Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 67 Menemui Cassia


__ADS_3

Niky masih berdiri dan bercakap-cakap dengan Cassia melalui ponsel.


“Jadi kapan kakak Niky akan kembali ?” tanya Cassia


Niky terlihat senang gadis itu meneleponnya tapi juga heran kenapa gadis itu tiba-tiba meneleponnya.


“Mungkin Senin sudah balik, ada apa Cassia... ?” tanyanya sambil sesekali melihat ke atas menatap Devan yang terus naik meninggalkan dirinya.


“Tidak ada kak... saat ini Aku sedang ada di Dream fantasy barangkali saja kakak ada di sekitar sini.”jawab gadis itu.


Dari atas Devan berhenti dan menatap kakaknya yang masih belum berjalan.


“Kakak... ayo cepat naik... !” teriak Devan berbalik menghadap pada Niky.


Niky mengangguk sambil mengacungkan jempolnya pada Devan.


“Ah maaf Cassia... adik ku sedang menunggu untuk mendaki gunung. Nanti ya kita sambung lagi. Aku khawatir ada apa-apa pada adik ku.” jawab Niky sambil terus menatap ke atas melihat Devan.


“Ya kakak Niky, happy weekend...” jawab Cassia dan panggilan berakhir.


Niky segera menyusul Devan menaiki tangga setelah percakapannya dengan Cassia berakhir.


Setelah satu jam mendaki Niki dan dapat akhirnya sampai di puncak Gunung Galunggung.


“Huft...” Niky merasa terengah-engah dan duduk sebentar di tempat duduk dari kayu yang ditata dengan sederhana di sana.


Setelah nafasnya yang tidak beraturan kembali normal, dia pun melanjutkan perjalanan bersama Devan melihat pemandangan di sekitar.


“klik... klik... !” beberapa pengunjung terlihat mengambil foto dengan angle panorama yang indah di sana.


“Kakak... ayo kita berselfie juga...” ucap Devan menarik ulangan kakaknya dan berjalan ke tempat yang yang tampak indah scenery nya.


“Senyum kak...” ucap Devan saat memegang tongsis dan mengambil foto mereka berdua.


“klik... klik...” Devan mengambil banyak foto bersama Niky di berbagai tempat.


Setelah puas berfoto, Niky dan Devan pun memutuskan untuk turun dan menemui ibu serta Fiona.


“Ayo.... cepat jalan...” ucap Niky saat melihat Devan yang berjalan dengan pelan di depannya.


“Iya kak... kaki ku rasanya pegal setelah mendaki tadi...” jawab Devan sambil menoleh kebelakang menatap kakaknya dan tampak lesu.

__ADS_1


“Ayo... yang semangat seperti tadi. Jika kau berhasil turun mendahului kakak, maka kau boleh minta apapun nanti saat sampai di bawah.” ucap Niky agak adiknya kembali bersemangat.


Devan pun menapakkan kakinya dan memaksa kakinya melangkah cepat meskipun terasa berat. Sedangkan Niky hanya tersenyum kecil menatapnya dan memelankan langkahnya agar tidak mendahului Devan.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di bawah dan di sana sudah ada Ibu dan Fiona yang menunggu mereka berdua.


“Bagaimana apa masih mau lanjut ke tempat lainnya ?” tanya Niky pada mereka bertiga.


Ketiga orang itu menggeleng bersamaan.


“Tidak perlu kakak... aku dan ibu sudah mengelilingi tempat ini juga. Dan lihat ini....” ucap Fiona menolak ajakan kakaknya sambil menunjukkan banyak bunga yang dibelinya bersama ibu.


Tiga puluh menit kemudian mereka berempat masuk ke maserati putih dan kembali pulang ke rumah. Tampak mereka semua terlihat senang setelah keluar dari tempat wisata itu. Niky merasa lega bisa menyenangkan anggota keluarganya.


Senin pagi Niky segera bersiap di pagi hari setelah bangun tidur. Dia masuk kamar mandi dan keluar untuk ganti pakaian kerja.


Selesai bersiap dia mencari ibunya yang ada di dapur.


“Ibu... aku berangkat dulu...” ucapnya berpamitan pada ibunya setelah masuk ke dapur.


“Ibu sudah menyiapkan masakan untukmu. Kau makanlah dulu sebelum berangkat, ini juga masih terlalu pagi.” jawab ibu menarik tangan Niky dan membawanya duduk ke meja makan.


“Ibu... tapi aku tak ingin merepotkan ibu dan membantu ibu capek. Lain kali Ibu tak perlu memasakkan aku sepagi ini.” jawab Niky saat duduk.


Setelah menghabiskan sarapannya, Niky berpamitan pada ibunya dan segera melangkah keluar rumah masuk ke maserati putihnya.


“broom...” Niky melajukan mobilnya keluar dari rumah menuju ke tempat kerja. Dia menutup kaca jendela mobil setelah ibunya masuk ke rumah.


Setelah menghabiskan waktu akhir pekan nya bersama keluarga lelaki itu terlihat ceria dan tampak bersemangat. Tak berapa lama kemudian dia tiba di tempat kerjanya.


“Oh... masih sepi di sini baru aku saja yang datang...” gumamnya setelah absen dan berjalan ke ruang kerjanya yang masih terkunci. Dia pun berbalik dan kembali menunggu di maserati putihnya hingga dia ketiduran di sana.


“Ding... ding...” Alarm Niky yang tadi disetel nya berbunyi.


“Aah... jam berapa ini...” gumam Niky bangun setelah mendengar alarmnya yang berbunyi nyaring.


“Sudah waktunya aku masuk ke kantor...”


Niky segera membuka pintu mobilnya dan menutupnya kembali setelah keluar. Dia lalu berjalan dengan cepat menuju ke ruang kerjanya.


Niky duduk di kursi seperti biasanya dan menyalakan laptopnya. Dia pun membuka kotak masuk emailnya yang ternyata masih kosong, belum ada laporan lain yang masuk.

__ADS_1


Karena tak ada yang dikerjakan diapun menyandarkan punggungnya ke kursi.


“Kring... kring.... kring...” ponsel Niky berdering di tengah pikirannya yang kosong.


Niky merogoh saku bajunya dan mengambil ponselnya. Dia Menatap layar ponselnya dan membaca siapa penelpon nya.


“Cassia...” batin Niky saat membaca nama penelponnya.


“Ya... halo Cassia... ada apa... ?” ucap Niky mengangkat telepon.


“Kakak Niky... nanti siang main ke Dream Fantasy tidak ?” balas gadis itu bertanya.


“Aku tidak tahu... bisa ke sana apa tidak nanti siang... nanti aku kabari.” jawab Niky.


“Baiklah kalau begitu kak... aku tunggu kabar bagus dari kakak.” jawab gadis itu lalu mengakhiri panggilan nya.


Niky menaruh kembali ponsel ke saku bajunya dan kembali menatap monitor laptopnya.


Pikirannya tampak melayang dan tertuju pada Cassia, meski baru mengenalnya beberapa waktu.


Tak terasa hari semakin siang dan Niky memutuskan untuk keluar saat jam makan siang. Sebenar ya dia tak ingin pergi ke Dream Fantasy, namun entah kenapa dia melaju mobilnya menuju ke sana juga.


“ckiit...” beberapa saat kemudian lelaki itu sampai di Dream Fantasy dan berhenti di depannya.


Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Cassia. Beberapa saat kemudian telepon tersambung.


“Halo... Cassia... aku sekarang ada di depan Dream Fantasy. Kau ada dimana ?” tanya Niky sambil menatap ke sekitar mencari keberadaan gadis itu.


“Halo... kak... tunggu di sana ya sebentar lagi aku akan keluar.” jawab Cassia kalau menutup teleponnya dan berjalan dengan cepat keluar dari Dream Fantasy.


Sesampainya di luar dia menatap ke sekitar dan mencari keberadaan Niky.


“Kak...” panggil Cassia sambil melambaikan tangannya setelah menemukan Niky yang beberapa meter dari pintu masuk Dream Fantasy.


Gadis itu berjalan dengan cepat dan menghampiri Niky.


“Cassia... jam istirahat ku tidak lama dan aku mau ke rumah makan seafood. Apa kau mau ikut denganku ?” tanya Niky membuka kaca mobil dan tersenyum pada gadis itu.


Kebetulan saat itu Cassia merasa sedikit lapar, dan dia mengangguk.


“Ayo naiklah...” ucap Niky lalu membukakan pintu mobilnya.

__ADS_1


Cassia Naik dan duduk di depan di sebelah Niky. Dia menutup kembali pintunya dan segera dikirim mengajukan mobilnya menuju ke rumah makan Sea food.


BERSAMBUNG...


__ADS_2