Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 107 Perekrutan Karyawan


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian di perusahaan Niky terlihat ramai. Banyak orang berkumpul di sana untuk mengikuti seleksi perekrutan karyawan di Cassia Group.


Flash back Satu minggu sebelumnya.


Sore hari sepulang dari kerja Niky pulang ke rumah di mana Di sana sudah ada Cassia yang menunggunya.


“kriek...” suara Niky membuka pintu.


“Kakak sudah pulang ?” tanya Cassia yang sedang duduk di situ lalu begini dan menyambut kedatangannya.


“Ya sayang...” balas Niky kemudian duduk bersama Cassia di sofa.


Niky menaruh tas kerjanya di sampingnya kemudian menyandarkan kepalanya ke kursi. Lelaki itu tampak seperti memikirkan sesuatu.


“Kakak apa ada yang kau pikirkan ?” tanya Cassia menoleh ke samping.


“Sayang kapan kau siap mengoperasikan perusahaan... ?” tanya Niky.


“Apa kakak akan mengoperasikannya dalam minggu ini ?” balas gadis itu.


“Ku harap minggu depan perusahaan itu sudah beroperasi. Tapi sebelumnya kita harus merekrut karyawan dulu. Bagaimana jika kau membantu ku merekrut karyawan ?” balasnya sangat berharap pada Cassia.


Cassia diam dan mengingat kembali jadwalnya selama satu minggu ini.


“Sepertinya aku kosong mulai rabu depan, kak...” balas Cassia setelah mencari jadwalnya yang kosong.


“Baiklah sayang... tolong bantu aku.” ucap Niky sambil memegang tangan Cassia dan menciumnya.


“Baiklah kakak... aku akan membantumu.” balas Cassia sambil tersenyum lebar pada Niky.


“Jika begitu maka aku harus mengiklankannya di surat kabar...” ucap Niky menambahkan kemudian merangkul Cassia dari samping.


Kembali ke masa sekarang.

__ADS_1


Jumlah pelamar yang datang ternyata melebihi dari yang diperkirakan.


Satu per satu pelamar dipanggil masuk untuk mengikuti tes, sementara pelamar lainnya menunggu di luar.


“Tolong yang tertib...” ucap salah satu petugas security yang menjaga dan mengatur barisan para pelamar.


Para pelamar itu pun yang awalnya sedikit ribut karena berebut tempat duduk akhirnya kembali tenang.


Di dalam kantor tampak Cassia sedang melakukan tes interview pada satu pelamar di sebuah ruang tamu.


“Baiklah saudari Andien... tes interview kali ini sudah berakhir. Kami akan menghubungi nomor saudari nanti jika memang lolos kereta tes berikutnya.” ucap Cassia mengakhiri sesi tes.


“Baik bu... terima kasih...” jawab peserta tes tadi kemudian keluar dari ruang tamu.


“Peserta tes nomor 230 silahkan masuk... !” panggil Cassia memanggil peserta tes berikutnya.


Seorang lelaki masuk ke ruang tes dan Cassia segera mengajukan beberapa pertanyaan selama kurang lebih sekitar lima belas menit.


“Sepertinya break dulu sampai nanti jam 13.00. Aku ingin istirahat sebentar.” gumamnya setelah satu peserta tes keluar dari ruang tes.


Cassia keluar dari ruang tes dan memanggil petugas security yang berjaga di sekitar ruang tes.


“Pak... tolong beritahukan pada para peserta tes yang ada di luar untuk periksa sejenak dan akan kembali dimulai satu jam ke depan.” ucap Cassia menghampiri petugas security.


“Baik nona Cassia...” jawab petugas security tadi segera keluar dari gedung dan memberitahu para peserta tes yang masih menunggu di luar.


“Kalau begitu ayo kita makan siang dulu...” ucap salah satu pelamar tes pada pasar batas lainnya mengajak mengisi perut mereka terlebih dulu.


“Baiklah ayo... aku tahu beberapa tempat makan di dekat sini yang recommended.” balasnya lalu segera pergi bersama temannya tadi dan para peserta tes lainnya pun ikut beristirahat sesuai dengan jam yang ditentukan.


Sementara itu di lain tempat, Niky yang saat ini berada di kantor segera menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat.


“Sudah pukul 11.00 dan pekerjaanku masih banyak. Hari ini banyak laporan yang masuk padaku.” gumam Niky sambil memeriksa satu persatu laporan tadi.

__ADS_1


Hingga tiga puluh menit kemudian saat laporan tadi sudah separuh dia periksa, banyak laporan lainnya yang masuk.


“Jika begini terus aku tak bisa keluar dari kantor sedangkan Cassia pasti menungguku di sana.” batin Niky saat melirik jam di tangannya.


Lima belas menit kemudian, Niky memutuskan untuk berhenti memeriksa laporan yang masuk dan akan melanjutkannya nanti setelah jam istirahat siang.


“Aku berangkat sekarang...” ucap Niky mengambil blazer yang dia sampaikan di kursi lalu segera memakainya.


Niky berjalan dengan cepat menuju ke tempat parkir dan masuk ke maserati putihnya.


“broom...” Niky mengendarai dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di perusahaannya.


Empat puluh lima menit kemudian dia tiba di kantor perusahaannya dan bergegas masuk untuk mencari Cassia.


“Cassia kau ada di mana... ?” ucap Niky meneleponnya.


“Kakak sudah datang ya... aku ada di pantry.” balasnya kemudian berdiri dan akan keluar dari ruangan itu.


“Sayang tetaplah di sana aku akan menyusul mu segera.” balas Niky lalu menutup telepon dan berjalan menuju ke pantry.


Niky masuk ke pantry dan duduk di samping Cassia.


“Sayang terima kasih sudah membantuku... setelah ini kau istirahatlah biar aku yang melanjutkannya.” ucap Niky sambil mengecup kening Cassia.


“Lalu bagaimana dengan pekerjaan Kakak di sana...?” tanya Cassia yang menyandarkan kepalanya ke bahu Niky untuk mengusir rasa lelahnya.


“Aku akan minta izin nanti ke kantor. Aku tahu kau pasti lelah melakukan tes pada para peserta sebanyak itu seorang diri.” ucapnya lagi.


“Ini makanlah dulu...” Niky memberikan satu kantong tas isi makanan yang dia beli di jalanan tadi pada Cassia.


Cassia dan Niky kemudian makan bersama sebelum memulai sesi interview lagi.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2