
Beberapa hari setelah semua investor yang ditetapkan telah berhasil direkrut kini tampak Sherli yang terlihat sibuk di ruangan nya menyiapkan rencana kedepannya untuk proyek Wonderland.
“Kring... kring...” Telepon di meja direktur accounting itu berdering. wanita itu mengangkatnya dan baru sebentar dia menaruh gagang telepon, telepon kembali berdering.
“Ya halo... baik bapak Presdir setelah ini aku akan masuk ke ruang meeting.” jawab wanita itu sebelum panggilan berakhir.
“tik...tik...” tampak wanita itu sekarang sibuk menggerakkan jarinya di atas keyboard mengerjakan laporan yang akan digunakan sebagai meeting sebentar lagi.
“Banyak sekali yang harus ku kerjakan sepertinya aku butuh asisten di sini. Apa sebaiknya Niky aku rekomendasikan untuk membantuku ?” gumam wanita yang berdiri mengambil berkas dari mesin printer lalu kembali kemeja untuk mengangkat telepon yang kembali berdering.
Tak lama kemudian setelah semua dokumen siap, wanita itu keluar dari ruangannya dan masuk ke ruang meeting di mana para direksi berada di sana untuk menghadiri meeting proyek Wonderland.
Di ruang meeting tampaklah presiden direktur memimpin jalannya meeting dan mulai membahas proyek Wonderland yang akan segera dilangsungkan beberapa bulan ke depan nya setelah semuanya siap.
Di awal meeting presdir memberikan sambutan untuk Sherli dan memberinya ini plus karena berhasil menjalankan kembali proyek Wonderland yang sudah lama mangkrak.
“Kita sambut dan berikan apresiasi yang besar pada manajer Sherli yang telah berhasil melanjutkan kembali proyek Wonderland.” ucap Presdir di depan serta meeting.
“Terima kasih...” jawab Sherli berdiri kemudian tersenyum pada para peserta meeting yang ada di ruangan meeting dan kembali duduk. Terdengar suara tepuk tangan meriah yang membuat Sherli terkesan.
Di lain tempat tampak Niky yang sekarang sedang santai dan menunggu tugas selanjutnya setelah berhasil memenuhi target mencari investor.
Karena tak ada yang dikerjakan, lelaki itu iseng mengambil ponselnya yang ada di meja dalam mode silent.
“tik... tik...” Niky membuka kunci layar ponselnya dan mendapati banyak pesan masuk di sana.
“Pesan dari siapa ini banyak sekali ?” gumamnya menerima banyak pesan dari nomor yang tidak dikenalnya.
Lelaki itu kemudian membuka dan membaca satu persatu pesan yang langsung ke ponselnya dan membuatnya jidatnya tertekuk.
“Siapa yang memberikan nomor ponselku pada sembarangan orang dan apa ini... mereka minta bertemu di hotel...mereka pikir aku siapa ??!” umpatnya dalam hati merasa kesal karena ada yang berusaha mengerjai dirinya.
Flash back
Beberapa hari setelah kejadian Bella dan Niky di sebuah kebun kosong di suatu tempat. Wanita itu merasa telah kehilangan banyak materi karena Niky dan dia bermaksud untuk membalasnya karena sebenarnya dia Tak Rela memberikan sejumlah materi kepada lelaki itu.
__ADS_1
Di suatu malam di cafe tampak Bella masuk ke sana dengan beberapa teman wanitanya. Mereka duduk dan memesan minuman.
“Hai Bella aku merasa kesepian akhir-akhir ini. Aku butuh itu... kau tahu siapa yang bisa ku booking ?” tanya salah satu teman Bella.
“Hmmm.... memang ke mana suamimu ?” tanya Bella balik pada temannya.
“Ah... dia sudah tiga bulan lebih tidak pulang...” jawab temannya itu.
“Hmm.... siapa ya...” jawab Bella berpikir.
“Mungkin ada seorang lelaki yang memang profesinya seperti itu... ayo kenalkan saja padaku. Mengenai biayanya berapa saja aku oke...” ucap wanita itu sambil meminum minuman yang tengah dipesannya.
“Kau cari online saja... menurutku banyak pria penghibur yang menawarkan jasanya secara online...” jawab teman Bella lainnya.
“Tidak... aku tidak mau dengan yang seperti itu karena mereka pasti hanya memburu materi saja bukan kepuasan.” jawab wanita tadi.
Bella masih tampak diam dan berpikir. Tiba-tiba dia teringat pada Niky.
“Ya benar juga... lelaki itu akan menerima balasannya sekarang. Dia akan merasakan dirinya menjadi penghibur... hahaha...” batin Bella sambil tersenyum puas.
“Oh ya benar... aku baru ingat ada rekan kerja yang mempunyai profesi sampingan seperti itu. Dari fisik oke... dari servis luar biasa.” ucap Bella menjelaskan pada teman yang di sana.
“Tapi tarifnya berbeda...” tambah Bella lagi.
“Tak masalah... berikan nomornya padaku dan aku akan menghubunginya sendiri.” ucap wanita itu tertarik dan ingin mencoba setelah mendengar penuturan dari Bella.
“Baik catat nomornya sekarang...” ucap Bella memberitahukan nomor Niky pada temannya itu.
Beberapa teman Bella lainnya juga mengeluarkan ponsel lalu menyimpan nomor Niky karena tertarik pada cerita Bella.
“Baiklah , aku akan mencoba menghubunginya beberapa waktu lagi...” tutur para wanita yang ada di sana.
Kembali ke Niky yang masih memegang ponsel dan membaca semua pesan masuk di ponselnya.
“Sialan... ! Siapa yang berani menyebar isu dilewati jika aku adalah seorang penghibur ?” batin Niky geram. Dia sama sekali tak membalas pesan masuk itu dan langsung menghapus semua Inbox.
__ADS_1
Sore hari Niky keluar dari kantor dan bermaksud pulang ke rumah. Di tengah jalan menuju ke rumah dia lalu menyadari jika ada mobil yang mengikutinya dari belakang.
“Kenapa mobil itu seperti mengekor ku ? Tapi siapa... itu bukan mobil Naomi.” gumamnya melihat dari kaca spion mobil ada mobil merah yang mengikutinya dari belakang, tapi plat nomor kendaraannya bukan plat nomor kendaraan milik Naomi.
“Atau hanya perasaanku saja... atau aku coba tes dulu untuk memastikan nya...” ujar Niky lalu mempercepat mobilnya dan menyelip diantara beberapa mobil lainnya.
Niky melihat kembali dari kaca spion mobilnya dan mendapati mobil merah tadi masih mengikutinya.
“Iya benar siapa sebenarnya pengemudi mobil merah itu... ?” batinnya lagi yang penasaran.
Untuk menghapus rasa penasarannya, Niky memang sengaja memelankan mobilnya agar bisa terkejar oleh mobil merah tadi.
“broom.... !”
Benar saja mobil merah tadi mempercepat lajunya menyalip beberapa kendaraan yang ada di depannya lalu mensejajari mobil Niky.
“din... din...” mobil merah tadi membunyikan klakson saat berada di samping mobil Niky.
“Klik....” jendela mobil merah terbuka. Tampak seorang wanita yang mengemudi di sana.
Seorang wanita berambut panjang dengan paras ayu dan baju seksi menggoda menatap ke arah mobil Niky dan memberikan kode agar Niky membuka kaca mobilnya.
“klik...” Niky membuka kaca mobilnya dan menatap wanita tadi.
Wanita tadi tampak terpesona melihat wajah tampan Niky dan membuatnya tak sabar ingin bersama dengannya.
“Benar juga apa yang dikatakan Bella. Lelaki ini memang woow... level A plus.” batin wanita itu sambil menatap Niki dan tersenyum genit padanya.
Sementara Niky merasa tidak mengenal wanita itu kembali menutup kaca jendela mobilnya.
“broom... !” wanita tadi menginjak gas dan mempercepat laju mobilnya mendahului mobil Niky. Setelah berada dua meter di depan Niky, wanita itu menghadang mobil Niky.
“ckiiitt....” Niky seketika menginjak rem mobilnya saat mobil merah itu berhenti mendadak di depannya.
Setelah mobil berhenti Niky segera keluar dari mobilnya.
__ADS_1
“Sialan... !! Apa yang dilakukan wanita itu ???!” umpatnya kesal setelah membanting keras pintu mobilnya dan berjalan menuju ke wanita itu.
BERSAMBUNG...