Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 23 Tawaran Kerja


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Naomi tidak berkunjung ke tempat Niky. Dan tampak lelaki itu baik-baik saja dan terlihat dia lebih menikmati waktunya dengan banyak bersantai di rumah.


Pagi hari di rumah Naomi.


Tampak Naomi memakai pakaiannya setelah bangun tidur. Dia melihat Daniel yang masih tertidur dan meninggalkannya setelah menutupi tubuhnya yang polos dengan sebuah selimut.


“kruk...”


Naomi merasakan perutnya keroncongan dan dia masuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Daniel.


“Sayang... kau sudah bangun ? Ini sudah ku siapkan sarapan untukmu.” ucapnya sambil mengoleskan selai kacang pada roti dan menaruhnya ke piring.


Daniel duduk di samping istrinya setelah meminum susu hangat lalu mengambil roti di sampingnya.


“Naomi aku masih ada urusan sebentar di Bandung. Mungkin satu bulan lagi atau paling lama dua bulan baru aku pulang.” ucapnya sambil mengunyah roti.


Naomi tampak berbinar-binar mengetahui suaminya akan segera pergi dan tak sadar menunjukkannya di depan suaminya.


"Apa... benarkah kau akan pergi hari ini ?” ucapnya tersentak kaget dan tampak gembira sekali serta tersenyum lebar. Daniel kembali merasa ada yang aneh dengan istrinya karena biasanya dia tak merelakan kepergiannya untuk bertugas.


“Kelihatannya kau senang sekali mendengar aku akan pergi...” ucapnya sambil mengerutkan dahinya.


Nampak Naomi seketika kelihatan salah tingkah dan mencoba menutupinya dengan berpura-pura sedih dan berperilaku seperti biasanya.


“Ah...bukan begitu sayang.Tentu saja aku sedih sekali kau pergi lagi. Kau baru pulang seminggu dan sekarang pergi lagi. Kau tahu... aku ingin segera hamil. Kalau kau seperti ini terus kapan aku bisa hamil ?” ucapnya dengan tatapan sedih sambil mengelus perutnya dan bersandar manja pada Daniel.


“Habiskan sarapan mu dulu. Aku akan membuatmu hamil setelah ini. Aku yakin setelah ini kau akan segera mengandung buah cinta kita.” ucap Daniel mencium Naomi lalu berdiri dari tempat tidurnya dan menuju ke sebuah kotak obat.


“glek...” Daniel meminum tiga botol minuman penyubur yang sudah dia siapkan sebelumnya. Dia kembali berjalan menghampiri Naomi yang sudah selesai makan dan menariknya ke ranjang.


“Aah....” terdengar suara Naomi yang mendesah keras dari balik pintu kamarnya yang tertutup. Terlihat wanita itu kali ini tak berdaya dan hanya pasrah terkulai lemas di sana.


Satu jam kemudian Daniel keluar dari kamar dan masuk ke kamar mandi untuk bersiap berangkat.


Daniel keluar dari kamar mandi dan melihat Naomi yang masih berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


“Sayang... aku mau berangkat setelah ini.” ucap Daniel sambil mengambil baju dari almari dan memakainya.


Naomi segera duduk dan berganti baju serta memakai make up.


“Aku akan mengantar mu ke airport.” ucap Naomi setelah selesai bersiap. Mereka berdua lalu masuk ke mobil dan meluncur airport.


Naomi kembali masuk ke mobilnya setelah mengantar suaminya menuju ke rumah.


“Ah... akhirnya aku bisa bersama dengan XL lagi setelah ini.” gumamnya tersenyum lebar saat mengendarai mobil merahnya.


Sementara itu Daniel tampak sedang melakukan panggilan sebelum masuk ke pesawat.


“Tolong kau awasi nyonya di rumah. Apa saja yang dilakukan dan ke mana dia pergi, laporkan semuanya padaku. Ingat jangan sampai Naomi tahu.” ucap Daniel pada seseorang melalui ponselnya dan segera mengakhiri panggilan saat dia sudah masuk ke pesawat dan menonaktifkan ponselnya.


Sementara itu di lain tempat tampak Niky yang berada di kantor dan sedang duduk di sebelah Jessi, sedang membantu wanita itu menge-file laporan.


“klik... klik...” Jessi memeriksa laporan yang dikirim padanya satu persatu dan berhenti untuk mengecek satu laporan yang masuk.


“Angel... aku melihat ada sedikit kesalahan pada laporan mu. Coba cek dan benahi sekarang juga. Aku tunggu tiga puluh menit dari sekarang.” ucap Jessi berdiri lalu mencari laporan keuangan merk Angel dan menyerahkan padanya.


Jessi lalu melihat satu persatu staff accounting yang ada di ruangan itu dan menanyakan apa ada kesulitan.


“Niky tolong kirim laporan yang sudah selesai ke ruang direktur accounting.” ucap Jessi menoleh ke arah Niky saat masih memeriksa hasil pekerjaan staf lainnya.


“Ya Jessi... sebentar lagi aku akan menyerahkannya pada direktur accounting.” jawabnya singkat. Niky masih mengeprint data-data laporan lainnya yang masih kurang setengah lagi.


Di ruang direktur accounting


tampak Sherli menatap layar laptopnya dan terpaku menatap satu laporan terbengkalai yang merupakan proyek dari taman hiburan Wonderland yang terhenti karena di temukan banyak masalah di sana dan menyebabkan proyek taman hiburan itu di hentikan sementara sampai semua masalah terpecahkan.


“Sepertinya aku harus mengerjakan proyek ini untuk mendapatkan promosi jabatan. Tapi aku butuh seseorang untuk mengerjakannya...” gumamnya tersenyum lebar sambil memikirkan seseorang yang cocok untuk untuk mengerjakan nya lalu menutup kembali laporan itu dan membuka laporan lainnya.


Kembali ke ruang tempat Niky bekerja. Lelaki itu masih menyiapkan file yang akan di serahkan nya pada direktur accounting.


“Niky... bagaimana laporannya sudah siap apa belum ?” tanya Jessi yang melihat lelaki itu masih ada di sana dan belum keluar dari ruangan.

__ADS_1


“Ya Jessi tinggal sedikit...” jawab Niky sambil menyusun laporan ke ordner dan menumpuknya di meja.


Sedangkan staf yang lain hanya memandang saja akhirnya Jessi sudah menunjukkan sifat aslinya pada Niky.


Beberapa menit kemudian Niky sudah selesai mempersiapkan file yang akan dibawanya ke ruangan direktur accounting.


“Jessi aku sudah selesai. Aku bawa laporannya sekarang ke ruang direktur accounting.” ucap Niky setelah selesai menyusun semua laporan. Jessi hanya tersenyum saja pada Niky, kali ini wanita itu terlihat serius dan tidak seperti biasanya yang suka berpose seksi di depan Niky.


“tap... tap...”


Niky berjalan keluar dari ruangannya menuju ke ruang direktur accounting membawa beberapa laporan yang bisa di bawanya.


“tok... tok...” Niky mengetuk pintu ruang direktur accounting begitu tiba di sana.


“Masuk...” jawab singkat Sherli saat mendengar ada yang mengetuk pintu ruangan nya.


Niky membuka pintu lalu berjalan masuk ke ruangan direktur accounting.


“Permisi... ini laporan yang di minta Jessi untuk dikirimkan pada ibu.” ucap Niky saat menyerahkan beberapa laporan pada wanita yang ada di sana.


Sherli menerima laporan yang diberikan oleh Niky tapi kali ini dia tidak memeriksanya dan hanya meletakkannya di meja.


Niky bermaksud untuk kembali ke ruangan karena masih ada separo laporan yang belum di bawahnya.


“Niky tunggu...” ucap Sherli menghentikan langkah Niky yang baru beberapa langkah.


Niky berbalik dan kembali ke hadapan wanita itu.


“Ada apa kira-kira ya...” batin Niky saat melihat wanita itu tersenyum penuh arti padanya yang tak bisa dia tafsirkan.


“Niky....jujur saja meskipun kau tergolong staf baru di sini tapi aku puas dengan hasil kerjamu. Aku ingin mengetes mu dengan satu pekerjaan. Jika kau bisa mengerjakannya maka aku akan memberikan tawaran posisi yang bagus untuk mu.” ucap Sherli sambil menyodorkan data-data terkait proyek Wonderland pada Niky.


Niky yang tidak tahu pada Apa yang dimaksud oleh wanita itu menerima berkas laporan yang diberikan padanya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2