
Satu bulan berlalu setelah perusahaan Niky resmi beroperasi. Di saat Cassia tak ada jam kuliah dan tak ada jadwal ke Dream fantasi dia berada di kantor itu.
“tik...tik...tik...” Cassia menyapukan jarinya di keyboard. Gadis itu memeriksa laporan pekerjaan dari para staf yang ada di sana.
“Sampai sejauh ini semua masih berjalan sesuai yang diharapkan.” ucapnya lirih dan memeriksa laporan lain yang ternyata juga tak ada kesalahan ataupun kekurangan.
Di lain tempat, Niky duduk di kursi di ruang kerjanya. Dia juga tampak sibuk dengan pekerjaannya saat ini karena pada pertengahan bulan mulai banyak laporan yang masuk padanya dan dia harus segera memeriksanya sebelum pekerjaannya semakin menumpuk dari hari ke hari.
Di tengah kesibukannya dia mendengar nada pesan masuk di ponselnya.
“Ding...” Niky mengambil ponselnya dari balik saku baju kemudian mengusap layar kunci untuk melihat pesan masuk.
Ternyata pesan itu dari Cassia yang melaporkan tentang hasil kinerja perusahaan.
“Aku memang tak salah meminta Cassia mengoperasikan perusahaan ku. Dengan satu dayungan aku bisa melampaui dua pulau sekaligus.” gumam Niky tersenyum lebar setelah selesai membaca pesan dari kekasihnya.
Niky berhenti sejenak dari pekerjaannya memeriksa laporan para staf. Dia mengambil kembali ponsel yang barusan dia letakkan di meja.
“kring.... kring... kring...” suara ponsel Cassia yang berdering. Gadis itu menghentikan pekerjaannya sejenak dan melirik ke ponsel nya yang dia letakkan di meja.
“Kakak Niky telepon...” ucapnya saat mengambil ponsel kemudian mengangkatnya.
“Halo kak... ada apa... apa kakak sudah baca yang kau kirimkan barusan ?” tanya Cassia sambil berdiri dan pindah ke kursi lain yang lebih nyaman kemudian menyadarkan kepalanya.
__ADS_1
“Sayang... aku sudah membacanya, kau memang luar biasa sekali. Aku sangat berterima kasih padamu. Semua ini karena mu, jika tak ada dirimu tak mungkin perusahaan kita bisa berjalan baik seperti ini.” ucap Niky menyampaikan perasaan yang sebenarnya pada gadis itu.
“Ya kakak... aku hanya melakukan yang ku bisa saja, dan masih banyak hal yang belum ku tangani.” balas gadis itu merendah.
“Sayang... kau selalu low profile seperti itu. Kau memang wanita yang bisa ku andalkan. Nanti malam pulanglah ke rumah aku sangat merindukanmu sekali.” ucap Niky menjunjung kekasihnya kembali dan mendengar suara senyum renyah dari gadis itu.
“Ya kakak... meski pun Ayah tak ada jadwal keluar kota, aku aku akan menginap ke sana nanti malam. Aku juga sangat... sangat...sangat merindukan kakak.” ucap balas gadis itu yang memang merindukan sentuhan dari Niky karena sudah dua minggu dia tidak bertemu dengannya.
Tak terasa tiga bulan telah berlalu. Dengan adanya Cassia yang menjalankan perusahaan Niky, perusahaan itu menunjukkan performa yang positif dan berada pada daftar urutan sepuluh besar perusahaan baru saat ini. Mudah saja bagi gadis itu mengoperasikan perusahaan Niky dengan pengalamannya selama ini yang ikut membantu menjalankan perusahaan ayahnya.
Suatu ketika Wardana yang saat itu sedang luang dan banyak waktu berada di rumah dan berpapasan dengan sopir pribadinya.
“Pak Rahmat... bagaimana perkembangan Cassia selama ini... apa yang dia lakukan di luar sana selama aku tak ada di rumah ?” tanya Wardana berhenti di garasi rumah sebelum masuk.
Wardana mengerutkan dahinya mendengar penjelasan dari sopir pribadinya.
“Hmm... jadi dia sudah tidak menjalin hubungan dengan seorang lelaki ?” tanya nya lagi dengan tersenyum lebar.
“Maaf untuk masalahnya itu kurang tahu tuan, tapi sepertinya Nona punya kesibukan lain akhir-akhir ini.” jelas sopir tadi yang membuat ayahnya kasih yang semakin penasaran pada aktivitas yang dilakukan putrinya.
“Lalu apa kesibukannya selama ini.. ?” tanyanya lagi tak sabar.
“Tuan... aku sering melihat nona sejak beberapa bulan yang lalu sering pergi ke perusahaan baru bernama Cassia Group.” jelas sopir tadi menambahkan.
__ADS_1
“Apa itu perusahaan Cassia...?” tanya Wardana tersenyum lebar.
“Sepertinya seperti begitu tuan jika dilihat dari namanya...” jelas sopir tadi.
“Baiklah kau boleh pergi untuk menyervis mobil itu sekarang.” ucap Wardana mengakhiri pembicaraannya.
“Baik tuan... aku pergi dulu.” balas Pak Rahmat lalu masuk ke mobil dan membawa mobilnya ke tempat service karena mobil tuanya itu sudah waktunya untuk di servis.
Sementara itu Wardana yang sudah mendengar laporan dari Pak Rahmat, dia semakin penasaran dan mencoba menghubungi salah satu anak buahnya untuk menyelidiki hal itu.
“kring... kring...” beberapa waktu kemudian ponsel Wardana berdering dan lelaki itu segera mengangkatnya.
“Ya halo... bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu ? Apakah sudah dapat informasi ?” tanya lelaki itu tak sabar pada anak buah utusannya.
“Tuan... Cassia Group merupakan perusahaan baru di bidang elektronik dan saat ini masuk dalam urutan top new 20 besar. Dan seperti yang tuan ketahui hampir setiap hari jika nona Cassia jika tak pergi ke kampus atau ke Dream Fantasy dia ada di perusahaan itu.” jelas lelaki itu dari balik telepon.
“Bagus...kerja bagus. Baiklah awasi terus perusahaan itu jika ada sesuatu segera laporkan padaku.” ucapnya.
“Baik bos...” balas anak buah Wardana.
Wardana masuk ke ruang bacanya dan duduk di kursi.
“Ternyata Cassia memang bisa dibanggakan. Dia diam-diam membuka perusahaan tanpa bantuan ku. Benar-benar patut diacungi jempol putriku yang satu itu. Tak salah aku sering mengajak nya ikut mengurusi beberapa perusahaan.” batin lelaki tua itu tersenyum lebar dan bangga pada putri kesayangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....