
Niky melihat perubahan raut muka Selly yang awalnya antusias melihat kedatangannya kini tampak emosi dan marah padanya.
“Celaka... aku lupa jika bekas ciuman beberapa hari yang lalu dari tubuhku masih terlihat. Dan sepertinya wanita ini marah karena nya.” batin Niky setelah tersadar pada apa yang membuat wanita di depannya tampak marah padanya.
“Niky... itu bekas ciuman siapa ?” tanya Selly yang tak bisa menahan lagi rasa amarahnya.
“Ini... ini... tidak seperti yang kau kira...” ucap Niky menjelaskan dan tak tahu apa yang harus dia lakukan.
“hah...” Niky menghela nafas saat melihat wanita itu menangis di depannya.
Baru kali ini dia merasakan ada seseorang wanita yang menumpahkan air mata untuknya.
“Niky... kau jahat... ku kira kau benar-benar mencintai ku seperti aku mencintaimu.” ucap Selly yang masih terisak di depan Niky.
“Cinta dia bilang... selama ini aku tak pernah memikirkan cinta dan Saya ingin jatuh cinta pada wanita manapun selama musikku belum tuntas. Bahkan sampai sekarang aku belum menjalankan misi ku sedikit pun.” batinnya bertanya pada dirinya sendiri saat mendengar pengakuan secara tak langsung dari Selly.
Lelaki itu hanya diam mengucapkan sepatah kata apapun dan menghapus air mata Selly.
“Niky katakan padaku apa kau mencintai ku... ?” tanya Selly lagi yang menatap Niky dengan tatapan dalam.
“Mungkin ini akan menyakitinya tapi aku harus memperjelas nya lagi supaya ada kesalah pahaman lagi ya kan lebih menyakiti dirinya.” batin Niky menatap Selly yang masih tampak sedih dan menunggu jawabannya.
“Selly... kau mungkin sudah salah paham pada ku... aku menyukaimu tapi aku tak punya rasa cinta untukmu...” jawab Niky pelan dan mengatur emosinya.
Seketika Selly shock mendengar jawaban yang diutarakan oleh Niky padanya.
“Tapi kenapa... bukankah kita tiap malam bersama... apa itu bukan cinta ? Atau ada seseorang yang kau cintai ?” tanya Selly.
Niky menggenggam erat tangan Selly dan menatapnya lembut.
“Selly asal kau tahu... tak ada wanita yang pernah singgah di hatiku. Aku tak ingin terikat dengan wanita manapun saat ini. Dan lagi aku tak pantas untuk mu...” jelas Niky pada Selly yang membuat gadis itu semakin tak mengerti pada ucapan Niky dan membuatnya semakin sedih.
"Aku minta maaf sekali pada mu...tapi aku yakin kau bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari pada aku dan juga setidaknya seusia dengan mu.” jelas Niky lagi agar wanita itu bisa mengerti maksudnya dan tak pernah berharap padanya.
Selly tampak semakin sedih mendengar pernyataan Niky dan hatinya hancur berkeping-keping dan terluka karenanya.
Lama wanita itu menatap Niky hingga dia memutuskan setelah memantapkan hatinya.
__ADS_1
“Niky... jika memang seperti itu aku tak bisa melanjutkan hubungan kita yang tanpa status ini...” ucap Selly dengan berat hati dan tampak sedih sekali.
Entah kenapa lelaki itu juga merasa sedih setelah mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh wanita itu barusan.
“Tapi kau masih mau berteman dengan ku kan...?” tanya Niky lagi menatap selly yang tertunduk.
“Ya...” jawab Selly lirih dan mencoba menguatkan hatinya sendiri.
Mereka berdua lalu menyantap hidangan yang tersaji di depan mereka tanpa berkata apapun lagi.
Beberapa hari berlalu, di tempat kerja Niky masih menunggu tugas selanjutnya setelah posisinya resmi di sahkan sebagai kepala bagian umum accounting.
Suatu sore setelah pulang kerja tanpa dia kira sebelumnya ada beberapa model tak dikenal yang mengikutinya dari belakang.
“Ahh siapa lagi itu ya...” gumamnya saat melihat ada beberapa mobil yang tak dikenalnya mengikutinya dari kaca spion mobilnya.
“Aku belum pernah melihat itu mobil siapa... bukan mobil Airin juga...” gumamnya lagi lalu mempercepat laju mobilnya agar tidak terkejar oleh mereka.
“broom.... !” beberapa mobil ikut mempercepat lajunya saat Niky menambah kecepatan.
“broom.... !” Niky menambah kecepatan lagi agar tidak terkejar. Namun apa yang terjadi, ada tiga mobil yang sekarang berhasil mengejarnya dan berada tepat di belakangnya.
Satu mobil metalik menyalip Niky dan berhenti tiga meter di depannya yang memaksa Niky terpaksa menghentikan mobilnya.
“ckiit... !” Niky menginjak Hai kencang agar tidak menabrak mobil yang ada di depannya.
Setelah mobilnya berhenti diapun mundur untuk berbalik namun mobil hitam yang ada di belakangnya menghadangnya sehingga mobilnya tak bisa bergerak.
Niky terjebak di antara dua mobil yang tak bisa melakukan apapun. Tak beberapa lama kemudian ada tiga mobil lainnya yang menyusul.
“brak.... !” Niky yang kesal keluar dari mobilnya dan terpaksa harus menghadapi pengemudi mobil yang tak dikenalnya.
“brak... !” pintu lima mobil ini ada di sana terbuka dan keluarlah lima orang wanita dan salah satunya Airin.
Mereka berlima berjalan bersamaan mendekati Niky yang berdiri di samping mobilnya dengan tegap.
“Apa.... ?!!” batin Niky saat melihat lima wanita berbaju minim sudah mengepung Niky.
__ADS_1
Airin maju menghampiri Niky dan menyentuh pipinya.
“Niky aku menantang mu lagi malam ini dan aku membawa kan teman ku lainnya. Ku harap kau tak mengecewakan kami malam ini.” ucap Airin menarik dasi Niky dan memegang dadanya.
“Tap.... !” Airin kembali mengangkat tangannya ke atas sambil menjentikkan jarinya. Dan ke empat wanita lainnya lebih mendekat menghampiri Niky.
“klik.... !” seorang wanita maju dengan membawa borgol dan memborgol tangan Niky dan segera mengunci nya.
“Fuck... !! Lepaskan aku.... !!” teriak Niky berontak sambil berusaha melepaskan ikatan borgol tangannya, namun sia-sia saja.
“Hey bantu aku membawanya masuk ke mobil !” teriak wanita yang memperkenalkan ini kita meminta bantuan pada teman lainnya. Dan beberapa lama kemudian dua wanita datang membantu dan mengirim Niky masuk ke mobil Airin.
“brak... !” seorang wanita menutup pintu mobil setelah Niky masuk kedalam dan Airin segera mengunci nya.
“Airin bajingan kau... !” teriak Niky dalam mobil sambil terus berusaha melepaskan borgol mengangkat tangannya.
“Niky... seandainya kau menurut kami tak akan bertindak liar seperti ini. Jika kau menurut kami akan memberikan tambahan bonus untuk mu...” ucap Airin menoleh ke belakang sambil tersenyum.
Tak berapa lama kemudian mobil itu berhenti di sebuah villa mewah yang terletak di dekat pegunungan.
“brak...” Airin keluar dari mobil lalu membebankan pintu mobil untuk Niky dan mengajaknya keluar.
Beberapa wanita lainnya datang membantu Airin untuk membawa Nicky masuk ke sebuah kamar khusus yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.
Di dalam kamar sekarang ada Airin dan Niky saja. Mereka duduk berdua di tempat tidur.
“klik...” Airin membuka kunci borgol dan melepaskannya dari tangan Niky.
Lelaki itu pun akhirnya menuruti permintaan Airin karena jika dia bisa kabur pun di luar masih ada empat wanita yang akan menahannya dan membuat usahanya sia-sia belaka.
Airin merupakan Niky ke tempat tidur lalu memeluknya erat di balik selimut yang menutupi tubuh mereka. Dan Tak lama kemudian terdengar ******* melengking Airin yang terdengar sampai keluar kamar.
Beberapa saat setelah Airin keluar dari kamar itu masuklah wanita lainnya dan melakukan hal yang sama sampai wanita yang ada di luar yang menunggu Niky sudah tak ada lagi.
Di malam berikutnya beberapa wanita tadi mendatangi Niky lagi namun lelaki itu sepertinya sudah terbiasa dengan situasi itu dan membuatnya tidak memberontak atau melakukan perlawanan pada mereka. Dan hal itu diulang setiap malam dengan wanita yang selalu berganti-ganti. Mereka rela merogoh kocek mereka dalam demi bermalam bersama Niky.
BERSAMBUNG....
__ADS_1