Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 50 Tambahan Dana


__ADS_3

Pagi harinya Niky terbangun di samping Sisca yang masih tidur sambil memeluknya. seperti biasa dia menyingkirkan tangan wanita itu dari tubuhnya.


Niky segera memakai bajunya dan keluar dari gambar hotel itu menuju ke tempat kerjanya.


“kruuk...” suara perut Niky yang kelaparan. Dia melihat rumah makan yang ada di jalanan menuju ke tempat kerjanya.


“Lebih baik aku makan di kantin saja...” ucapnya melaju mobilnya kembali setelah sempat berhenti di seberang jalan dimana terdapat rumah makan tempat kemarin dia bertemu dengan Naomi.


Tak berapa lama kemudian Niky tiba di kantor. Dia berjalan dengan cepat menuju ke kantin karena rasa laparnya tak bisa di tahan lagi.


Berdasarkan pengalaman sebelumnya saat berada di kantin yang membuatnya tidak nyaman saat makan di sana, dia pun meminta makannya untuk dibungkus saja.


“klik...” Niky berjalan kembali menuju ke maserati putihnya dengan membawa makanan yang sudah dibeli nya tadi dan memakannya di sana, karena tak mau ambil resiko jika makan di kantor akan bertemu Jessi yang bertingkah liar padanya saat suasana sepi.


“tap... tap...” selesai makan Niky segera keluar dari maserati putihnya dan masuk ke ruang kerjanya dimana ternyata di ruangan itu sudah ramai meskipun masih jam delapan kurang.


“Hai Niky kau tampak segar dari hari ke hari, apa rahasia mu ?” celetuk Joey saat Niky masuk ke ruangannya.


“Emm...” Niky menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk berpikir.


“Hanya renang akhir pekan dan istirahat yang cukup saja.” ucapnya asal dan heran saja kenapa temannya selalu menanyakan hal itu padanya.


Dari kejauhan terlihat Jessi datang, dan semuanya seketika terdiam, tak ada yang berani bercanda lagi termasuk Niky yang langsung duduk di kursinya.


Lelaki itu kembali menyusun rencana setelah mendapatkan empat investor. Dia kembali membuka daftar investor lainnya dari laptop yang harus segera dia follow up secepatnya.


Tiga puluh menit kemudian dia selesai membaca profil data investor lainnya.


“Apa.... hampir rata-rata investor lainnya didominasi oleh wanita dan hanya beberapa saja yang lelaki.


“glek...” Niky menelan ludah setelah mengetahui rata-rata usia investor wanita yang harus di recruit nya berkisar di rentang usia 30 plus dan 40 plus.


“Semoga saja tidak akan terjadi apa-apa di antara para calon investor dan aku nanti.” batinnya yang takut jika terulang kisah yang sama seperti Naomi, Sisca maupun Selly dengan tangan yang gemetar.

__ADS_1


Namun hal itu tak membuat semangatnya kendor, Niky tetap fokus pada misi utamanya dan tak akan pernah menyerah begitu saja sebelum bisa membalaskan dendam ayahnya. Dia pun mulai mengerjakan laporan untuk para investor lainnya.


Siang harinya seperti biasa, Niky keluar dari kantor untuk makan siang di rumah makan Bambu Kuning.


“klik...” Niky berjalan memasuki rumah makan setelah mengunci pintu mobilnya.


Ternyata di sana sudah ada Selly yang menunggunya disebuah meja makan.


Wanita single itu segera melambaikan tangannya saat melihat Niky masuk ke sana.


“Niky.... kesini... !!!” ucapnya memanggil Niky dan lelaki itu tersenyum menatap Selly lalu segera menuju ke meja tempat Selly berada.


Niky duduk dan melihat sudah terindah beberapa menu makanan di sana.


“Aku sudah memesankan menu makan untuk kita berdua.” ucap Selly sambil menyadarkan beberapa menu pada Niky.


“Padahal aku mau memesan kan menu makanan untuk mu.... terima kasih sudah memesankan untuk ku...” jawab Niky tersenyum manis.


Mereka berdua pun kemudian makan bersama. Di tengah makan, Selly tampak serius dan mengungkapkan isi hatinya pada lelaki itu.


Niky terdiam mendengar pengakuan cinta dari Selly. Dia menaruh sendok yang di pegangnya ke piring.


“Gawat... apa yang kutakutkan terjadi juga. Selly jatuh cinta padaku padahal aku sama sekali tidak mencintai diri nya... apa yang harus ku lakukan ?” batin Niky menatap wanita itu tak bisa berkata-kata.


“Niky...aku ingin kau menjadi kekasih ku... apa kau mau ?” tanya Selly menatap Niky dengan penuh harap.


“Ah.... maaf Selly... aku tahu kau sempurna sebagai wanita... tapi aku...aku belum siap menjalin hubungan serius dengan wanita manapun karena masih ada yang harus aku selesaikan.” jelas Niky yang membuat Selly tampak kecewa setelah mendengar jawabannya.


Meskipun Niky sudah menolaknya secara langsung wanita itu tetap tak bisa terima dan bersi keras untuk tetap bersamanya.


“Niky... meski kau tak mau menjadikan aku sebagai kekasihmu, aku masih mau bersamamu meski hanya tiap malam saat di ranjang, aku mau...” jawab Selly seolah memohon dan menerima meski menjadi partner di ranjang, baginya sudah cukup.


“Maaf Selly... aku tak mau merusak mu...” tolak Niky secara halus.

__ADS_1


"Sebenarnya apa masalah mu... mungkin aku bisa membantumu.” ujar Selly lagi sambil menggenggam tangan Niky.


“Hmh... aku mengalami hidup yang susah dan aku menjadi tulang punggung keluarga ku...” ucapnya menceritakan berbagai permasalahannya pada Selly.


Mendengar penuturan dari Niky, dia pun berinisiatif membantu lelaki itu.


“Niky... jika memang seperti itu masalahnya aku akan membantumu. Tolong berikan nomor rekening mu pada ku.” pinta Selly.


Niky menolak memberikan nomor rekening nya pada wanita itu namun, Selly Nama saya sehingga dia memberitahukan nomor rekeningnya.


“Ding...” ponsel Niky berbunyi, tanda ada pesan masuk untuknya setelah Selly mengatakan sesuatu pada ponsel.


“Apa... Selly apa yang kau lakukan ?” ucap Niky setelah mengecek ada saldo masuk sebesar 50 juta ke rekeningnya.


"Tak apa Niky... jika kurang kau bisa minta lagi pada ku.” ucapnya memaksa Niky agar tidak mengembalikan yang dia kirim barusan.


Malam harinya, Selly menelepon Niky untuk datang ke tempatnya. Karena sudah mendapatkan sejumlah nominal dari wanita itu dia pun tak bisa menolaknya.


Niky sudah berada di depan pintu kamar hotel tempat Selly menginap dan mau mengetuk pintu, namun Selly membuka pintu lebih dulu.


“Niky... ayo masuk...” ucap Selly yang bermaksud keluar dan melihat Niky. Wanita itu tak jadi keluar dan menarik Niky ke dalam dan cara mengunci pintu dari dalam.


Niky tampak memandangi wajah Selly malam itu yang tampak cantik sekali dibalik gaun biru minim yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi.


“Selly... kau cantik sekali malam ini...” ujar Niky yang tak henti-hentinya mengagumi pesona kecantikan keturunan blasteran.


Selly hanya tersenyum dan menghampiri Niky dan mengalungkan tangannya ke leher Niky.


“Selly bolehkah aku...” ucap Niky yang mendekatkan wajahnya ke wajah Selly.


Selly mengangguk sambil tersenyum dan iki mulai mencium bibir gadis itu dengan lembut. Selly pun segera menarik Niky ke tempat tidur setelah merasa tak tahan lagi karena tubuh mereka berdua sekarang tampak polos.


Niky memeluk tubuh Selly erat di bawah tubuhnya. Dan wanita itu terus mendesah sambil menggigit dada Niky karena tak tahan menahan sensasi yang membakar tubuhnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2