Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 93 Lebih Baik Putus


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Niky keluar dari rumah untuk berangkat kerja. Setelah sarapan dia berpamitan pada keluarganya.


“Ibu... Devan... Fiona... aku berangkat dulu.” ucapnya berpamitan pada anggota keluarganya saat sudah berada di depan mobilnya.


“Ya... hati-hati...” jawab mereka bertiga bersamaan.


“klik... !” Niky Mengunci pintu mobil setelah duduk di dalamnya dan segera mengemudikan masyarakat putihnya di jalan.


“din....” Niky membunyikan klakson saat mereka bertiga melambaikan tangan padanya dari depan rumah.


Niky melihat melirik jam tangannya lalu menatap ke sekitar jalanan yang tampak sepi sekali dan hanya ada beberapa kendaraan yang melintas.


Sembilan puluh kemudian dia sudah sampai di depan rumah. Dia pun peraturan dari mobil dan mencari kunci rumah.


“Klik...” Niky memutar kunci lalu masuk ke dalam dan menutup kembali pintunya.


“Oh masih terlalu pagi...” gumamnya saat melihat jam dinding menunjukkan pukul 5.30 pagi.


“Sebaiknya aku meluruskan punggung sebentar di kamar setelah perjalanan.” ucapnya lirih sambil melonggarkan dasinya dan masuk ke kamarnya.


Niky tertegun saat menaruh tasnya kemeja dan mendapati Cassia yang masih tidur di kamarnya.


“Cassia... kenapa kau tidur di sini...?”batinnya lalu duduk di samping gadis itu.


Tak bisa dia pungkiri jika dia memang ada rasa pada gadis itu. Dia pun mencondongkan tubuhnya untuk mencium Cassia. Namun dia mengurungkan niatnya dan tidak jadi mencium gadis itu.


“Cassia adalah anaknya Wardana...” batinnya setelah tiba-tiba teringat pada identitas gadis itu.

__ADS_1


Niky pun kembali duduk sebentar lalu berdiri namun ternyata Cassia bangun dan menarik tubuhnya untuk tetap duduk di sana.


“Kakak... kapan kakak datang... kenapa tidak membangunkan ku ?” tanya Cassia sambil duduk dan menyandarkan kepalanya ke bahu Niky.


“Baru saja...” jawabnya singkat dan dingin sambil menatap Cassia.


“Kakak... aku rindu sekali padamu...” ucapnya lagi sambil memeluk Niky.


“Apa yang harus kulakukan... rasanya aku ingin menghajarnya saja.” batin Niky yang mulai merasakan emosi dan mencoba menahan nya.


“Cassia... apa sebaiknya kau konsentrasi dengan studi mu dan kita putus saja ?” ucap Niky melepaskan tangan Cassia yang masih memeluk tubuhnya.


“deg.... !” bagai disambar petir di siang bolong ucapan Niky barusan membuatnya syok setengah mati. Gadis itu bingung kenapa tiba-tiba Niky minta putus darinya.


“Kakak... aku sama sekali tidak merasa terganggu dengan hubungan kita. Atau kakak punya wanita lain di luar sana ?” balasnya yang masa alasan Niky sama sekali tak masuk akal dan punya pikiran buruk padanya.


“Tidak... tak ada wanita lain yang ku sukai.” jawabnya berdiri dan perjalanan menuju ke pintu.


“Kak... aku yakin pasti ada alasan lain dan itu bukan menyangkut studi ku kan ? Tolong katakan padaku... aku tak mau kita putus.” ucap Cassia menggenggam erat tangan Niky.


Niky memejamkan mata dan mencoba untuk menahan amarahnya sambil menghirup nafas dalam-dalam.


“Kau tidak tahu masalah ku Cassia. Aku tak ingin menyeret mu dalam masalah ku maka lebih baik kita putus saja daripada aku menyakitimu.” balas Niky menjelaskan dan menatap Cassia lalu menundukkan kepalanya agar pikirannya tak berubah.


“Masalah apa kak... ?” tanya Cassia lagi sambil memeluk Niky dari samping.


“Aku sudah pernah menceritakannya padamu. Aku harus membalaskan dendam ayah ku pada lelaki yang telah menyebabkan ayah ku meninggal dan merenggut semuanya dari ku.” ucap Niky menjelaskan pada kasihan dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


“Kakak...aku akan mendukungmu dan membantumu jika aku bisa membantumu. Tapi tolong... aku tak bisa putus dari mu.” balas Cassia melepaskan pelukannya kemudian mencium pipi Niky sambil melepas kancing baju Niky.


“Cassia kumohon jangan...jika kau tetap meneruskan aku tak bisa menahannya lagi.” ucap Niky memegang tangan Cassia dan melepasnya lagi.


“Kakak...aku mencintaimu...” balasnya dan mulai mencium dada Niky.


“Apa yang harus ku lakukan... apa semua ini sudah ditakdirkan. Dan aku bisa memulai balas dendam ku dari sini...” batin Niky memejamkan mata saat Cassia mulai membuka resleting celananya.


Niky yang tak bisa menahan lagi akhirnya menyambut undangan dari Cassia. Dia berdiri dan merebahkan tubuh Cassia di tempat tidur.


“Apa kau siap sayang...” bisik lirih Niky di telinga Cassia. Sementara Cassia tampak tegang meskipun mengangguk.


Niky mencium bibir Cassia dengan kasar dan terus menciumnya turun melewati leher dan seluruh tubuhnya sambil membuka baju gadis itu.


Niky menjadi bergairah saat berada di atas tubuh Cassia setelah melihat kemolekan tubuhnya.


“Kakak... aku takut...” ucap Cassia sambil memeluk Niky erat.


“Tenang sayang...” balas Niky sambil mencium bibir Cassia. Dia pun membenamkan tubuhnya dalam-dalam sambil menggenggam erat tangan Cassia.


“Aah...kakak...sakit sekali...” ucap Cassia merintih menahan perih dan memejamkan matanya.


Niky merasakan kenikmatan luar biasa yang pernah dirasakan dengan gadis manapun sebelumnya termasuk Selly yang dulu masih perawan.


“Kau tak akan merasakan sakit setelah ini...” ucap Niky sambil mencium bibir Cassia lagi. Dan benar saja Cassia tak lagi merasakan perih, dia merasakan kenikmatan yang luar biasa yang menjalar di sekujur tubuhnya.


“Aah... kakak...” Cassia mulai mendesah dan memeluk pinggang Niky erat sambil membuat banyak kissmark di dada Niky karena tak kuat menahan rasa yang begitu nikmat.

__ADS_1


Niky terus membuat Cassia mendesah dalam dekapannya dan menyalurkan semua dendamnya pada Wardana saat itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2