Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 65 Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Setiap hari di kantor Niky tampak sibuk memeriksa banyak laporan keuangan yang masuk. Dan setiap dua atau tiga hari sekali lelaki itu keluar kantor dan pergi ke Wonderland untuk melakukan pengecekan proyek pembangunan Wonderland yang sedang berlangsung.


Satu bulan berlalu dan Niky masih sering pergi ke Wonderland untuk memantau pembangunan. Sesekali dia pergi ke Dream fantasy untuk memantau perkembangan yang ada di sana dan juga mencari Cassia. Namun dia tak pernah berjumpa kembali dengan gadis itu.


Dua bulan berlalu. Di akhir pekan Niky yang sudah lama tidak pulang ke rumah berencana untuk pulang. Dia ingin menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga untuk menyenangkan mereka.


Di tengah jalan pulang, dia melewati Dream fantasy dan berhenti sebentar di sana setelah mengisi bensin di pom bensin yang terletak di dekat wahana itu.


Niky merasa haus di tengah cuaca yang panas. Dia pun keluar sebentar dari maserati putihnya dan menuju ke stand minuman yang berada di depan di sekitar Wahana Dream Fantasy.


“Tolong tiga botol air mineral...” ucap Niky memesan minuman di stand minuman.


“Baik...” ucap penjaga stand dan memberikan air mineral yang dipesan oleh Niky.


Setelah membawa tiga botol air mineral lelaki itu pun keluar dari antrian dan Kembali menuju ke mobilnya.


“puk...” suara seseorang yang menyentuh bahu Niky dari belakang.


Niky menoleh untuk melihat siapa yang ada di belakangnya. Dia terkejut sekali setelah melihat seseorang yang menyentuh bahunya tadi adalah seseorang yang dicarinya.


“Cassia... ??” ucap Niky sambil tersenyum lebar menatap gadis itu.


“Hai kak Niky... aku tak sengaja melihatmu keluar dari antrian saat aku turun dari mobil dan mau masuk ke Dream Fantasy.” jawab gadis itu membalas senyuman Niky.


Niky merasa heran saja pada gadis itu kenapa dia sering muncul di Dream Fantasy namun dia tak pernah menanyakannya.


Karena sudah lama tak pernah bertemu dengan Niky dan entah kenapa Cassia merasa nyaman saja saat di dekat lelaki itu meski baru beberapa kali bertemu dengannya, dia pun ingin berjalan-jalan dengan lelaki itu.


“Kakak Niky... kenapa kau memarkir mobil mu disini ? Bukannya nggak mau masuk ke Dream Fantasy ? Jika emang begitu lebih baik kita jalan bersama untuk masuk ke sana.” ucap Cassia mengajak Niky masuk ke dalam dan melangkahkan kakinya menuju ke Dream Fantasy.


Niky diam dan tampak ragu mengikuti gadis itu kalau sudah lama sekali dia tak berkumpul dengan keluarganya.


Cassia yang tak mendengar suara langkah kaki mengikutinya menoleh kebelakang dan mendapati Niky masih berdiri di tempatnya.


“Kakak Niky... kenapa diam saja... ayo jalan.” ucap gadis itu berhenti kemudian berbalik. Karena tak ada jawaban juga dia pun berjalan menghampiri Niky.


“Maaf Cassia... bukannya aku menolak... tapi aku sudah lama tak pulang ke rumah dan aku pengen membuat keluargaku menghawatirkan diriku.” balas Niky.

__ADS_1


Cassia diam mendengar jawaban dari Niky. Dia tampak kecewa meskipun menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.


“Oh... begitu... ya baiklah kalau begitu sampai ketemu lagi kak...” ucap gadis itu melangkah mundur berbalik dan berjalan menuju ke pintu masuk Dream Fantasy.


Niky yang sudah banyak bergaul dengan para wanita bisa mengerti apa yang sedang dirasakan oleh gadis itu saat ini.


“Mungkin jika hanya sebentar tak sampai dua jam tak apa...” batinnya sambil menatap punggung Cassia yang semakin jauh darinya.


Dia pun merasa tak enak hati dan tak tega pada gadis itu.


“Cassia tunggu... !” panggil Niky.


Namun gadis itu tak mendengar panggilannya. Niky pun berlari untuk mengejar gadis itu sebelum masuk ke pintu masuk.


“Cassia... tunggu... !” panggilnya lagi sambil meraih tangan gadis itu.


Cassia menoleh dan ternyata Niky mengejarnya dan menarik lengannya.


“Kakak Niky... kenapa kembali, bukannya tadi bilang akan segera pulang ke rumah ?” tanya gadis itu yang tampak senang menatap lelaki itu kembali padanya.


“Yah... ku rasa aku ingin masuk ke Dream fantasy juga meski hanya satu jam...” jawabnya sambil tersenyum kecil. Entah kenapa gadis itu bisa membius Niky dan membuatnya tak bisa meninggalkan nya begitu saja setelah lama mencarinya.


“Cassia... maaf kali ini aku tak bisa menemanimu untuk berkeliling di wahana ini.” ucap Niky di tengah jalan.


“Baiklah kalau begitu kita duduk di sana saja...” balas Cassia berjalan sambil menunjuk sebuah kursi panjang kosong.


Niky dan Cassia berjalan menuju ke kursi panjang yang terletak di dekat air mancur dan duduk di sana. Mereka berdua pun mengobrol ringan dan sekali terlihat tertawa bergantian.


Sebelum Niky pergi dari tempat itu, Cassia meminta nomor telepon Niky dan Niky memberitahukan nomor ponselnya pada gadis itu.


“Boleh aku juga minta nomormu ?” tanya Niky setelah memberikan nomor ponselnya.


“Ya boleh tentu saja... kak...” jawb Cassia dan mereka berdua pun bertukar nomor telepon.


Setelah beberapa saat kemudian Niky berpamitan pada Cassia.


“Yah hati-hati Kak Niky... salam buat keluarga di rumah...” ucap gadis itu sambil melambaikan tangan saat Niky keluar dari wahana itu lalu masuk kembali ke wahana untuk menghabiskan waktu di sana.

__ADS_1


Niky sudah berada di maserati putihnya dan meluncur di jalanan menuju ke rumahnya.


Setelah satu jam lebih akhirnya Niky tiba di rumahnya.


“ckiit....” Niky mengerem dan mematikan mesin mobilnya.


Dari dalam rumah 3 anggota keluarganya segera keluar setelah mendengar suara mobil yang masuk ke garasi.


“Kakak pulang... !!” teriak Devan yang saat itu sedang berbaring di tempat tidur dengan jendela yang terbuka.


Devan segera keluar dari kamarnya dan berlari ke depan menyusul kakaknya.


“Kakak lama sekali tidak pulang ke mana saja... ?!” tanya Devan sambil menarik tangan kakaknya masuk ke rumah dan membawakan tas Niky.


“Maaf Devan... akhir-akhir ini kakak sibuk dan banyak kerjaan yang harus diselesaikan.” balasnya sambil mengusap kepala adiknya.


Dari dalam rumah keluar Fiona dan Ibunya menyambut kedatangannya.


“Niky kau lama sekali tak pulang dan juga tidak memberi kabar kepada kami...” ucap Ibunya menghampiri Niky.


“Maaf ibu... ada sesuatu yang penting yang harus segera diselesaikan di sana.” balasnya singkat sambil memegang tangan Ibunya dan mengajaknya masuk ke rumah.


Di dalam rumah Niky melepas Kerinduan dengan ketiga anggota keluarganya.


Beberapa saat kemudian dia merasa berkeringat karena cuaca panas saat itu.


“Ibu... aku mau mandi dulu sebentar. Nanti selesai mandi aku akan mengajak kalian jalan-jalan ke manapun kalian mau.” ucap Niky tiba-tiba karena sudah tak tahan lagi dan ingin membasahi tubuhnya dengan air.


Niky berjalan masuk menuju ke kamar mandi. Lama dia berada di sana karena benar-benar merasa gerah. Beberapa saat kemudian lelaki itu keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk untuk menutupi separuh tubuhnya.


Devan saat itu sedang melewati kamar mandi dan berhenti saat melihat kakaknya keluar.


“Kakak... apa itu tanda merah di dada kakak ?” tanya Devan saat melihat banyak kissmark di dada Kakaknya.


Niky seketika membungkam mulut adiknya agar tidak bertanya lagi dan membuat ibunya mendengarnya dan akhirnya mengetahui hal itu.


“Ini... kakak digigit oleh anjing...” jawabnya singkat lalu segera masuk ke kamar dan memakai baju.

__ADS_1


Sementara itu Devan berpikir jenis anjing apa yang menggigit hanya di bagian dada dan kenapa anjing bisa menggigit di sana. Karena tak menemukan jawabannya juga dia pun tak memikirkan hal itu lagi dan lagi bersiap menunggu kakaknya yang akan mengajaknya jalan-jalan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2