Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 139 Akhir Dari Hubungan


__ADS_3

Cassia berusaha berontak agar bisa kembali ke sisi Niky, namun kalah tenaga dan dia pun tak bisa berbuat apa-apa saat para anak buah ayahnya itu membawanya masuk ke rumah.


Setelah kepergian Cassia, Wardana menghampiri Niky masih tergeletak di tanah.


“Duk... !”Wardana menginjakkan kakinya ke atas dada Niky sambil tersenyum lebar menatapnya karena dia berhasil menjatuhkan Niky.


“Bocah....inilah nasib yang pantas kau terima. Kau pantasnya menemani ayahmu di neraka !”ucap Wardana memandangnya rendah dan tertawa lebar merasa bangga dengan kekuatan dan kekuasaannya saat ini.


Niky hanya tersenyum menatapnya dengan tatapan meremehkan.


“Semuanya belum berakhir sampai di sini. Ini hanya permulaan dan sebentar lagi kau akan mendapatkan balasan yang pantas kau dapatkan untuk selama ini.”balas Niky tersenyum lebar menatanya.


“Dasar kau bocah... ! Beraninya kau main-main denganku, kau kira kau siapa ?”ucap Wardana dengan angkuh dan menginjaknya lebih keras lagi.


Dari dalam rumah, Cassia yang masih mengkhawatirkan kondisi Niky melihat keluar rumah dari jendela. Dia melihat ayahnya masih menyiksa Niky.


“Buk... buk...”Cassia memukul jendela agar bodyguard yang di luar membukakan pintu untuknya, namun para anak buah Wardana hanya menurut pada kata Wardana saja.


“Kakak Niky... ! Buka pintunya... buka... aku mau melihat kakak Niky... !”teriak Cassia, namun masih tak di gubris oleh anak buah Wardana.


Cassia semakin syok saat melihat ayahnya terus-terusan memukul Niky.


“Kakak Niky... tidak... ayah... Kenapa kau masih memukulinya padahal aku sudah menuruti perkataan mu...”ucap Cassia menatap keluar jendela sambil terisak.


Cassia merasa tak tahan melihat Niky yang menderita dan masih di pukuli ayahnya tak sadarkan diri.


“bruk...”suara tubuh Cassia yang jatuh.

__ADS_1


Seorang body guard menoleh ke belakang dan mendapati Cassia pingsan.


“Nona pingsan... laporkan pada tuan !”ucap seorang lelaki pada temannya.


Salah satu bodyguard kembali berjalan menghampiri Wardana untuk melaporkan keadaan Cassia saat ini. Sementara yang lainnya masuk ke rumah untuk mengangkat tubuh Cassia dan membaringkannya di sofa.


“Tuan... gawat... nona Cassia pingsan.”ucap lelaki itu saat tiba di samping Wardana.


“Apa... ? Ayo kita lihat bagaimana keadaannya sekarang.”balas Wardana terbalik menghadap anak buahnya dengan terkejut.


Dia menatap kembali Niky dan bicara padanya.


“Bocah kau beruntung kali ini aku tidak menghabisi mu.”ucapnya menatap Niky lalu mengakhiri menyiksanya dan pergi meninggalkannya untuk melihat keadaan putrinya.


Niky memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam.


Setelah Wardana pergi, Niky mengumpulkan kekuatannya yang masih tersisa untuk bangun. Dia pun berjalan dengan tubuh penuh luka keluar dari rumah Cassia dan menuju ke maserati putihnya.


Niky kembali menatap rumah Cassia selama beberapa menit kemudian menutup kaca jendela mobil yang barusan dia buka.


“Selamat tinggal Cassia... hubungan kita terakhir sampai di sini.”ucap Niky lirik mengucapkan salam perpisahan yang terakhir kali untuk Cassia. Tak lama kemudian dia pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya saat ini.


Sementara di dalam rumah seorang pelayan wanita mencoba menyadarkan Cassia dari pingsan. Pelayan itu mengusapkan minyak aromaterapi dan minyak lainnya pada Casiaa namun gadis itu tak kunjung sadar juga.


“Bagaimana kondisi Cassia ?”tanya Wardana pada anak buah dan pelayannya saat masuk ke rumah.


“Nona masih belum sadar tuan...”jawab klien wanita menjelaskan pada warnanya jika dia sudah melakukan berbagai hal sebelumnya, namun upaya itu belum membuahkan hasil.

__ADS_1


Wardana mendekat menghampiri Cassia. Dia lalu mencoba membangunkan Cassia sendiri.


“Cassia... Cassia... bangun...”ucap Wardana sambil menggoncang pelan tubuh Cassia.


Setelah beberapa kali membangunkan, Cassia masih belum sadar juga. Wardana tampak khawatir pada putri kesayangannya itu.


“Siapkan mobil sekarang dan bawa Cassia ke rumah sakit sekarang juga.”ucap Wardana memerintahkan para buahnya.


“Baik tuan...”jawab anak buah Wardana serempak.


Mereka bergerak cepat menyiapkan segala keperluan.


“Tuan mobilnya sudah siap...”ucap supir yang berhenti tepat di depan pintu.


“Bawa Cassia ke mobil sekarang juga !” ucap Wardana lagi memberikan perintah pada anak buahnya.


Tanpa menunggu lama para anak buah perdana segera mengangkat tubuh Cassia dan memasukkannya ke mobil.


Sesaat setelah Cassia masuk ke mobil, Wardana ikut masuk ke mobil dan duduk di depan.


“Pak Rahmat cepat antarkan kami ke rumah sakit terdekat !”ucap Wardana pada sopir pribadinya itu.


“Baik tuan...”jawab Pak Rahmat kemudian segera melajukan mobilnya keluar dari rumah dan menuju ke rumah sakit terdekat.


Tak berapa lama kemudian mereka tiba di rumah sakit. Pak Rahmat turun dari mobil kemudian menuju ke salah petugas medis yang ada di rumah sakit untuk melaporkan ada pasien yang harus ditangani.


beberapa saat setengahnya petugas medis datang dan membawa Cassia ke ruangan pasien untuk mendapatkan pemeriksaan.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2