Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 63 Masih Teringat Pada Cassia


__ADS_3

Niky melangkahkan kakinya berjalan-jalan di sekitar wahana Dream Fantasy. Di tempat itu masih ramai seperti sebelumnya dan terlihat penuh oleh pengunjung di berbagai wahana.


“Hey tunggu aku.... aku sudah mengantri duluan dan kau barusan datang. Jangan main serobot dong !” teriak seorang gadis pada salah satu pengunjung lainnya yang akan menyerobot antrian menaiki wahana.


Niky melewati gadis yang berebut antrian menaiki wahana dan sepintas melihatnya.


“Hmmh... sampai seperti itu ya mereka berebut demi sebuah wahana yang menurutku biasa saja.” gumamnya kemudian berlalu dan menuju ke wahana lain.


Niky menatap ke sekitar untuk mencari wahana yang sepi, namun sama saja di semua tempat masih ramai oleh pengunjung. Hingga dia berhenti di suatu tempat yang terlihat cat lebih sepi daripada wahana lainnya.


“Kenapa tempat ini sepi...” gumam Niky saat melihat sebuah kolam di mana di sana ada beberapa ekor lumba-lumba yang melakukan berbagai atraksi untuk menarik perhatian pengunjung yang datang.


“tap... tap... tap...” Niky melangkah masuk ke sana dan duduk di sebuah tribun untuk menyaksikan atraksi lumba-lumba.


Niky duduk sejenak sambil berpikir kenapa tempat itu sepi. Dia mencoba menganalisa apa kira-kira penyebab tempat itu sepi.


“Menurutku pengunjung sudah bosan dengan atraksi hiburan yang monoton seperti itu dan pengunjung butuh yang lebih, sesuatu yang berbeda...” batinnya setelah menganalisa.


“Lumba-lumba... di era sekarang ini banyak anak yang mengalami gangguan psikomotorik, autis dan lain sebagainya. Ya benar sepertinya akan lebih menarik lagi jika di tambahkan untuk penderita autis...” batinnya setelah terpikirkan sebuah ide cemerlang.


“Baiklah aku akan menyimpan ide gagasan itu dan akan mengajukan ide itu untuk proyek Wonderland nanti.” batin Niky sambil tersenyum kecil.


Setelah puas melihat atraksi lumba-lumba dia pun berjalan menuruni tribun melewati kolam. Di bagian tempat lain yang berada di belakang kolam seorang gadis membawa seember penuh berisi ikan untuk di berikan pada beberapa lumba-lumba yang ada di sana.


“Willy... ini untuk mu...” ucapnya mengambil beberapa ekor ikan dari ember dan memberikannya pada lumba-lumba yang ada di sana.


Seorang instruktur datang menghampiri gadis itu.


“Nona Cassia tolong jangan memberi makan Willy, dia sedang tidak mood dan bisa saja nanti bertingkah liar.” ucap instruktur lumba-lumba yang biasa mengerti dan merawat para lumba-lumba yang ada di sana.


“Aku hanya ingin lebih dekat dengannya saja. Kurasa tak masalah dan tak akan terjadi sesuatu padaku.” jawab Cassia menatap instruktur lumba-lumba sambil mengelus kepala Willy.


Di saat bersamaan Niky berjalan mengitari kolam dan menuju ke bagian belakang kolam karena penasaran ingin melihat apa yang dilakukan lumba-lumba di sana setelah pertunjukan berakhir.


Willy yang sedang tidak mood tiba-tiba terlihat marah entah apa sebabnya dan menggigit tangan Cassia yang menyebabkan gadis itu terpeleset di pinggir kolam.

__ADS_1


“Argh... !” Cassia berteriak dan memejamkan mata saat Willy terus menarik tangannya dan membuat dirinya jatuh dalam kolam.


Namun saat itu Niky kebetulan lewat sana dan melihat seorang gadis yang di seret seekor lumba-lumba dan hampir terjatuh dalam kolam.


“Awas.... !” teriak Niky secara spontan. Dan dia pun menarik Cassia dan merengkuhnya dalam pelukannya tepat sebelum gadis itu jatuh ke dalam kolam.


“Aww...” ucap Cassia membuka mata saat menyadari ada yang menarik tubuhnya.


“Ka-kakak Niky.... bagaimana bisa kau ada di sini dan menyelamatkan aku ?” tanya gadis itu setelah melihat orang yang menyelamatkannya adalah orang yang barusan di temuinya.


Niky melepas pelukannya dan menarik tubuhnya menjauh dari tepi kolam.


“Cassia... aku tak menyangka kita kembali bertemu di sini... kau tak apa ?” tanya Niky yang juga baru mengetahui gadis yang diselamatkan nya adalah Cassia.


“Ah... aku baik-baik saja... terima kasih kakak Niky sudah menyelamatkan aku.” jawabnya dengan pipi yang memerah.


“Kenapa kau bisa ada di sini... ?” tanya Niky yang merasa dunia begitu sempit dan membuatnya kembali bertemu dengan gadis itu.


“Ahh... aku memang senang dengan lumba-lumba. Dan aku ingin bermain-main saja dengan mereka.” jawabnya sambil tersenyum.


Di luar lokasi terlihat mereka berdua mengobrol ringan di tepi pagar sambil melihat warna lain ada di sana.


“Terima kasih kak sudah menyelamatkan aku tadi jika tidak pasti aku sudah basah tercepat ke kolam tak tahu apa yang akan lumba-lumba itu lakukan padaku.” ucap gadis itu terima kasih kembali dengan tulus.


“Ya tak perlu merasa sungkan seperti itu padaku...” jawab Niky singkat.


“Ding... ding...” suara alarm ponsel Niky yang berdering. Dia pun mengambil ponselnya untuk mematikan alarmnya.


“Astaga sudah jam 14.00 dan aku harus kembali sekarang ke kantor.” batin Niky saat melihat waktu di ponselnya lalu memasukkan kembali ponselnya ke saku bajunya.


Niky menatap Cassia yang masih ingin mengajaknya mengobrol dan tak enak baginya untuk meninggalkan gadis itu, namun dia harus kembali bekerja karena masih banyak hal yang harus dia kerjakan.


“Emm... Cassia maaf... aku harus segera kembali ke kantor. Senang bertemu denganmu. Semoga saja kita bisa bertemu kembali.” ucap Niky meminta izin dan berpamitan pada gadis itu.


“Ya kakak Niky.... sampai jumpa. Semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat.” balas gadis itu sambil tersenyum manis menatap Niky.

__ADS_1


Niky mengangguk kemudian berlalu meninggalkan gadis itu dan berjalan dengan cepat menuju maserati putihnya.


“Brom...” Niky melajukan mobilnya menuju ke tempat kerja. Sesampainya di tempat kerja dia kembali fokus pada pekerjaannya dan tampak serius menatap monitor laptopnya.


“tik...tik...” jemarinya kembali bergerak menyapu keyboard dengan cepat, menuangkan konsep tambahan untuk pembangunan Wonderland yang ada di pikirannya.


Sore hari Niky keluar dari tempat kerjanya seperti biasa. Di tengah jalan dia mendengar nada dering pesan masuk di ponselnya.


“Ding....ding....ding....”


Niky segera mengeluarkan ponsel dari saku bajunya. Dia membuka pesan masuk dan membacanya.


“Villa indah subur... ? Baiklah aku akan ke sana sekarang.” ucap Niky setelah membaca isi pesan yang masuk.


Niky mengambil jalan memutar menuju ke villa indah subur. Sesampainya di sana dia masuk ke villa setelah memarkirkan mobilnya.


Dia berhenti di depan Villa setelah melihat tiga orang wanita berdiri di halaman Villa.


“Oh... kau sudah datang... aku sudah lama menunggumu.” ucap salah satu wanita menghampiri Niky dan mengaitkan tangannya ke lengan Niky.


Wanita tadi menuntun Niky menuju ke sebuah kamar yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


“Kau sudah siap... ?” tanya wanita itu sambil menarik tubuh Niky ke tempat tidur.


Niky memulai pekerjaannya dan membuat wanita itu mendesah tiada henti karenanya. Lelaki itu tampak sering memejamkan matanya untuk menepis ingatan yang mengganggunya.


“Kenapa aku teringat pada sosok Cassia di saat seperti ini...” batinnya sedikit tidak konsentrasi.


“Ada apa dengan mu ? Kenapa kau berhenti... ?” tanya wanita itu sambil memeluk tubuh Niky.


“Ah tidak ada apa-apa...” balas Niky lalu mencoba fokus lagi dan melanjutkan tugasnya.


Kembali terdengar ******* panjang yang mengakhiri tugas Niky dan masuklah wanita lain yang sedari tadi menunggu servis Niky.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2