
Siang hari Cassia beristirahat sebentar di kamar Fiona, setelah Niky memaksanya untuk istirahat sekedar untuk mengusir penat.
Sore hari Cassia bangun. Dia pun masuk ke kamar mandi setelah minta izin menggunakan tempat itu pada Niky.
Di ruangan lain Niky sudah bersiap dan menunggu Cassia untuk mengantarnya pulang ke rumah.
Beberapa saat kemudian Cassia keluar dari kamar mandi lalu masuk ke kamar Fiona sebentar untuk merapikan diri. Setelah itu dia menuju ke kamar Niky.
“tok... tok...tok...” suara Cassia mengetuk pintu kamar Niky.
Niky menatap keluar dan melihat gadisnya ada di sana. Dia pun segera berdiri lalu berjalan keluar.
“Sayang kau sudah siap... ? Atau kau kembali nanti malam saja ?”tanya Niky berdiri di samping Cassia.
“Tidak kakak... aku pulang sekarang saja, ayah pasti mencemaskan ku.”balas Cassia tersenyum kecil pada Niky lalu memegang lengannya.
Gadis itu menyembunyikan kecemasannya dan kegelisahannya dari Niky.
“Baiklah jika begitu aku akan mengantarmu sekarang.”balas Niky sambil menutup pintu kamarnya.
Mereka berdua kemudian mencari ibu, Fiona dan Devan untuk berpamitan pada mereka.
“Hati-hati di jalan nak...”ucap ibu mengantar Niky dan Cassia sampai ke depan pintu.
Fiona dan Devan juga ikut mengantar mereka berdua dan berdiri di samping ibunya sambil Melambaikan tangan ke arah maserati putih Niky yang meluncur keluar dari rumah.
Cassia balas Melambaikan tangan dan tersenyum ke arah keluarga Niky kemudian menutup kaca jendela mobil.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian mereka tiba di depan rumah Cassia. Sebelum Niky membuka pintu, Cassia menggeser duduknya dan memeluk Niky dari samping.
“Kakak... aku masih rindu padamu.”ucapnya sambil menyentuh pipi Niky seolah tak ingin berpisah darinya.
“Apa ada yang mengganggu pikiranmu saat ini...”balas Niky yang merasa Cassia ada sesuatu yang dipikirkan.
Cassia menggelengkan kepalanya, dan Niky tidak memaksa Cassia untuk bercerita padanya. Niky mendaratkan ciuman di bibir untuk menenangkan gadisnya.
Beberapa saat kemudian Cassia turun dari mobil, dan Niky segera Memutar Balik mobilnya dan meluncur ke jalanan menuju ke rumah ibunya.
Di dalam kamar Cassia merasa tidak tenang. Dia masih terpikirkan pada cerita dari Fiona.
“Apa benar ayah melakukan suatu hal buruk pada keluarga Kakak Niky...” pertanyaan itu sedari tadi membuatnya gelisah dan mengganggu pikirannya dan membuatnya tak bisa tidur nyenyak. Hingga tengah malam tiba dia pun memutuskan untuk mencari petunjuk akan hal itu.
“Aku harus mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Apa pun itu aku harus menemukannya daripada pikiranku terus terganggu.”gumamnya dengan yakin.
Di ruang itu ayahnya biasa menyimpan semua data penting, rahasia ataupun hal yang dia sembunyikan dari semuanya.
“kriek...”Cassia membuka pintu dan menutupnya kembali setelah masuk.
“Dimana aku harus mencari...”gumam Cassia menatap ke seluruh ruangan itu.
Dia melihat sebuah meja di sudut ruangan dan mulai mencarinya dari sana. Cassia mengambil setumpuk berkas dokumen dari laci dan membacanya satu persatu dengan cepat.
“Ini semua data rival bisnis ayah dulu...”gumamnya saat membaca berkas di tangannya.
Cassia terus mencari dan menemukan beberapa data perusahaan yang terdapat tanda silang besar dan setahunya beberapa perusahan itu sudah collapse. Dia terus mencari dan akhirnya menemukan data Sun Group. Di mana di data itu juga terdapat tanda silang merah besar.
__ADS_1
“Tidak... ini tidak benar kan...”ucap Cassia dengan gemetar kemudian menaruh kembali berkas itu ke meja dan menatanya.
Karena masih belum yakin jika ayahnya yang melakukan hal yang tak pantas di lakukan, dia pun mencari bukti lain.
Cassia membuka laci lain dan mencari apa saja yang bisa temukan di sana.
“klak...”tanpa sengaja gadis itu menemukan banyak foto dari dalam laci segera mengeluarkannya.
Foto-foto itu menunjukkan beberapa keluarga korban kecelakaan dan kebakaran.
“Ini kan keluarga pemilik Cosmo Corp yang diberitakan kapan lalu meninggal akibat kecelakaan pesawat....”pekik Cassia terkejut menatap foto di tangannya dan mencoba menghubungkannya.
Cassia terus melihat satu per satu foto yang ada di tangannya. Tangannya semakin gemetar saat melihat sebuah foto sebuah rumah terbakar dengan foto seorang gadis yang mirip sekali dengan Fiona sedang berteriak minta tolong.
“Ah tidak.... ini tidak mungkin... jadi ayah benar-benar melakukan segala cara untuk menyingkirkan para rival nya ?”pekik Cassia yang sangat terkejut sekali dan sama sekali tak mengira perbuatan kotor ayahnya dan membuat semua foto di tangan nya jatuh berceceran.
Cassia kamu mengerti lagi foto yang terjatuh di lantai dan segera menata dan mengembalikannya ke tempatnya semula.
Gadis itu pun segera keluar dari ruangan pribadi ayahnya dan kembali ke kamarnya.
Cassia duduk bersandar ke dinding di tempat tidurnya. Dia memikirkan kejahatan yang telah diperbuat ayahnya demi meraih kesuksesan yang sekarang ini.
Tanpa dia sadari dia pun menitikkan air matanya ya sudah tak bisa dibendungnya lagi.
“Kakak... ternyata penyebab semua kesedihan mu adalah ayah ku... lalu apa yang harus kulakukan untuk mengembalikan kebahagiaan mu... ?”ucap Cassia disela isak tangisnya sambil membayangkan bagaimana hancurnya Niky saat itu dan berjuang hingga menjadi seperti sekarang ini.
BERSAMBUNG....
__ADS_1