
Mobil milik Bella yang berada di bawah pohon bambu tampak berguncang hebat dengan pepohonan di luar yang menjadi saksi bisu perbuatan mereka.
Beberapa saat kemudian setelah Dinar puas, wanita itu menghentikan aksinya. Dia segera memakai bajunya kembali. Begitu pula dengan Niky yang segera memakai pakaiannya kembali.
“Bu Dinar... aku tidak tahu anda tega melakukan perbuatan hina ini padaku ! Aku akan melaporkan tindakan ini pada yang berwajib !” ucap Niky tampak marah dan membuka kunci mobil lalu keluar dari sana karena tak ingin kejadian yang sama berulang lagi dengan wanita itu.
Dinar turun dari mobil mengikuti Niky untuk mengejarnya.
“Tunggu.... kau mau pergi ke mana ?” tanya wanita itu masih mengejar Niky dan menarik tangannya agar berhenti.
“Ke kantor polisi... !” jawab Niky menanti tangan wanita itu dengan marah.
“Ku mohon... jangan laporkan aku pada polisi ! Kita bisa bicarakan baik-baik...” ucap wanita itu memohon saat Niky berhenti.
Niky berhenti dan berbalik menatap wanita itu.
“Apa yang mau kau bicarakan ?”
“Baiklah... aku akan mengganti kerugian mu dengan materi berapapun yang kau minta asal kau tidak membawa masalah ini pada ranah hukum.” ucap wanita itu tampak ketakutan setelah membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika dia berurusan dengan polisi, juga karirnya akan tamat jika itu benar terjadi padanya.
“Sepertinya aku bisa memanfaatkan wanita ini...” batin Niky mengambil kesempatan yang ada.
“Tidak... aku tetap akan melaporkannya pada yang berwajib.” ucap Niky mengancam wanita itu yang tampak semakin ketakutan agar mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar materi.
“Jangan... ! Ku mohon jangan laporkan ke polisi. Jika materi masih kurang maka aku akan melakukan apa saja yang kau minta padaku...” ucap Bella kembali memohon pada Niky sambil menarik tangannya agar berhenti.
Niky berhenti dan berbalik menghadap Bella.
“Baiklah Bu Bella... jika memang begitu aku setuju. Kau juga bilang akan melakukan apa saja untuk ku ?” ucap Niky untuk meyakinkannya kembali dan wanita itu mengangguk.
“Katakan apa yang kau minta ?” tanya wanita itu segera.
Niky sudah memikirkan sebelumnya dan segera menjawab.
“Aku bisa memaafkan perbuatan mu jika kau membantuku mencari investor lain untuk proyek Wonderland.” jawabnya dengan memasang muka garang dan tersenyum dalam hati.
“glek... apa... ?? Selain harus membayar materi aku juga harus membantunya mencari investor. Oh Tuhan dosa apa yang telah kulakukan padamu ?” batin Bella sambil menelan ludah karena merasa berat dengan permintaan yang diajukan oleh Niky.
__ADS_1
“Bagaimana... atau lebih baik aku ke kantor polisi sekarang ?” tanya Niky kembali karena wanita itu hanya diam saja tidak meresponnya.
“Ya baiklah... baiklah aku akan membantumu sebisa ku meski aku tak bisa menjaminnya.” jawab Bella pada Niky sebelum lelaki itu berubah pikiran dan membuat dirinya mendapat banyak masalah karenanya.
“Berikan nomor rekening mu pada ku sekarang. Aku akan segera mentransfernya padamu.” ucap Dinar.
“Ini nomor rekening ku 196XXX....” jawab Niky memberitahukan nomor rekeningnya.
Tampak Bella menghela nafas panjang lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya.
“Aku harus merelakan dua kali gaji ku pada lelaki ini. Padahal ku kira dia lelaki gampangan dan suka dengan hal seperti itu. Aku mencari untung tapi malah buntung...” batin Bella meratapi nasibnya yang sial hanya karena ingin mencoba daun muda.
“Ding... !” Niky membuka pesan masuk di ponselnya.
“Wow.... 70 juta... ?” batin Niky terkejut saat mengecek rekeningnya dan ada mutasi saldo sebesar itu.
“Baiklah bu Bella aku rasa ini cukup. Aku tidak akan melaporkan masalah ini pada polisi. Dan aku menunggu bantuan mu mencari investor secepatnya.” ucap Niky masih dengan memperlihatkan wajah garangnya.
“Ya baiklah kalau begitu aku pergi dulu karena masih banyak yang harus ku urusi.” ucap Niky meninggalkan wanita itu begitu saja.
Niky kembali masuk ke Maserati putihnya dan menuju ke kantor.
“Kau naif menuduh ku mengambil keuntungan darimu, padahal kau sendiri tampak menikmati tadi. Aku akan memberikan kejutan untukmu, tunggu saja.” gumam wanita itu tersenyum lebar lalu kembali masuk ke mobilnya.
Beberapa minggu berlalu. Niky mendapatkan tambahan investor untuk proyek Wonderland dengan cara yang pernah dilakukan sebelumnya di tambah dengan bantuan dari Dinar yang ikut mencarikan investor untuknya.
Di malam hari dia masih tetap bersama Sisca dan Selly untuk membuat rekeningnya semakin gendut dari hari ke hari.
Tepat satu bulan di pagi hari di kantor. Saat itu Niky sedang duduk dan menyiapkan beberapa proposal akan dia ajukan beberapa perusahaan lain.
“Kring... kring...” Telepon di meja Niky berdering dan dia pun segera mengangkatnya.
“Halo selamat pagi...” sapa Niky saat mengangkat telepon tanpa tau siapa penelpon nya.
“Niky... bagaimana dengan proyek Wonderland apa ada perkembangan lanjutan ?” tanya Sherli yang terus memantau dari waktu ke waktu pekerjaan Niky keran itu berkaitan dengannya.
“Oh Bu Sherli... sampai saat ini aku belum sudah mendapatkan 60% investor dan sisanya akan segera aku tuntaskan.” jawab Niky dengan mantab setelah tahu siapa penelponnya.
__ADS_1
Wanita itu tampak terkejut dengan hasil yang telah dicapai oleh Niky.
“Ku akui kau memang bisa diandalkan. Aku tak menyangka kau bisa mendapatkan investor banyak dalam waktu singkat.” batin wanita itu sambil tersenyum kecil.
“Bagus Niky... kerja mu bagus. Jika kau bisa menuntaskan misi mu sebelum deadline maka kau akan mendapatkan hadiah.” ujar Sherli untuk membuatnya lebih bersemangat dan segera menuntaskan misinya sebelum deadline.
“Baik aku akan berusaha semaksimal mungkin, terima kasih Bu Sherli.” jawab Niky yang menjadi bersemangat kemudian menutup gagang telepon setelah panggilan berakhir.
Satu bulan berikutnya Niky berhasil menambah jumlah investor untuk proyek Wonderland dengan usahanya sendiri.
Tepat di akhir bulan dia bisa tutup point dan mendapatkan kan semua investor untuk proyek Wonderland dengan jerih payahnya termasuk harus kembali bermalam dengan beberapa direktur.
“Akhirnya... aku berhasil mendapatkan banyak investor untuk proyek Wonderland.” batinnya yang merasa lega setelah meletakkan proposal terakhirnya di sebuah perusahaan dan ternyata disetujui.
Niky keluar dari sebuah perusahaan dan menuju ke maserati putihnya untuk kembali ke kantor.
Tak berapa lama kemudian dia tiba di tempat kerjanya. Lelaki itu tempat terburu-buru berjalan memasuki ruangan kerjanya.
Dia segala menaruh tas kerjanya kemeja lalu mengangkat gagang telepon yang ada di sana dan menekan nomor ekstensi untuk menghubungi seseorang.
“Kring... kring...”
Telepon di meja Sherli berdering. Wanita yang sedang bersantai di ruangannya itu pun segera mengangkat teleponnya.
“Ya halo...”
“Halo Bu Sherli... maaf.. aku hanya mau menginformasikan saja pada ibu tentang investor Wonderland.” ucap Niky di telepon.
“Oh ya Niky... bagaimana progres pekerjaanmu ?” tanya balik wanita itu.
“Aku mau menyampaikan kabar gembira pada ibu, bahwa aku sudah berhasil me-follow up semua investor yang di tetapkan untuk proyek Wonderland.” ucap Niky dengan nada riang.
“Apa... kau berhasil memprospek semua investor ? Baiklah aku akan memenuhi janjiku padamu untuk memberimu sedikit hadiah kecil.” bala Sherli yang sangat terkejut sekali pada kinerja Niky dan ikut senang mendengarnya karena sebentar lagi proyek Wonderland akan bisa dikerjakan.
Setelah Niky mengakhiri panggilan dan menaruh kembali gagang telepon ke tempatnya. Para rekan kerja yang ada di ruangan itu mendengar apa yang diucapkan oleh lelaki itu barusan dan dampak mereka semua berkumpul di meja Niky.
“Wah selamat Niky... kau berhasil mendapatkan investor untuk proyek Wonderland. Kami semua ikut senang dan mendukungmu. sebagai gantinya kau harus mentraktir kami semua untuk merayakan keberhasilan mu.” ucap Angel mewakili semua karyawan yang ada di sana.
__ADS_1
Saat itu ruangan kerja terlihat ramai namun Jessi yang mengetahui saat itu hanya diam saja dan malah mendukung.
BERSAMBUNG....