Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 84 Lebih Ramai Daripada Dream Fantasy


__ADS_3

Niky tak berani menatap Cassia yang menatapnya lekat-lekat. Dia tak tahu harus berkata apa pada gadis itu.


Niky mencoba mengulur waktu dengan mengambil tissue lagi dan membersihkan bibirnya yang tidak kotor.


Cassia yang melihat hal itu ikut mengambil tisu dan mengusap bibir Niky yang sudah bersih.


“Sudah bersih kak... sekarang tolong jawab pertanyaan ku tadi. Apa benar kakak bekerja di Wonderland ?” ucap gadis itu mengulangi kembali pertanyaannya.


Niky pun akhirnya mengangguk pelan dan mencoba menatap mata Cassia.


“Jadi begitu... lalu Wonderland itu apakah sebuah wahana ?” tanyanya lagi yang membuat Niky kembali kelabakan.


“Bagaimana bisa Cassia tahu tentang hal itu... apa dia diam-diam menyelidiki aku ? Tapi tidak mungkin... atau jangan-jangan dia melihat buku saku ku...” batin Niky dan seketika wajahnya memucat. Sedangkan Cassia masjid terus menatapnya dan menunggu jawabannya.


“Cassia... ya... seperti itulah. Kau bisa tahu dari namanya...” jawab Niky menjelaskan dengan singkat.


Suasana menjadi tegang dan canggung karena mereka berdua larut dalam pikirannya masing-masing. Niky mencoba mencairkan suasana yang tegang itu.


“Tak ku sangka kita bekerja di bidang yang sama... haha...” ucap Niky lagi sambil tersenyum kecil.


Cassia tidak marah ataupun adalah pikiran buruk pada Niky. Gadis Itu tampak penasaran dengan Wonderland.


“Kak... maukah kau mengajakku ke Wonderland nanti ? Aku ingin melihatnya...” ucap gadis itu tiba-tiba yang kembali membuat Niky jantungan.


“Em... ya tentu saja... aku akan mengajak mu nanti malam ke sana jika kau mau.” jawab Niky menyetujui permintaan gadis itu dengan terpaksa.


Niky dan Cassia pun melanjutkan makan mereka. Hanya terdengar dentingan piring yang beradu dengan sendok selama mereka makan.


Malam harinya di rumah.


Niky tampak duduk di kursi menunggu Cassia yang masih bersiap dan merias wajahnya.


Di dalam kamar, gadis itu duduk di depan cermin sambil menyapukan kuas blush on ke matanya.


“puk... puk...” Cassia menyapukan bedak ke wajahnya.


Lima menit kemudian dia selesai merias wajahnya dan keluar dari kamar nya.


“kriek...” Niky melihat Cassia keluar dari kamar dan tampak cantik dalam balutan gaun warna hitam.

__ADS_1


“Kakak... ayo kita berangkat sekarang...” ucap Cassia yang melihat Niky diam terpaku menatap nya.


“Ya baiklah.... ayo kita berangkat sekarang...” jawab Niky kemudian segera berjalan keluar rumah.


“klik...” Niky mengunci pintu setelah Cassia duduk di sebelahnya dan dia pun segera melajukan mobilnya menuju ke Wonderland.


Selama perjalanan Niky tampak gugup karena terpikirkan apa yang akan terjadi nanti di Wonderland.


“Semoga saja tak terjadi apa-apa pada Cassia yang akan mempengaruhi hubungan kami...” batin Niky gelisah dan sering menghembuskan nafas panjang.


Tak beberapa lama kemudian mereka tiba di Wonderland. Niky dan Cassia berjalan masuk menuju ke Wonderland. Cassia berhenti di tempat penjualan tiket.


“Tolong tiket masuknya dua.” ucap gadis itu pada petugas loket.


Petugas loket melihat Niky yang berdiri di samping gadis itu dan mengembalikan tiket masuk yang sudah di ambilnya dan akan diberikan pada Cassia.


“Silahkan langsung masuk nona... lewat pintu khusus di sebelah kanan.” ucap petugas loket sambil menunjuk pintu khusus yang diperuntukkan untuk staf yang menangani proyek Wonderland.


Setelah menunjukkan pintu khusus, petugas loket itu menatap Niky dan tersenyum padanya.


“Kabag Niky... ke sini bersama kekasihnya ya...” ucap petugas tiket menatap Niky kemudian beralih menatap Cassia.


“Oh jadi kakak Niky seorang Kabag...” bisik Cassia lirih di telinga Niky dan lelaki itu hanya mengangguk pelan.


Cassia melihat ke loket lainnya dimana disana terjadi antrian panjang dan pengunjung tampak berjubel.


“Di luar sini ramai sekali... bagaimana keadaan di dalam ?” batin Cassia yang terus menatap ke sekitar.


Sesampainya di dalam, Cassia melihat tempat itu ramai sekali. Di berbagai wahana dipadati oleh pengunjung. Bahkan menurutnya penghujungnya lebih banyak daripada pengunjung Dream Fantasy.


“Apa mungkin beberapa pengunjung Dream Fantasy beralih ke sini ?” batinnya menatap ke sekeliling.


Suara riuh ramai terdengar dimana-mana. Niky mengajak kasihan melihat berbagai wahana yang ada di sana.


“Siapa pengonsep wahana di sini ? Menurutku ada beberapa wahana yang mirip dengan Dream Fantasy walaupun sudah dikembangkan.


Cassia menggenggam erat tangan Niky saat berhenti di sebuah wahana. Dia melihat ada sedikit kesamaan di rumah hantu yang ada di sana.


“Kenapa Cassia...?” tanya Niky menoleh ke gadis itu saat melihat Cassia menatap lama.

__ADS_1


“Apa kau mau masuk ke sana...? Ayo kita masuk...” ajak Niky dan menarik gadis itu kesana.


Cassia berhenti dan menarik tangan Niky agar berhenti berjalan.


“Aku tidak mau masuk ke sana kak...” ucapnya menolak ajakan Niky.


“Lalu ada apa sayang...” tanya Niky lagi pada gadis itu.


“Aku penasaran saja siapa yang mengonsep dan mendesain wahana di sini karena beberapa ada yang hampir mirip dengan Dream Fantasy.” ucap gadis itu menyampaikan yang ada dalam pikirannya.


“Aku yang mendesain semua ini... maaf bukan maksud ku mencari ide desain mu. Aku hanya ingin membuat Wardana merasakan sedikit penderitaan saat dia melihat salah satu bisnisnya hancur...” batin Niky menatap gadis itu dan menggenggam tangannya dengan erat karena merasa bersalah padanya.


“Menurut ku desain di sini bukanlah plagiat karena sama sekali tak ada kemiripan dengan Dream Fantasy.” bantah Niky yang sebenarnya membela dirinya sendiri.


Dia pun mencoba mengalihkan pembicaraan agar Cassia tidak terus membahas hal itu.


“Cassia... aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Ayo... kau pasti akan suka...” ucap Niky mengajak khasiat pergi dari Wahana itu.


Niky menarik tangan Cassia dan berjalan menyibak keramaian menuju ke sebuah wahana.


Cassia dan Niky memasuki sebuah terowongan kaca besar dan luas yang menampung air dari lautan. Di sana mereka bisa melihat berbagai keindahan panorama bawah laut secara langsung dan serasa berada di dalam laut menyelam sungguhan.


Di terowongan itu terdapat restoran dengan jumlah kursi terbatas dan juga waktu yang dibatasi saat makan di sana agar semua pengunjung bisa merasakan makan di restoran itu.


“Ayo kita makan di sana.” ucap Niky melewati beberapa pasangan kekasih yang sedang makan.


“Kak... di sini penuh kita mau makan di mana...?” tanya Cassia saat melihat ada kursi kosong untuk mereka dan antrian masih panjang.


“Tunggu sebentar di sini...” ucap Niky melepaskan tangannya lalu meninggalkan gadis itu dan menuju ke sebuah ruangan yang ada di tepi terowongan.


Di dalam ruangan itu Niky menunjukkan kartu kerjanya pada penunggu wahana itu. Dan setelah berbicara beberapa saat lelaki itu keluar dari sana dengan tersenyum lebar.


Niky kembali ke tempat Cassia menunggu nya lalu menariknya masuk ke dalam menuju ke satu meja makan khusus yang memang diserahkan untuk staf yang mengurus proyek Wonderland.


Mereka berdua duduk sambil. menatap indahnya pemandangan di sana dalam lampu temaram yang ada di meja.


Namun Cassia masih tetap penasaran siapa orang di balik layar Wonderland ini.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


“Cassia


__ADS_2