
Direktur Utama tampak masih mempelajari proposal Wonderland yang barusan disodorkan oleh Selly. Setelah selesai membaca dia menaruhnya kembali ke meja.
“Bagaimana direktur utama ?” tanya Selly segera untuk mendengar kepedasannya.
“Secara garis besar proposal ini memang bagus. Tapi di sini sudah ada Dream Fantasy. Apa bisa Wonderland nanti menyaingi nya?” tanya balik direktur utama itu pada Selly.
“Tidak ada salahnya untuk dicoba direktur utama. Jika proyek ini berhasil, perusahaan kita pasti akan mendapatkan hasil yang lebih banyak pula.” jawab Selly mematahkan argumen atasannya itu.
Tampak sang Direktur Utama itu kembali terdiam dan berpikir memikirkan ucapan Selly, mempertimbangkannya lagi.
“Baiklah aku akan pikirkan lagi mengenai proposal ini.” ucap Direktur Utama.
“Terima kasih, bapak direktur utama...” jawab Selly lalu Halo pergi dari ruangan itu dan kembali ke ruangannya.
Beberapa hari berikutnya tampak Sisca di ruangannya sedang menelepon seseorang setelah meminta Evi menyambungkan nya pada seseorang.
“Halo...ini dari Sisca tolong sambungan dengan Agam.” ucap Sisca setelah telepon tersambung.
“Baik mohon ditunggu sebentar Bu Sisca...” jawab operator telepon kemudian menyambungkan pada manajer Star Tech.
“Ya kakak... ada apa meneleponku, aku masih sibuk.” jawab lelaki itu setelah telepon tersambung di tengah ruang meeting.
“Agam... apa kau sudah terima berkas pengajuan proyek Wonderland dari Atmaja Group belum ?” tanya Sisca lagi pada adiknya.
“Oh itu... ya aku sudah menerimanya. Ada apa kakak ?” jawab manager Agam yang keluar dari ruangan meeting sebentar untuk menerima telepon dari Sisca.
“Aku harap kau bersedia menjadi investor di proyek Wonderland. Tolong bantu kakak, itu proyek teman dekat kakak.” ucap Sisca menyampaikan maksudnya pada lelaki itu.
“Tapi kakak... aku tak bisa memutuskannya sendiri.” jawabnya pada kakaknya.
“Agam... kau seorang manajer dan kakak yakin kau pasti bisa. Kakak percaya padamu.” ucap Sisca tanpa mendengar jawaban dari adiknya lagi dan langsung mengakhiri panggilan.
“Ahh... kakak selalu seperti ini dan tidak berubah dari dulu.” keluh manager Agam lalu segera kembali ke ruang meeting untuk mengikuti meeting.
__ADS_1
“Evi sekarang tolong sambungkan aku ke B&J Group.” ucap Sisca memerintahkan pada sekretarisnya.
Evi segera menghubungi B&J Group dan menyerahkannya kembali pada atasannya setelah telepon tersambung.
“Halo... aku Sisca bisa tolong disambungkan dengan Dilan ?” tanya wanita itu pada petugas operator telepon.
“Baik Bu Sisca mohon ditunggu sebentar.” jawab operator telepon itu kemudian langsung menyambungkan ke nomer manager B&J Group.
“Ya halo kakak... ada apa menelepon ku ?” jawab Manager Dilan yang saat itu sedang ada tamu dan berada di ruang tamu. Dia pun keluar dari ruang tamu setelah meminta izin sebentar ada tamunya untuk menerima telepon.
“Dilan...apa kau sudah menerima proposal pengajuan proyek Wonderland beberapa hari yang lalu ?” tanya Sisca pada manager B&J Group.
“Ya sudah... proposal itu ada di mejaku dan aku belum sempat membacanya. Ada apa kak ?” jawabnya setelah mengingat-ingat kembali proposal yang belum sempat dibukanya.
“Tolong bantu kakak, itu proyek teman dekat kakak. Kakak harap kau mau berinvestasi di sana.” ucap Sisca langsung menyampaikan maksudnya pada lelaki itu yang juga merupakan adiknya.
“Ya baik kak Sisca, aku akan membantumu. Nanti biar ku pelajari dulu proposal nya.” jawab lelaki itu kemudian menonton telepon setelah tak ada yang dibicarakan dan segera kembali masuk ke ruang tamu menemui tamunya.
“tuut...” Sisca mematikan telepon kemudian menaruh kembali ke tempatnya. Tampak wanita itu kemudian mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengetik pesan text lalu mengirimnya.
“Sebenarnya siapa yang dibantu oleh bu Sisca... dan kenapa dia mau membantunya... apa hubungannya dengan staf dari Atmaja Group itu ?” batin gadis itu bertanya-tanya karena tak Biasanya bosnya itu mau membantu orang semudah itu.
Di lain tempat tampak Niky yang sedang tersenyum setelah menerima sebuah pesan dan selesai membacanya.
Dua hari berikutnya saat duduk termenung di kursinya di ruangan kerja, Niky tiba-tiba mendapat telepon dari pihak Star Tech dan B&J Group.
“Halo... benar ini dengan saudara Niky ?” telepon dari Agam.
“Ya benar...” jawab Niky tanpa tahu jika mendapat telepon dari manajer Sinar Tech.
“Ini Agam, manajer dari Sinar Tech, tolong nanti segera kesini untuk menemui ku dan membahas masalah proyek Wonderland.” ucap lelaki itu menjelaskan pada Niky dan membuatnya tersenyum senang.
Beberapa saat kemudian setelah panggilan dengan Sinar Tech berakhir, Niky kembali mendapatkan telepon dan kali ini telepon dari B&J Group.
__ADS_1
Tampak Niky tersenyum lebar setelah selesai berbicara dengan seseorang yang meneleponnya.
“Baiklah aku berangkat sekarang. Semoga saja ini kabar bagus buat ku.” batinnya lalu segera keluar ruangan dan menuju ke Sinar Tech.
“klak...” Niky membuka pintu mobilnya lalu menutupnya kembali. Dia kemudian berjalan masuk ke lobby perusahaan Sinar Tech. Sesampainya sana tugas resepsionis segera mengantarnya ke ruang tamu untuk bertemu dengan manajer di perusahaan itu.
“Halo saudara Niky, aku manager Agam, silakan duduk.” ucap lelaki itu menunggu dan menyambut kedatangan Niky di sebuah ruang tamu.
Setelah Niky duduk manajer Agam melanjutkan ucapannya. Tampak lelaki itu membawa berkas proyek Wonderland.
“Saudara Niky... setelah mempelajari berkas ini dan sudah naik ke atasan, maka aku menyampaikan sebagai perwakilan dari perusahaan ini bersedia menjadi investor proyek Wonderland.” ucapnya dengan nada tegas sambil meletakkan kembali proposal dari Niky ke meja.
“Terima kasih banyak atas kesediaannya manajer Agam.” jawab Niky senyum lebar dan menjabat tangan lelaki itu. Dia sama sekali tak menyangka jika semudah itu bisa memenangkan hati Sinar Tech dan dalam waktu yang cepat.
Setelah selesai urusannya dengan Sinar Tech, Niky kembali melajukan mobilnya menuju ke B&J Group.
Beberapa saat kemudian lelaki itu tiba di perusahaan itu. Dia segera masuk dan menuju ke lobby. Sampai di sana tugas resepsionis segera mengantarnya ke ruangan dimana manajer Dilan sudah menunggunya di sana.
“Ya silakan masuk dan duduk dulu saudara Niky. Perkenalkan aku manager Dilan.” ucap lelaki itu sambil menjabat tangan Niky dan tersenyum padanya. Niky balas menjabat dan tersenyum kemudian duduk.
“Saudara Niky... aku sudah membaca dan mempelajari proposal proyek Wonderland. Dan Presiden Direktur perusahaan ini bisa dia menjadi investor dalam proyek itu.” ucap manajer Dilan kembali tersenyum.
“Terima kasih banyak Manager Dilan atas kesediaan nya menjadi investor kami.” jawab Niky kembali berbunga-bunga setelah mendapatkan satu investor lagi dengan mudah.
“Baik kalau begitu Kami tunggu kabar selanjutnya mengenai proyek Wonderland.” ucap Manajer Dilan lagi sebelum mengakhiri sesi pertemuan mereka.
Niky jalan keluar dari perusahaan Itu dengan perasaan lega dan masuk ke maserati putihnya.
Semetara itu manajer Dilan segera masuk ruangannya setengah Niky pergi dari sana.
“Apa ya hubungan lelaki muda yang tampan itu dengan kakakku... apa mungkin dia...” batinnya penasaran namun dia tak mengusut rasa penasarannya itu dan lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaannya yang masih segudang.
Di tengah jalan Niky yang merasa lapar mampir sebentar di sebuah rumah makan. Saat dia berjalan masuk ke rumah makan itu tak sengaja dia menatap sesosok wanita yang dikenalnya duduk di sebelah selatan.
__ADS_1
BERSAMBUNG....