
Beberapa hari kemudian Sherli akhirnya memutuskan setelah berdiskusi dengan pihak HRD dan melihat daftar posisi kosong di perusahaan itu untuk menaikan jabatan kerja Niky atas persetujuan Presiden Direktur di perusahaan itu.
Pagi hari di kantor, tampak Niky yang duduk melamun di depan monitor laptopnya setelah lelah berseluncur search google mengenai berbagai hal karena tak ada kesibukan baginya.
“Kapan ya... aku mendapatkan tugas baru... bosan juga rasanya seperti ini dan makan gaji buta.” batin Niky yang masih menggerakkan mouse dan mengarahkan pointer nya dimonitor laptopnya untuk membaca beberapa artikel.
Lelaki itu menoleh ke samping, tampak Joey yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya. Dia melihat staf lainnya yang juga tampak sibuk, bahkan Angel yang biasanya suka bercanda pun terlihat serius di depan laptop.
“Huft....” Niky menarik nafas panjang setelah menatap ke sekeliling.
Di Tengah kebosanan, lelaki itu mengeluarkan ponselnya dari balik saku bajunya.
“klik...” Niky mengusap layar ponselnya dan membuka kuncinya. Dia melihat ada banyak pesan masuk inbox-nya.
“Siapa lagi ini yang mengirim pesan padaku...” gumamnya penasaran melihat banyak nomor tak dikenal yang mengirim pesan padanya.
“tap...” Niky mengusap layar ponselnya dan membaca satu persatu pesan yang masuk.
Raut mukanya tampak tertekuk dan membaca semua pesan yang masuk di ponselnya.
“Jadi ini... pesan dari mereka para wanita yang beberapa hari yang lalu menawan ku di sebuah hotel ?” gumam Niky sambil terus membaca pesan masuk lainnya.
“Ding.... !” ada pesan lagi masuk dan Niky segera membacanya. Wajahnya yang tadi sempat sedikit tersenyum kini berubah menjadi kesal lagi setelah membacanya.
“Apa maksud mereka sebenarnya... mereka bilang minta maaf karena sebelumnya salah mengira diri ku sebagai seorang penghibur. Tapi barusan mereka bilang ingin bermalam denganku lagi ??? Dasar wanita gila !!!” umpat Niky dalam hati karena merasa kesal dan menaruh kembali ponsel ke dalam sakunya tanpa membalas satupun pesan dari mereka.
“Kring.... kring... kring...” suara telepon berdering di meja Niky.
Lelaki itu tersentak dari lamunannya setelah mendengarkan dering telepon yang terdengar melengking di telinganya.
“Siapa ya...” batinnya setelah tersadar dari lamunannya dan segera mengangkat telepon di mejanya itu.
“Halo selamat pagi dengan Niky...” ucapnya refleks secara otomatis saat mengangkat setiap telepon yang masuk.
“Niky... sebelumnya aku sudah berjanji padamu akan memberikan hadiah untukmu jika kau berhasil mendapatkan investor untuk proyek Wonderland. Kau ke sinilah sebentar untuk mengambil hadiah mu.” ucap suara seorang wanita yang ternyata adalah Sherli.
__ADS_1
“Ya baik Bu Sherli. Aku akan segera menemui ibu sekarang juga.” jawab Niky yang tampak senang setelah mendengar pernyataan dari wanita itu. Dia segera menutup keran telepon setelah menit atau mengakhiri panggilan mereka.
“Kira-kira hadiah apa yang akan diberikan oleh bu Sherli padaku nanti...insentif... kenaikan gaji... atau apa... ?” batin Niky menebak tebak sendiri jenis hadiah yang akan diterimanya.
Lelaki itu segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan dengan cepat menuju ke ruang direktur accounting karena tak sabar menunggu dan ingin mengetahui apa yang akan didapatnya.
“tok... tok....” suara Niky mengetuk pintu ruang direktur accounting setelah tiba di sana.
“Ya masuk Niky...” jawab Sherli yang yakin jika yang mengetuk pintu adalah Niky.
“klik...” Niky memutar gagang pintu dan berjalan masuk menuju ke ruang direktur accounting.
Niky sudah berdiri di depan meja Sherli untuk menghadap wanita itu.
“Ya Niky duduklah dulu sebentar aku akan mengambilkan sesuatu untukmu.” ucap Sherli melihat Niky yang sudah berdiri di depannya.
Niky duduk dan menunggu sedangkan saya beli berdiri dari tempat duduknya lalu masuk ke ruangan lainnya dan mengambil sesuatu dari sana. Tak beberapa lama kemudian wanita itu keluar dengan membawa sebuah amplop berisi surat.
“Niky ini hadiah untukmu. Ambil ini.” ucap wanita itu sambil menyerahkan surat yang dipegangnya pada Niky.
“Apa sebenarnya isi dari surat ini... ku kira aku akan mendapatkan sesuatu seperti yang kubayangkan tapi apa isi amplop ini ?” batinnya yang terus menatap amplop itu dan belum membukanya.
“Kau hanya melihatnya saja... bukalah sekarang amplopnya.” ucap Sherli lagi karena lagi itu tak segera membukanya.
“Baik bu Sherli...” jawab Niky singkat. Dia lalu membuka amplop itu dan mengeluarkan secarik kertas dari dalamnya.
Niky membaca isi surat itu dan seketika dia terkejut dengan raut bahagia yang terlukis di wajahnya.
“Ah... ini... ini...aku naik jabatan... ?” ucap Niky terbata-bata setelah selesai membacanya dan tak menyangka akan mendapat hadiah yang benar-benar bagus dan tak pernah terpikirkan olehnya.
“Selamat Niky kau naik jabatan menjadi kepala bagian accounting atas kerja kerasmu selama ini.” ucap Sherli tersenyum sambil menjabat tangan lelaki itu.
“Terima kasih... Terima kasih banyak Bu Sherli...” balas Niky dengan tertawa lebar menjabat tangan atasannya itu.
Setelah tak ada lagi yang perlu disampaikan Niky kembali ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Teman kerja Niky satu ruangan ternyata sudah mendapat informasi juga mengenai kenaikan jabatan Niky barusan melalui buletin perusahaan online mengenai staf berprestasi yang bisa ditemukan dalam masing-masing meja kerja setiap staf.
“tap... tap... tap...” Niky melangkah masuk menuju ke ruang kerjanya. Tanpa dia sangka, Ternyata semua staf yang ada di sana langsung berdiri saat melihatnya masuk dan menyambut kedatangannya.
“Wah... Niky... Tak ku sangka kau menjadi staf berprestasi dan lagi sialnya kau naik jabatan mendahului aku...” ucap Joey menjabat tangannya sambil tersenyum dan menepuk bahu lelaki itu.
“Aduh Niky... bagaimana bisa kau juga menyalip posisiku. Dasar kau.. sekarang aku harus memanggilmu bos kalau begitu...” ucap Jessi menjabat tangan Niky dengan gerakan yang menggoda seperti biasanya.
“Ah... terima kasih Jessi. Kau tak perlu memanggilku seperti itu.” balas Niky sambil tersenyum dan sedikit memundurkan langkahnya karena takut pada Jessi yang agresif padanya.
“Kau harus mengajak kami semua ke rumah makan setelah ini...” ucap Angel memberi selamat pada Niky dan meminta traktiran mewakili semua staf yang ada di sana.
“Ya tentu saja... kalian bisa pilih kapan hari yang tepat dan dimana lokasinya, maka aku tinggal mengikuti kalian saja.” jawab Niky tersenyum lebar.
“Terima kasih semuanya...” ucap Niky lagi lalu kembali ke tempat duduknya.
Siang harinya di saat jam makan siang lelaki itu keluar kantor dan makan di tempat biasanya di Rumah Makan Bambu Kuning.
Di sana ternyata sudah ada Selly yang menunggu kedatangannya.
“tap... tap...” Niky segera berjalan memasuki rumah makan setelah turun dari maserati putihnya.
Dari kejauhan dia melihat Selly duduk menghadap ke jalanan melambaikan tangan padanya.
Niky pun duduk berhadapan dengan wanita itu. Karena merasa gerah dia melepas blazer nya dan menaruhnya di sampingnya.
Selly tanpa sengaja menatap kemeja Niky yang sedikit tersingkap kalau lelaki itu membuka satu kancing bajunya.
“Apa tanda merah di dada Niky itu... itu seperti bekas ciuman... padahal semalam dia tidak bersamaku...” batin Selly yang melihatnya lagi.
Karena penasaran wanita itu menyentuh kancing baju Niky dan membuka lagi satu kancing bajunya. Betapa terkejutnya dia saat melihat banyak sekali tanda merah di dada Niky.
“Selly apa yang kau lakukan... !?” ucap Niky menyingkirkan tangan wanita itu dari bajunya dan menutup kembali kancing bajunya yang terbuka.
Tampak Selly menatap Niky dengan rasa kesal, amarah dan rasa lainnya yang bercampur aduk menjadi satu serta menuntut kejelasan dari lelaki itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....