Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 47 Siang Yang Indah Bersama Selly


__ADS_3

Niky segera melajukan mobilnya ke luar rumah makan di tengah derasnya hujan. Dia menoleh ke samping menatap Selly yang basah kuyup dan terlihat bentuk tubuhnya yang bak gitar di balik baju basahnya.


“glek...” Niky menelan ludah saat melihat tubuh seksi wanita yang duduk disampingnya. Dia pun melepas blazernya setelah melihat wanita itu tampak kedinginan.


“Pakailah ini...” jawab Niky menyerahkan blazernya pada Selly.


“Terima kasih...” jawab Selly menerima blazer hitam Niky kemudian mengenakannya.


Setelah beberapa saat mengendara di jalanan, Niky kembali menatap wanita itu.


“Selly... kemana aku harus mengantarmu ?” tanya Niky pada wanita itu.


“Tolong antar aku ke hotel Nirwana saja.” jawab Selly menatap Niky.


“Hotel... ?” tanya Niky yang merasa tak yakin dan mengiranya salah dengar.


“Ya... selama ini aku tinggal di hotel. Aku mau ganti baju dulu baru nanti kembali ke kantor.” jawab Selly sambil tersenyum.


“Baiklah kalau begitu akan ku antar kau ke sana.” jawab Niky lalu memutar jalan menuju ke alamat hotel yang disebut oleh Selly.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di hotel Nirwana. Selly dan Niky Keluar dari mobil dan berlari segera masuk ke hotel karena hujan masih deras.


“Tunggulah di dalam...” ucap Selly macan iki untuk masuk ke sebuah kamar yang ada di hotel yang di pesannya.


“Apa tak apa...” tanya Niky dan wanita itu mengangguk.


Niky berjalan masuk ke sebuah kamar mengikuti Selly. Dia menatap ke sekitar kamar yang berdinding putih bersih itu dan beraroma lavender.


“Duduklah dulu... aku akan ganti baju sebentar.” ucap Selly lalu segera masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya yang basah terkena hujan.


Niky duduk di sebuah sofa coklat di kamar itu. dia melihat kemejanya yang basah setelah terkena hujan saat masuk ke hotel.


“Bagaimana ini ya... aku bisa masuk angin kalau begini.” gumamnya saat merasa tubuhnya terasa dingin dan mendapati kemejanya yang basah.


“Huft...” Niky membuka kancing baju kemejanya dan melepasnya sebentar. Di saat bersamaan Selly keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk untuk menutupi tubuhnya karena ada bajunya yang tertinggal di luar dengan terburu-buru.

__ADS_1


Niky menatap Selly yang keluar dari mandi dan menghampirinya mengira ada sesuatu.


“Bruk....” Selly terpeleset saat keluar dari kamar mandi yang licin.”


“Selly ada apa...” ucap Niky yang terkejut setelah mendengar suara jatuh dan segera menghampirinya.


Niky melihat wanita itu jatuh dan membantunya berdiri.


Karena kaget melihat Niky yang bertelanjang dada, Selly pun tanpa sadar melepaskan handuk yang menutupi tubuhnya.


“Ahh...” pekik Selly yang panik saat mendapati handuk yang dipegangnya terlepas dari tangannya. Karena tak ingin lelaki itu melihat tubuhnya dia pun memeluknya dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Niky.


“Niky kenapa kau melepas kemeja mu ?” ucapnya bertanya masih memeluk Niky dengan jantung yang berdetak cepat.


“Maaf... aku...aku tak bermaksud...aku hanya melepaskan kemeja ku saja untuk mengeringkannya.” jawab Niky sambil menahan darahnya yang mulai bergejolak setelah bersentuhan dengan Selly.


“Niky... terima kasih sudah membantu ku...” jawab wanita itu berbisik di telinganya yang membuat telinga Niky semakin memerah.


Hal yang sama juga terjadi pada Selly saat ini. Wanita itu merasakan tubuhnya terasa panas setelah bersentuhan dengan Niky dan tak bisa menahan nya.


“Bagaimana jika aku yang ingin melakukannya...” ucap wanita itu mendekatkan wajahnya ke Niky.


Merasakan ciuman Selly yang panas, Niky pun tak bisa menghindar lagi.


“greb....” Niky membalas pelukan Selly dan membawa tubuhnya ke tempat tidur.


“Selly apa kau yakin... ?” tanya Niky menyentuh pipi Selly yang tampak memerah. Wanita mengangguk karena sudah tak bisa menahan lagi dan merapatkan pinggang Niky ke tubuhnya.


“Aah... aaah...” desah Selly sambil memeluk tubuh Niky lebih erat.


“Aah...Selly....” desah Niky yang merasakan kenikmatan tiada tara yang tak pernah dia rasakan bersama Sisca ataupun Naomi terus bergerak berirama sambil terus mencium bibirnya.


Satu jam kemudian Niky merebahkan tubuhnya di samping Selly setelah tubuhnya basah oleh peluh.


“tick... tack...” suara jam dinding di kamar itu yang berdetak di tengah keheningan dan membuat mereka berdua menyadari waktu terus berjalan.

__ADS_1


“Sebaiknya kita segera berangkat ke kantor...” ucap Selly yang menatap Niki dengan wajah yang masih memerah. Wanita itu segera duduk dan bangkit mengenakan bajunya.


Sedangkan Niky juga segera bangkit lalu memakai kembali bajunya yang sudah sedikit kering.


“Selly bagaimana dengan ini... ?” tanya Niky menunjuk noda darah pada sprei berwarna putih.


“Biarkan saja... biar nanti aku yang mengurusnya.” jawab wanita itu dengan tergesa-gesa karena jam menunjukkan satu jam lebih lewat dari jam makan siang.


“Oh ya ini blazer mu pakailah kembali...” ucap Selly memberikan blazer hitam Niky dan lelaki itu segera memakainya.


Tak berapa lama kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ke tempat parkir jangan tergesa-gesa.


“broom...” Niky melanjutkan mobilnya keluar dari hotel menuju ke perusahaan tempat Selly bekerja.


“Terima kasih Niky sudah mengantar ku.” jawab Selly saat turun dari mobil lelaki itu ketika sampai di Pelangi Group.


“Ya Selly...” jawab Niky tersenyum menatapnya.


Selly yang merasa malu saat mengingat kejadian yang sudah dia lakukan bersama Niky segera berlari masuk ke kantor.


Niky kembali melaju mobilnya menuju ke tempat nya bekerja.


“Gak ku sangka terulang lagi kejadian seperti itu...” batin Niky saat di mobil setelah teringat pada apa yang barusan mereka lakukan sambil membenahi bajunya yang berantakan.


Setibanya di kantor dia segera duduk di kursinya. Dia mencoba fokus namun pikirannya masih Ingatkan terbaik pada kejadian barusan bersama Selly.


“Oh yang lainnya sibuk... aku tak boleh terlihat santai seperti ini.” batinnya saat melihat Facebook kita akan mendapati semua rekan kerjanya pada sibuk dan serius menatap layar laptop yang ada di meja masing-masing.


“tik... tik...” Niky menyapukan jarinya pelan ke atas keyboard hanya agar terlihat sibuk sama seperti yang lainnya yang ada di sana dengan pikiran yang masih melayang ke Selly.


Di lain tempat Selly tampak duduk di ruangannya dan melamun. Pikirannya masih saja terpaut pada Niky bahkan dia masih merasakan aroma parfum lelaki itu menempel di tubuhnya.


“Oh ya... proposal Niky.” batinnya yang tiba-tiba teringat pada proposal proyek Wonderland yang diajukan ke Direktur Utama dan belum ada jawaban.


“Apa sebaiknya aku mencoba menghubungi Bapak Direktur Utama dan menanyakan hasilnya ?” gumamnya lagi.

__ADS_1


Wanita itu lalu mengangkat gagang telepon yang ada di mejanya lalu menekan nomor ekstensi dan menunggu tersambung.


BERSAMBUNG....


__ADS_2