
Niky menjalankan kembali Maserati putihnya setelah Naomi duduk di sebelahnya dan meluncur ke jalanan.
Melihat lelaki itu diam saja dan konsentrasi menyetir dia pun mengawali percakapan.
“XL bagaimana pekerjaan mu, apa kau nyaman bekerja di sana ?” tanyanya Naomi sambil mengenakan seat belt.
“Aku merasa nyaman saja berada di tempat kerja yang penuh dengan target seperti itu.” jawabnya singkat sambil menoleh ke Naomi lalu kembali menatap ke depan.
Niky terus meluncur di jalan tanpa tahu tujuannya. Yang jelas dia tak ingin membawa serta wanita itu bersamanya.
“Kau mau turun di mana ?Aku mau langsung pulang setelah ini.” tanya Niky pada Naomi karena wanita itu sedari tadi tidak memintanya untuk berhenti.
“Jadi kau dari luar kota dan setiap hari pulang ?” tanyanya yang di angguki oleh Niky.
“Menurut ku kau harus punya tempat tinggal di sini daripada kau setiap hari pulang agar kau tidak capek di perjalanan.” celetuk Naomi sambil tersenyum menggoda.
"Yah... aku memang punya rencana seperti itu. Tapi aku tak punya waktu untuk mencari rumah yang di sewakan di daerah sini. Meskipun dapat mungkin aku akan tetap pulang dua atau tiga hari sekali nanti...” jawab Niky menjelaskan pada Naomi.
Entah kenapa wanita itu terlihat berseri-seri mendengar penuturan dari Niky dan tersenyum lebar.
“XL aku bisa mencarikan mu rumah untuk kau tinggali dan aku yang akan membayar sewa nya. Jika kau mau akan aku tunjukkan tempatnya padamu sekarang.” ucapnya pada Niky lalu menunjukkan lokasi tepatnya agar lelaki itu tertarik.
Niky tampak diam berpikir dan mempertimbangkan saran dari wanita itu dan akhirnya memutuskan.
“Ya boleh bisa kau tunjukkan jalannya sekarang ? Tapi kau tak perlu membayar sewanya.” balas Niky yang merasa terbantu.
“Ya tentu saja...” balas wanita itu dengan bersemangat lalu menunjukkan jalannya pada Niky.
Sementara Niky mengikuti arah jalan yang ditunjukkan oleh nomor hingga mereka tiba di sebuah tempat yang terletak di kawasan elit dan terpisah dari rumah lainnya.
__ADS_1
“Apa benar di sini tempatnya...” tanya Niky berhenti. Naomi segera turun dan mengajaknya melihat rumah itu.
Niky dan Naomi lalu masuk untuk melihat kondisi rumah. Mereka berdua tampak cocok dengan rumah itu lalu menanyakan biaya sewanya pada pemilik rumah.
Niky menghampiri Naomi dan berbisik lirih padanya setelah pemilik rumah menyebutkan harga sewanya.
“Hey dengar ku rasa tempat ini terlalu mewah untuk ku tinggali sendiri dan sayang sekali jika harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk tempat tinggal.” ucapnya lirih dan mengajak wanita itu berjalan menjauh dari pemilik rumah.
“Tapi sebenarnya kau juga cocok kan ? Sudah ku bilang padamu, kau tenang saja.” jawab Naomi lalu kembali menghampiri pemilik rumah dan membayar biaya sewa di muka.
Beberapa saat kemudian Naomi kembali dengan membawa kunci rumah yang barusan diterimanya dari pemilik rumah.
“Sekarang rumah ini milik kita...” ujarnya berdiri di samping Niky dengan tersenyum lebar dan memegang lengannya.
“Hey tunggu... apa maksud mu... jangan bila kau juga akan tinggal di sini !” ucap Niky kemudian sambil menarik tangannya.
“Ya tentu saja... emm... maksud ku aku akan ke sini saat malam untuk menemanimu. Jangan khawatir untuk makan mu nanti aku juga akan mengurusnya.” ucap Naomi tersenyum nakal pada Niky.
“Kau ini bagaimana aku sudah terlanjur membayarnya lunas. Kau tinggal menempatinya saja apa susahnya ? Jangan khawatir aku akan tetap mengirim mu seperti biasa.” ucapnya kembali berbisik di telinga Niky.
Tampak Niky diam dan berpikir lagi sambil menatap rumah itu.
“Misi pertama aku harus mengumpulkan modal sebanyak-banyaknya. Apa dengan jalan ini aku bisa mengumpulkan banyak uang... ?” batinnya saat ingat kembali pada point pertama yang dia tulis di laptop.
“Tapi aku harus mengorbankan diriku untuk mendapatkan banyak uang...” batinnya lagi setelah mempertimbangkan jika dirinya seorang lelaki dan tak akan ada yang mengetahui status keperjakaannya selama tak ada yang menyebar nya ke massa.
“Ayo masuk dulu...” ucap Naomi menarik Niky yang akhirnya menurut saja padanya salat teringat pada misinya.
Malam hari di rumah baru yang mereka sewa. Naomi duduk di kursi setelah pulang bersama Niky membeli beberapa perabot dan perlengkapan lainnya.
__ADS_1
“Ini minumlah dulu...” ucap Niky memberikan secangkir teh yang di buatnya pada Naomi.
Naomi menerima cangkir itu dan meminumnya lalu berpindah duduk ke pangkuan Niky yang juga sedang minum teh sambil menggigit kancing baju Niky untuk membukanya.
Karena sudah sering melakukannya dengan Naomi dia pun menjadi tidak canggung lagi setelah teringat pada misi pertamanya.
“Kau mau sekarang... ?” ucap Niky menghabiskan secangkir teh yang di pegangnya lalu menaruhnya ke meja.
Naomi mengangguk dan langsung beraksi lalu menarik Niky turun dari kursi dan mereka berpelukan di atas karpet tebal dan lembut di ruangan itu setelah melepas semua baju mereka.
Setelah Naomi melepas pelukannya, Niky menarik tubuhnya dan duduk bersandar ke kursi sambil melihat ponselnya di mana Naomi sudah mentransfer sejumlah uang padanya.
“tap... tap...” Niky berdiri dan berjalan menuju ke tempat tidur, Naomi kembali mengikutinya. Dia segera melompat ke tempat tidur dan memeluk tubuh Niky lagi.
“Kau tidak lelah...” tanya Niky yang masih berkeringat dan memeluk Naomi yang mengangguk lalu mencium bibirnya kembali memeluk wanita itu.
Terdengar ******* panjang dari Naomi, lalu dia membalik tubuh Niky dan setelah 30 menit barulah dia melepas pelukannya. Mereka berdua kemudian tertidur pulas.
Pagi hari saat membuka mata dan melihat jam masih terlalu dini hari, Naomi sudah terbangun membangunkan Niky.
“XL bangun... aku akan pergi setelah kau berangkat kerja. Tapi sekarang aku ingin...” bisiknya memeluk erat tubuh Niky dan mengulangi lagi yang sudah dia lalukan sebelumnya bersama lelaki itu.
“Aah...”
Terdengar ******* yang bersahutan karena Niky sudah tidak canggung lagi dan mengekspresikan dirinya dengan bebas.
Pagi hari saat Niky selesai mandi dia melihat sepeda sarapan pagi yang terhidang di meja makan namun Naomi sudah tak ada di sana. Dia pun segera menyantapnya lalu berangkat kerja.
“Ding...” Niky mengambil ponselnya dan mengeceknya, ternyata ada report saldo masuk lagi ke rekening nya. Dia tersenyum kecil lalu memasukkan kembali ponselnya ke saku dan masuk ke maserati putihnya, meluncur di jalanan menuju ke tempat kerja.
__ADS_1
Begitulah akhirnya setiap malam tiba dan apabila Niky tidak pulang ke luar kota, Naomi akan datang ke sana untuk menginap menemani Niky. Dan sebagai gantinya semua keperluan Niky sudah diurus dan di cukupi oleh Naomi.
BERSAMBUNG...