayang... mungkin tidak sampai satu tahun jika Flower Corp dan Global corp terus bertahan seperti ini bisa dipastikan kita akan bisa mempunyai satu perusahaan lagi.”ucap Cassia pada Niky.
Niky menarik kepalanya dari bahu Cassia dan menatap gadis itu.
“Sayang... aku tidak yakin bisa membuka satu perusahaan baru lagi. Mungkin beberapa tahun lagi aku bisa membuka perusahaan baru.”jawab Niky karena merasa mustahil bisa membangun satu perusahaan lagi dalam waktu dekat ini dalam keterbatasan modal.
“Bisa kakak... tunggu saja...”balas Cassia dengan yakin dan tersenyum lebar pada Niky.
“Ku rasa dengan keuntungan dari perusahaan ini aku bisa membangun satu perusahaan lagi. Mengenai sisanya aku bisa bicarakan pada ayah.”batin Cassia setelah melihat neraca keuangan perusahaannya selama sembilan bulan terakhir.
Sore hari sepulang kerja gadis itu duduk di ruang tengah menunggu kedatangan ayahnya.
“Ayah... ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”ucap Cassia saat melihat ayahnya masuk ke rumah.
“Ya... ada apa nak... ?”tanya Wardana kemudian duduk di samping Cassia.
__ADS_1
“Ayah... Flowers corp mendapatkan laba besar dalam kurun beberapa bulan ini. Dan aku ingin mendirikan suatu perusahaan lagi. Aku meminta bantuan dari ayah.... bla... bla... bla...”ucap Cassia menjelaskan panjang lebar dan menyampaikan maksudnya pada ayahnya, berharap ayahnya itu mau membantunya.
Wardana diam dan berpikir sejenak kemudian tanpa berpikir lama lagi dia pun menyetujui permintaan putrinya. Dia merasa gadis itu mumpuni dan pasti bisa jika di serahi satu perusahaan lagi.
Dalam kurun waktu dua bulan berdiri sebuah perusahaan baru yang dibangun oleh Wardana tanpa menggunakan hasil keuntungan dari Flower Corp sedikit pun.
Wardana memberikan sepenuhnya perusahaan baru itu pada Cassia. Sedangkan Cassia yang memang awalnya berniat memberikan kejutan pada Niky menyerahkan kendali penuh perusahaan itu pada Niky.
Suatu sore Cassia datang menemui di rumah dan menunggunya pulang kerja.
“kriek...”Niky membuka pintu dan masuk ke rumah. Dia mendapati Cassia duduk di ruang tamu.
“Sayang.... kapan kau datang... apa kau lama menungguku ?”tanya Niky menghampiri kekasihnya yang masih duduk di kursi.
“Tidak kakak... aku barusan datang. Dan aku hanya ingin memberimu ini.”ucap Cassia mengeluarkan sebuah kunci dari balik tasnya dan menyerahkan pada Niky.
Niky menerima kunci pemberian dari Cassia dan menatapnya. Dia tidak tahu kunci apa yang diberikan oleh Cassia padanya.
BERSAMBUNG....
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Dear pembaca semua
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya selama ini, dukung dan baca juga karya lainnya berjudul Mafia Penghancur Play-boy ya....
🙏❤️❤️