Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 144 Kehancuran Wardana


__ADS_3

Wardana sampai di rumah dan Dia berjalan dengan cepat menuju ke kamar Cassia untuk meminta penjelasan padanya.


“kriek...” suara pintu yang terbuka dan Wardana masuk ke dalam.


“Ayah....”ucap Cassia saat melihat ayahnya masuk dengan raut muka marah menghampirinya.


Cassia menggeser duduknya merapat ke tembok dan bersiap menunggu amarah ayahnya meletus, entah apa sebabnya.


“Cassia aku barusan ke Cassia Group dan aku lihat berandalan itu ada di sana. Lebih parahnya lagi dia mengklaim perusahaan itu sebagai miliknya dan menunjukkan angka perusahaan yang namanya sudah di ganti jadi nama bocah tengik itu. Sekarang jelaskan pada Ayah semuanya !” bentak Wardana dengan marah berdiri di depan Cassia.


Cassia masih duduk dan menatap ayahnya mencoba untuk menghadapi kemarahannya.


“Ayah... perasaan itu memang bukan punyaku. Itu murni milik kakak Niky dan akting dipegangnya benar dia tidak merubahnya sama sekali. Hanya saja dia menamai perusahaan yaitu dengan namaku sebagai bentuk rasa cintanya pada ku.”jawab Cassia panjang lebar menjelaskan pada ayahnya.


“plak....”Wardana menampar pipi Cassia dengan keras hingga berwarna merah.


“Apa yang kau lakukan ? Selama ini ayah mempertaruhkan semuanya untukmu dan ini balasan untuk ayah ?!”ucapnya dengan nada tinggi kemudian berbalik dan berjalan.


“Cassia mulai hari ini jangan panggil aku ayah lagi... !”ucap Wardana saat sampai di ujung pintu kemudian keluar dan membanting pintu kamar dengan keras.


Cassia seketika menangis mendengar perkataan ayahnya dan membuat hatinya semakin hancur lebur karena tidak lagi dianggap sebagai anaknya.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang gadis itu pun segera mengemasi semua barangnya yang penting.


“Baiklah ayah aku akan pergi dari sini...”gumam Cassia sambil mengemasi barang-barang lainnya.


“Aku harus pergi ke mana setelah ini...”gumam Cassia lagi sambil menghapus air matanya yang belum berhenti dari tadi.


Siang harinya saat Cassia sudah selesai berkemas, dia pun keluar dari rumah dengan membawa semua barangnya lalu memasukkannya ke mobil saat Wardana tak ada di rumah. Gadis itu mencari tempat tinggal baru untuknya yang jauh dari lokasi rumah ayahnya.


Hingga sore hari barulah Cassia menemukan tempat tinggal untuknya. Dia menyewa sebuah apartemen yang ada di pusat kota.


“Selamat tinggal ayah... mulai hari ini aku akan hidup mandiri.”ucap Cassia berhenti di sebuah apartemen. Dia mengeluarkan semua barang bawaannya kemudian memasukkannya ke dalam apartemen.


Satu jam setelah Cassia pergi, Wardana pulang. Dia tidak melihat mobil gadis itu di depan rumah dan masuk ke kamar Cassia untuk mengeceknya sendiri.


Satu bulan berlalu namun Cassia tidak juga kembali ke rumah Wardana. Lelaki itu meminta sopir pribadinya yang mengetahui letak rumah putrinya memintanya untuk mencarinya di sana namun ternyata rumah itu kosong. Bahkan dia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Cassia dan membawanya pulang kembali, Namun ternyata semua usahanya sia-sia.


Di lain tempat Niky melakukan gerak cepat dan terobosan baru untuk meningkatkan performa perusahaannya sebaik mungkin. Dalam waktu satu bulan dia berhasil meningkatkan laba perusahaannya yang naik menjadi 40%.


“Sepertinya jika terus seperti ini atau mungkin akan lebih baik lagi maka aku bisa membangun beberapa perusahaan lagi.”ucap Niky yang tersenyum lebar di depan monitor saat melihat laporan keuangan perusahaannya yang surplus.


Tiga bulan berlalu dan performa Niky membuahkan kan hasil yang spektakuler. Dari tiga perusahaan yang dimilikinya dia berhasil membangun dua perusahaan lagi dan sekarang dia mempunyai lima perusahaan.

__ADS_1


Niky mencurahkan seluruh pikirannya dan kinerjanya pada dua perusahaan barunya. Secara mengejutkan dua perusahaan barunya masuk ke top chart perusahaan baru dan menduduki urutan ke-1 dan ke-2.


Tiga bulan berikutnya Niky berhasil mendirikan tiga perusahaan baru dari semua laba perusahaannya yang dia dapat.


Suatu ketika Wardana mendapatkan laporan dari beberapa stafnya.


Saat itu Wardana sedang duduk bersantai di ruangannya. Tiba-tiba dia mendapatkan kabar dari stafnya yang memberitahukan jika beberapa perusahaannya saat ini sudah tidak menempati top chart perusahaan di skala nasional, bahkan separuh perusahaannya ada di ranking bawah.


Lelaki itu tidak percaya pada apa yang barusan dilaporkan oleh stafnya dan memeriksanya sendiri.


“Klik...”Wardana membuka jurnal semester perusahaan dan mencari informasi tentang perusahaannya. Dan lagi Itu tampak terkejut saat melihat jurnal yang menunjukkan jika perusahaannya berada di zona gradasi, bahkan posisi nya yang dulu berada di atas sekarang digeser oleh Cassia Group dan beberapa perusahaan lain milik Niky.


“Sialan.... bocah tengik itu berhasil melampaui perusahaan ku. Berani sekali dia menantang ku. sebentar lagi kau akan bernasib sama seperti ayahmu !”ucap Wardana kesal dan mengepalkan tangannya atas kekalahannya dan berniat untuk menjatuhkan Niky.


Di lain tempat Niky tampak tersenyum lebar di depan monitor setelah melihat jurnal perusahaan yang menunjukkan jika semua perusahaannya bisa mengalahkan perusahaan milik Wardana.


“Wardana kau pasti menangis sebentar lagi !”ucap Niky berdiri dari tempat duduknya.


Dia pun menelepon beberapa stafnya dan mempersiapkan pengamanan untuk semua perusahaannya karena dia tahu Wardana pasti tidak akan tinggal diam begitu saja melihat keberhasilannya.


Selain melakukan pengamanan Niky juga mengunci semua aset Wardana dan semua relasi Wardana menarik kerjasamanya dengan perusahaan Wardana dan beralih bekerja sama dengan perusahaan Niky.

__ADS_1


Satu bulan berikutnya hampir sebagian besar perusahaan Wardana kolaps. Tapi Niky tidak sekejam Wardana. Dia masih punya hati dan membiarkan satu perusahaan utamanya berdiri dan survive.


BERSAMBUNG...


__ADS_2