Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 90 Melihat Cassia Bersama Wardana


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu, pihak Dream Fantasy kembali melakukan inovasi untuk menarik dan memikat pengunjung, namun lagi-lagi usaha mereka gagal. Dan mereka tak menyerah begitu saja. Mereka tetap melakukan inovasi untuk menarik pengunjung.


Di lain tempat, Niky yang sudah naik jabatan menjadi asisten direktur accounting sedang duduk di kursinya.


“kring... kring... kring...” tiba-tiba telepon di mejanya berdering. Dia pun segera mengangkatnya.


“Halo... selamat pagi dengan Niky...” ucapnya saat mengangkat telepon.


“Halo... Niky... apa kau masih ada di ruangan kerja mu yang sekarang ?” ucap seorang wanita bertanya padanya.


“Ya Bu asisten presiden direktur...maaf apa ada masalah ?” jawab Niky sambil duduk tegak di kursinya.


“Tidak... aku hanya ingin memberitahukan padamu jika kau seharusnya berpindah dari ruangan itu ke ruangan lain.” tambah wanita itu.


“Oh...lalu di mana ruangan baru Bu Sherli ?” tanya Niky lagi.


“Ruangan baru mu ada di ruangan yang terletak di sebelah ruangan lamaku. Sebaiknya kau segera mengemasi barang mu sekarang.” ucap wanita itu lagi sebelum mengakhiri percakapannya.


Niky menutup kembali ke nomor telepon setelah pembicaraan mereka berakhir. Dia pun mulai berkemas dan mengumpulkan semua barangnya.


Beberapa staf lain melihat apa yang sedang dilakukan Niky.


“Niky... apa yang kau lakukan dengan semua barang-barang itu ?” tanya Joey yang berada di sebelahnya.


“Oh... ini... aku sedang mengemasi barang ku karena mau pindah ruangan.” jawabnya singkat sambil mengosongkan isi laci mejanya.


“Apa... kau mau pindah dari ruangan ini... ?” tanya Joey yang tampak terkejut dan sedikit merasa kesepian ketika lelaki itu berpindah dari ruangan itu. Karena selama ini dia sering mengobrol bersama Niky.


Niky melihat raut muka Joey yang tampak sedih, mencoba membesarkan hatinya.

__ADS_1


“Meskipun aku pindah dari ruangan ini tapi aku tetaplah menjadi temanmu dan yang lainnya.” ucap Niky sambil menaruh barang-barang yang dipegangnya kemeja lalu menghampiri Joey dan menepuk bahunya pelan.


Dua jam kemudian Niky sudah selesai mengemasi semua barangnya yang ada di ruangan itu. Dia pun menghampiri satu persatu tetapi ada di rumahnya dan berpamitan pada mereka.


“Yah Niky... aku belum mendapatkan mu kau sudah pergi dari sini...” batin Jessi yang tampak sedih atas kepindahan lelaki itu ke ruang baru.


“Aku pergi dulu...” ucap Niky lagi sambil membawa beberapa barang yang sudah dikemas nya bersama dengan petugas lain yang membantunya membawa semua barangnya ke ruangan baru.


Di ruang baru ternyata hanya ada dirinya saja di sana. Setelah selesai menonton semua barangnya di ruangan baru dia pun duduk di sebuah kursi sambil menyandarkan bahunya ke kursi yang empuk itu.


Niky menatap ke sekitar ruangan dan terasa lenggang di sana.


“Huft... sepertinya aku akan kesepian di sini dan merindukan ruangan ku yang lama.” batin Niky sambil tersenyum hambar karena setelah naik jabatan membuat dirinya jadi kesepian.


Di tengah ruangan yang terasa sepi dia pun memikirkan kembali rencana selanjutnya untuk membalaskan dendam pada Wardana.


Beberapa hari berlalu. Suatu ketika di pagi hari saat dia sedang off dari pekerjaannya di kantor, Niky merasa rindu pada ayahnya.


Niky berdiri dan mengambil kunci mobil yang dia letakkan di laci lalu keluar dari rumah dan mengunci kembali pintu rumah.


“broom...” Niky melajukan maserati putihnya ke jalanan raya menuju ke makam ayahnya Niky.


Dua jam kemudian Niki tiba di makam ayahnya tepat jam 12.00 siang di mana di tempat itu sekarang sepi hanya ada dirinya seorang.


“Tap... tap... tap...” di Tengah matahari yang tepat di atas kepala Dia berjalan masuk dan berhenti di makam ayahnya sambil membawa bunga.


Niky duduk berjongkok di sebelah makam ayahnya. Dia lalu menabur bunga yang dibawanya ke makam ayahnya.


“Ayah... aku sudah berhasil menjatuhkan satu bisnis Wardana dan membuatnya sepi. Aku akan berusaha untuk menjatuhkan bisnis lainnya milik si tua bangka itu.” ucap Niky sambil menyentuh nisan ayahnya.

__ADS_1


Lama dia duduk di makam ayahnya sambil mengeluarkan semua keluh kesahnya di sana. beberapa saat kemudian Niki berdiri dari makam ayahnya setelah memanjatkan doa padanya.


“broom...” Niky segera masuk ke Maserati putihnya sebelum ada seseorang yang melihatnya di sana dan melaju di jalanan.


Di tengah jalan pulang menuju ke rumah dia terpikirkan untuk memantau rumah Wardana sebentar sebelum pulang ke rumah.


Niky memutar haluan dan menuju ke rumah Wardana. Satu jam kemudian dia berhenti tujuh meter di depan rumah besar bercat putih di bawah pohon besar di tepi jalan.


“Aku ingin lihat bagaimana keadaan lelaki itu sekarang...apakah dia masih bisa tersenyum bebas... ” gumamnya lalu mengamati dari dalam mobil.


Tak beberapa lama kemudian dari dalam rumah keluar Wardana dan seorang gadis yang menyusulnya.


“Gadis itu mirip sekali dengan Cassia... apa benar dia Cassia...” batinnya saat melihat sosok gadis yang mirip sekali dengan postur Cassia.


Niky yang saat itu memakai baju kasual turun dari mobil dan memutuskan untuk melihat lebih jelas untuk memastikannya.


Dia melihat seseorang yang menaiki sepeda lewat di depannya dan menghentikan nya.


“Dik... tunggu sebentar...!” teriak Niky memanggilnya dan anak lelaki itu seketika berhenti.


Niky menghampiri bocah itu kemudian bercakap-cakap sebentar dan memberikan uang pada anak tadi.


Niky meminjam sepeda milik anak itu sebentar dan mengendarainya di sekitar rumah Wardana mengenakan topi dan kacamata untuk menyamarkan identitasnya.


Niky menurunkan laju sepedanya saat berada di depan pintu gerbang rumah Wardana. Dia menoleh ke arah rumah bercat putih itu.


“Cassia... itu memang benar kau.” ucap Niky terkejut setengah mati saat melihat Cassia masuk ke sebuah makin hitam yang biasa menjemputnya bersama Wardana.


Niky segera mempercepat laju sepedanya dan pergi dari sana sebelum mobil hitam itu meluncur keluar. Dia masih terkejut dan tubuhnya masih gemetar setelah melihat Cassia keluar bersama Wardana. Dia penasaran apa hubungan antara Cassia dan Wardana.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2